• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Teknologi»Media Sosial di Indonesia Dinilai Banyak Diminati Ketimbang TV Konvensional

Media Sosial di Indonesia Dinilai Banyak Diminati Ketimbang TV Konvensional

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 16 March 2023

Media Sosial di Indonesia Dinilai Banyak Diminati Ketimbang TV Konvensional

Kamis, 16 Maret 2023, Bakti Kominfo bersama dengan DPR RI mengadakan “Seminar Merajut Nusantara” dengan membawa tema bahasan mengenai “Literasi Digital di Era 4.0”. Seminar yang dihadiri oleh sekitar 200 peserta ini dilaksanakan secara online dengan durasi waktu dua jam mulai dari pukul 09.30 Wib.

Seminar ini dihadiri oleh tiga pembicara yaitu, Drs. H. Mukhlis Basri yang menjabat sebagai Anggota Komisi 1 DPR RI, Yuliandre Darwis yang merupakan Ketua Dewan Pakar ISKI, dan Hendri Yanzi, Wakil Dekan FKIP Universitas Lampung. Berjalannya seminar ini ditemani oleh M. Rafli Akbar selaku moderator dalam diskusi.

Dalam pemaparannya, Drs. H. Mukhlis Basri sebagai anggota Komisi I DPR menyampaikan bahwa, Bakti Nusantara adalah kegiatan yang digagas oleh Kominfo untuk memberi pelayanan internet bagi daerah-daerah pelosok di Indonesia. Kominfo membangun infrastruktur telekomunikasi di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Indonesia. Berkaitan dengan literasi digital di Era industri 4.0, ini sangatlah penting dipahami oleh seluruh masyarakat Indonesia utamanya bagi para pemuda.

Para pemudalah yang nantinya akan berdiri meneruskan kepemimpinan bangsa ini kedepannya. Maka dari itu peran pemuda sangatlah besar dan negara menaruh harapan besar kepada para pemuda sebagai calon-calon pemimpin kedepannya yang cakap teknologi digital.

Dari 256,2 juta rakyat Indonesia, lebih dari setengah populasinya sebanyak 132,7 juta orangnya adalah para pengguna internet. Literasi digital sangat penting untuk meningkatkan kecakapan dan keterampilan sumberdaya manusia yang ada sehingga bisa membangun negara menjadi lebih baik. Literasi penting untuk meningkatkan sumberdaya manusia yang kritis, inisiatif, dan kreatif, mampu memahami informasi dan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk pengembangan Indonesia.

Pada sesi pemateri kedua yang diisi oleh Yuliandre Darwis yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar ISKI menyampaikan bahwa, Bakti memiliki tugas mulia untuk memajukan daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Peningkatan penetrasi internet (persentase orang di suatu negara yang menggunakan internet) menjadi hal penting dan tujuan utama BAKTI Kominfo dalam memberi palayanan infrastruktur telekomunikasi hingga penjuru Indonesia.

Berdasarkan data dari GWI United Kingdom 2022, media sosial memiliki daya tarik yang lebih tinggi dibandingkan dengan TV konvensiaonal. Media sosial mencapai angka 148 menit per hari, angka ini menunjukkan bahwa media sosial adalah media informasi yang paling digemari dan digunakan oleh masyarakat, dan data ini terus meningkat setiap harinya. Data ini bukan hanya meliputi data konsumsi media sosial di Indonesia saja, namun juga di seluruh negara dunia.

Sebagian besar orang menggunakan dan memanfaatkan internet adalah untuk tujuan menjalin komunikasi antar keluarga, utamanya ketika masa pandemi covid-19 melanda dunia. Disamping itu, media sosial juga menjadi jalan untuk mencari berbagai informasi yang tak terbats sehingga hal ini juga menimbulkan potensi terjadinya ancaman, seperti peretasan (ciber crime), phising, dan carding. Pada April 2022, tercatat bahwa terdapat 100 juta kejahatan siber yang terjadi di Indonesia, data ini didapatkan dari data BSSN 2022.

Cara yang dapat dilakukan sebagai upaya antisipasi kejahatan siber adalah dengan meningkatkan literasi digital. Segmentasi literasi digital indonesia diantaranya, budaya digital (digital culture), etika digital (digital etichs), kecakapan digital (digital skill), dan keamanan digital (digital safety). Dari semua aspek ini, literasi budaya digital menjadi yang paling tinggi diantara lainnya.

Pemerintah telah menetapkan UU data pribadi untuk melindungi masyarakat dari kejahatan siber. Kemajuan teknologi digital haruslah dapat dimanfaatkan untuk mempermudah pekerjaan dan menambah produktivitas. Manfaatkan teknologi dengan sebaik mungkin dan menjaga data pribadi adalah hal yang penting di dunia digital.

Henri Yanzi, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP Universitas Lampung menyampaikan bahasan mengenai Literasi Digital di Era Industry 4.0 pada sesi pamateri ketiga. Beliau menyampaikan bahwa literasi digital sangat penting bagi seluruh masyarkat untuk dapat menghadapi era industri 4.0 yang saat ini sudah berjalan menuju sosiety 5.0. Perlu dilakukannya analisis dan kajian mengenai literasi digital sebagai solusi dari berbagai akibat yang timbul karenaperkembangan teknologi pada era industri 4.0.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan anugerah sekaligus tantangan yang harus dihadapi. BAKTI Kominfo merupakan salah satu upaya untuk menghadapi tantangan dimana akses internet masih menjadi keterbatasan bagi daerah pelosok di Indonesia. Pembangunan fasilitas ini harus diikuti dengan mengembangkan penikiran (cara pandang) terhadapat teknologi, keterampilan dalam mengoperasikannya, dan yang terpenting adalah tetap beretika yang baik.

