• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»MBG Terus Disempurnakan melalui Evaluasi dan Penguatan Pengawasan

MBG Terus Disempurnakan melalui Evaluasi dan Penguatan Pengawasan

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 24 May 2026

MBG Terus Disempurnakan melalui Evaluasi dan Penguatan Pengawasan

Jakarta – Guna memastikan manfaat optimal tersalurkan dengan tepat, Pemerintah terus mematangkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui evaluasi berkala dan penguatan pengawasan di lapangan. Upaya ini menjadi komitmen nyata pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga kualitas gizi pelajar dan kelompok rentan.

Terkait hal itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa efisiensi ketat pada program MBG diterapkan untuk memperbaiki manajemen belanja negara agar anggaran nasional berjalan lebih optimal serta akuntabel.

“Penghematan-penghematan tertentu sesuai ketentuan Presiden sehingga dana BGN bisa dipakai lebih efisien,” kata Purbaya.

Ia menambahkan bahwa saat ini pemerintah terus memperbaiki sistem pengelolaan program, termasuk pola belanja dan mekanisme distribusi yang dijalankan Badan Gizi Nasional. Langkah pembenahan tersebut diyakini akan memperkuat transparansi serta meningkatkan kualitas pelayanan program di lapangan.

 

Sementara itu, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya evaluasi dalam menjaga kualitas pelaksanaan program MBG. Presiden juga mengumumkan penutupan lebih dari 3.000 dapur MBG yang dinilai memiliki berbagai kekurangan dalam pengelolaan. Kebijakan tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tidak mentoleransi pelaksanaan program yang tidak sesuai standar pelayanan.

 

“Saudara-saudara sekalian, kita mengakui bahwa dalam pengelolaan MBG masih banyak kekurangan. Kita sudah tutup lebih dari 3.000 dapur,” ungkapnya.

 

Presiden juga meminta seluruh unsur pemerintah daerah, anggota DPR, hingga masyarakat untuk aktif melakukan pengawasan terhadap operasional dapur MBG. Pemerintah menilai partisipasi publik sangat penting agar kualitas makanan, distribusi, dan pelayanan kepada penerima manfaat tetap terjaga secara konsisten.

 

“Langkah evaluasi dan penguatan pengawasan menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada perluasan program, tetapi juga memastikan kualitas tata kelola berjalan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan,” tegas Presiden Prabowo.

 

Sebelumnya, pemerintah memutuskan melakukan efisiensi anggaran program MBG tahun 2026 dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Meski demikian, pemerintah memastikan pengurangan anggaran tersebut tidak akan mengurangi kualitas maupun cakupan pelayanan program.

 

Dengan penyempurnaan yang terus dilakukan, program MBG diharapkan mampu menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing di masa depan.

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi

September 22, 2026

Kementan Antisipasi Kekeringan, Guna Menjaga Produktivitas Perkebunan dan Kebijakan Swasembada Pangan

September 22, 2026

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi Oleh Arga Septian Menjelang dua tahun…

Kementan Antisipasi Kekeringan, Guna Menjaga Produktivitas Perkebunan dan Kebijakan Swasembada Pangan

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Kementan Antisipasi Kekeringan, Guna Menjaga Produktivitas Perkebunan dan Kebijakan Swasembada Pangan Jakarta, Kementerian Pertanian (Kementan)…

Gus Adnan Bongkar Kunci Santri Masa Depan di PPSN VI: Jadilah Ulama yang Intelek, Bukan Intelek yang Tahu Agama Saja!

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Santri tingkat Ulya Satuan Pendidikan Salafiyah Kajian Kitab Kuning Pondok Pesantren Tahfidz Alishlah DKI Jakarta…

Jangan Lagi Biarkan OPM Menebar Teror di Tanah Papua

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Jangan Lagi Biarkan OPM Menebar Teror di Tanah Papua Oleh : Loa Murib Tanah Papua…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.