• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Menag: Program Vaksinasi Pemerintah Penjabaran dari Ajaran Agama

Menag: Program Vaksinasi Pemerintah Penjabaran dari Ajaran Agama

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 26 July 2021

Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan program vaksinasi COVID-19 merupakan penjabaran dari ajaran agama. Sebab, lanjutnya, setiap umat beragama wajib menjaga keberlangsungan hidup.

“Program vaksinasi ini merupakan penjabaran dari ajaran agama kalau kita menggali lebih dalam lagi, karena setiap umat beragama wajib menjaga keberlangsungan hidup sebagai karunia Tuhan yang paling besar,” kata Yaqut dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube Setpres, Kamis (22/7/2021).

Yaqut mengatakan, menjaga kehidupan adalah langkah yang paling mulia untuk mengagungkan Tuhan. Karena itu, menurutnya, program vaksinasi pemerintah sejalan dengan prinsip umat beragama untuk menjaga keberlanjutan kehidupan.

“Menjaga kehidupan adalah langkah yang paling mulia agar kita bisa selalu mengagungkan Tuhan lebih lama sepanjang hidup kita di dunia. Sehingga program vaksinasi yang sedang dijalankan pemerintah ini berjalan dengan prinsip kita dalam beragama untuk menjaga keberlanjutan kehidupan,” tuturnya.

Kendati demikian, meski program vaksinasi telah dilakukan, Yaqut mewanti-wanti masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebab, protokol kesehatan tersebut dibuat untuk menjaga keselamatan umat manusia di Indonesia.

“Meskipun program vaksinasi telah kita jalankan kita masih tetap harus mematuhi protokol kesehatan tidak boleh lengah dan abai sedikitpun terhadap aturan yang sudah diterapkan oleh pemerintah. Karena semua ini bertujuan untuk menjaga keselamatan bersama dari bahaya COVID-19. Pastikan setiap kita ini peduli terhadap lingkungan dan saling mengingatkan pentingnya menjaga protokol kesehatan,” ujar Yaqut.

“Apalagi saat ini kita sedang menjalani masa PPKM Level 4 dan Level 3 sebagai pilihan untuk menyempurnakan ikhtiar mengurangi tingkat penularan virus,” lanjutnya.

Karena itu, Yaqut pun mengajak seluruh umat beragama untuk mensukseskan kebijakan pemerintah dengan mematuhinya. Dia menyadari bahwa situasi ini sangat sulit, namun kebijakan ini demi menyelamatkan seluruh bangsa.

“Kami mengajak kepada seluruh umat beragama untuk bersama-sama mensukseskan kebijakan ini dengan tetap taat dan patuh terhadap ketetapan yang sudah ditentukan. Kebijakan ini adalah bentuk pengorbanan dan pilihan sulit yang perlu didukung dan demi kebaikan bersama. Pilihan yang sulit ini adalah demi untuk menyelamatkan masyarakat yang lebih luas,” tegas Yaqut.

Mahasiswa Nyantri, Apa Gunanya?

June 15, 2026

LMA Papua Pegunungan: Jaga Stabilitas Daerah, Jangan Terprovokasi Aksi Reformasi Jilid 2

June 15, 2026

Mahasiswa Nyantri, Apa Gunanya?

By Kata IndonesiaJune 15, 20260

Setiap Juli, ritual itu berulang. Ibu-ibu sibuk memilih kasur lipat di marketplace. Ayah-ayah menghitung ulang…

LMA Papua Pegunungan: Jaga Stabilitas Daerah, Jangan Terprovokasi Aksi Reformasi Jilid 2

By Kata IndonesiaJune 15, 20260

LMA Papua Pegunungan: Jaga Stabilitas Daerah, Jangan Terprovokasi Aksi Reformasi Jilid 2 Jayapura – Ketua…

Mensesneg: Pemerintah Berkomitmen Menerima Masukan Mahasiswa dan Selesaikan Berbagai Persoalan Bangsa

By Kata IndonesiaJune 15, 20260

Mensesneg: Pemerintah Berkomitmen Menerima Masukan Mahasiswa dan Selesaikan Berbagai Persoalan Bangsa *Jakarta,* Beberapa waktu lalu,…

Reformasi Jilid II Tidak Relevan, Indonesia Dinilai Masih Jauh dari Krisis 1998

By Kata IndonesiaJune 15, 20260

Reformasi Jilid II Tidak Relevan, Indonesia Dinilai Masih Jauh dari Krisis 1998 Jakarta – Wacana…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.