Literasi digital haruslah menjadikan kita dapat berlaku bijak dengan teknologi. Yang dikatakan melek teknologi bukan hanya mampu mengoperasikan perangkat komputer atau internet, namun juga harus dapat menggunakannya untuk kemaslahatan. Semua orang mengetahui literasi digital, tapi tidak semua orang cakap dan bijak menggunakannnya. Hal ini ditandai dengan fakta banyaknya kejahatan teknologi.

Segala informasi yang didapatkan dari teknologi digital, haruslah divalidasi kebenarannya terlebih dahulu. Kebanyakan orang hanya menyebarkan segala informasi yang didapatkannya tanpa mencari tahu kebenaran informasi tersebut, ini yang dimaksud tidak cakap dan bijak teknologi.

Indikator yang dapat digunakan untuk menilai seseorang cakap dalam literasi digital adalah ketika teknologi dapat menjadikan suatu kegiatan menjadi lebih praktis, kritis dalam berbagai keadaan yang ada, keamanan data tetap terjaga, budaya sosial tidak terkikis, dan dapat memanfaatkan teknologi sebagai alat kolaborasi.

Informasi yang terus mengalir tanpa henti juga dapat menjadi tantangan karena dapat membuat seseorang tersesat dan hanyut dalam informasi yang belum tentu kebenarannya. Disinilah peran watak yang baik diperlukan, bukan hanya paham penggunaan teknologi saja. Perkenbangan teknologi dapat bermanfaat (maslahat) dapat juga membunuh jika tidak dikendalikan dengan baik.

Seharusnya teknologi dapat menjadi alat untuk mempermudah pekerjaan, membuat lebih terampil, kritis, inovatif, dan bijak dalam penggunaannya yang dapat dilakukan dengan merubah paradigma (cara pandang) terhadapap teknologi digital.

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

August 30, 2026

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

August 30, 2026

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG JAKARTA — Pemerintah mendorong Program…

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih  Oleh: Catur Ronggo Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Bali pada 25 Agustus 2026 layak dibaca sebagai salah satu langkah konkrit dalam membangun kemandirian energi. Target tersebut bukan sekadar menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga menunjukkan perubahan cara pandang pemerintah: energi bersih ditempatkan sebagai instrumen ketahanan nasional, penguatan industri, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil. Presiden Prabowo menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dapat diselesaikan dalam tiga tahun. Tenggat agresif menunjukkan pemerintah ingin mempercepat eksekusi, bukan membiarkan transisi energi berhenti pada dokumen perencanaan. Target itu sekaligus menjadi tantangan koordinasi bagi kementerian, PLN, pelaku usaha, dan seluruh ekosistem energi nasional untuk mengubah potensi surya Indonesia menjadi kapasitas listrik yang nyata. Pilihan energi surya memiliki dasar yang kuat. Pemerintah mencatat potensi energi surya Indonesia mencapai sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp. Kesenjangan tersebut memperlihatkan besarnya ruang yang masih dapat dimanfaatkan. Karena itu, megaproyek 100 GWp bukan hanya proyek infrastruktur, melainkan upaya mengubah sumber daya alam yang selama ini belum optimal dimanfaatkan menjadi kekuatan ekonomi dan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memperkirakan kebutuhan investasi untuk keseluruhan program mencapai sekitar 73 miliar dolar AS atau lebih dari Rp1.140 triliun. Nilai tersebut memang sangat besar, tetapi harus dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat fondasi energi nasional. Bahlil juga memperkirakan program ini dapat menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menghasilkan efisiensi subsidi energi hingga Rp73,9 triliun setiap tahun. Dengan demikian, belanja pembangunan diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas. Besarnya kebutuhan investasi juga membuka ruang kolaborasi antara negara dan sektor swasta. Pemerintah menyiapkan skema Independent Power Producer bagi investor yang mampu menawarkan harga listrik kompetitif. Apabila tidak terdapat penawaran yang memenuhi prinsip efisiensi, pemerintah menyiapkan opsi pembangunan melalui Danantara. Pola ini menunjukkan negara tetap memegang kendali strategis, sekaligus membuka kesempatan bagi modal dan kemampuan usaha untuk mempercepat pembangunan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan bertahap agar pelaksanaan dapat dikawal secara terukur. Tahap awal diarahkan pada 17 GWp, dilanjutkan 18 GWp, kemudian sekitar 35 GWp pada fase berikutnya, sementara kapasitas sisanya akan ditetapkan melalui tahapan lanjutan. Peta jalan tersebut penting karena proyek sebesar 100 GWp membutuhkan kesiapan lahan, jaringan transmisi, pembiayaan, teknologi penyimpanan, serta koordinasi lintas sektor.…

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia Oleh : Radjiman Arif Indonesia sedang memasuki babak…

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja JAKARTA – Pemerintah di…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.