• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»MBG Dorong Pemerataan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pemberdayaan UMKM

MBG Dorong Pemerataan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pemberdayaan UMKM

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 30 October 2025

MBG Dorong Pemerataan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pemberdayaan UMKM

Jakarta — Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Pemerintah kini semakin menunjukkan dampak ganda: tidak hanya memperbaiki status gizi anak dan keluarga di seluruh Indonesia, namun juga memberikan dorongan nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

 

 

 

 

Dengan sinergi antarlembaga negara, program ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

 

 

 

 

Sebagai program prioritas nasional, MBG menghadirkan model pembangunan yang menggabungkan intervensi sosial dan ekonomi. Dari data terkini, MBG telah memperluas cakupannya dengan berdampak langsung kepada rantai pasok bahan pangan lokal dan skema kemitraan dengan UMKM di berbagai daerah.

 

 

 

 

Kapasitas program yang berskala besar, dengan alokasi anggaran ratusan triliun rupiah, memperkuat tekad Pemerintah dalam menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.

 

 

 

 

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menegaskan pentingnya peran pelaku UMKM dalam ekosistem MBG.

 

 

 

 

“Sebab, UMKM di seluruh Indonesia banyak yang terlibat sebagai pemasok kebutuhan ribuan dapur umum MBG,” ujar Maman.

 

 

 

 

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa langkah ini merupakan strategi pemerintah untuk memperkuat kapabilitas usaha mikro agar dapat naik kelas dan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

 

 

 

 

“Kami senantiasa mengajak seluruh instansi terkait untuk berkolaborasi menumbuhkan perekonomian rakyat dan mencari solusi terbaik bagi kebutuhan UMKM Indonesia,” tambah Maman.

 

 

 

 

Sementara itu, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), melihat MBG sebagai instrumen yang memperluas manfaat sosial ke ekonomi produktif warga.

 

 

 

 

“Program ini dirancang untuk memastikan kecukupan gizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak. Namun, dampaknya tidak berhenti di sana. Program ini juga berperan penting dalam meningkatkan ketahanan pangan, menciptakan lapangan pekerjaan, serta memberi ruang bagi UMKM lokal untuk berkembang,” kata Ipul.

 

 

 

 

Ia menegaskan bahwa sekitar 80 persen anggaran program dialokasikan untuk pembelian bahan baku dari UMKM lokal, sehingga manfaat ekonomi langsung dirasakan di tingkat desa dan kelurahan.

 

 

 

 

Di sisi pengaturan dan pengawasan kualitas, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa lembaganya terus memperkuat mekanisme operasional MBG.

 

 

 

 

“Badan Gizi Nasional fokus melaksanakan tugas yang diemban,” ujar Dadan.

 

 

 

 

Ia menambahkan bahwa hal ini mencerminkan kesungguhan pemerintah dalam menjaga integritas proses sekaligus memaksimalkan dampak positif program MBG.

 

 

 

 

“Keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci agar manfaat ekonomi dirasakan secara menyeluruh,” jelas Dadan.

 

 

 

 

Secara konkret, keterlibatan UMKM dalam MBG terbukti meningkatkan permintaan stabil akan bahan baku lokal—mulai dari petani, nelayan, hingga pengusaha pengolahan kecil—memberikan efek pengganda (multiplier effect) terhadap ekonomi daerah.

 

 

 

 

Di beberapa wilayah, pelaku UMKM yang dihubungkan ke program ini melaporkan kenaikan omzet dan akses pasar yang lebih jelas. Kebijakan ini selaras dengan visi pemerintahan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

 

 

 

 

Dengan semangat kolaborasi lintas kementerian, Pemerintah terus memperkuat model pemberdayaan UMKM melalui MBG. Strategi ini menegaskan komitmen untuk membawa manfaat langsung kepada masyarakat serta memperkokoh fondasi ekonomi nasional. Melalui langkah-langkah konkret ini, Pemerintah menunjukkan bahwa pemerataan pertumbuhan ekonomi bukan sekadar jargon, tetapi sebuah arah kebijakan yang nyata dan berkelanjutan.***

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

September 1, 2026

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

September 1, 2026

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran JAKARTA — Pemerintah terus membenahi Data…

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional  Oleh: Melki Nursahid  Indonesia sedang memasuki fase penting dalam pembangunan ekonomi. Transformasi energi tidak lagi sekadar agenda untuk mengurangi emisi, tetapi telah menjadi bagian strategis dari upaya memperkuat kedaulatan energi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, serta membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru. Di tengah potensi sumber daya alam yang melimpah, kebijakan pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan patut dipandang sebagai langkah visioner menuju ekonomi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas energi terbarukan sebagai fondasi ketahanan energi nasional. Target pengembangan energi surya hingga 100 GW menjadi gambaran besarnya ambisi pemerintah dalam membangun sistem energi yang semakin kuat. Pernyataan Presiden bahwa dengan kapasitas 100 GW Indonesia dapat menjadi bangsa yang benar-benar berdiri di atas kaki sendiri menunjukkan bahwa energi dipandang sebagai bagian integral dari kedaulatan nasional. Pandangan tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia ke depan. Pertumbuhan penduduk, industrialisasi, digitalisasi, dan peningkatan aktivitas ekonomi akan membutuhkan pasokan energi yang semakin besar. Karena itu, ketahanan energi tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menyediakan energi pada hari ini, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan ketersediaannya dalam jangka panjang dengan biaya yang kompetitif dan sumber yang berkelanjutan. Target pengembangan energi surya tersebut tentu membutuhkan terobosan, investasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pengembangan PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat kedaulatan energi nasional. Strateginya pun tidak bertumpu pada satu model, melainkan memanfaatkan potensi berbagai wilayah melalui PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga pemanfaatan energi surya untuk kawasan industri dan kegiatan produktif. Pendekatan tersebut penting karena Indonesia memiliki karakter geografis yang sangat beragam. Potensi energi surya dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah. PLTS terapung, misalnya, dapat memanfaatkan badan air tanpa harus mengorbankan lahan produktif. Sementara PLTS atap dapat mendorong masyarakat, dunia usaha, dan institusi untuk ikut menjadi bagian dari ekosistem energi bersih. Lebih jauh, pengembangan energi terbarukan harus dilihat sebagai kebijakan ekonomi, bukan semata-mata kebijakan energi. Investasi di sektor energi bersih berpotensi menciptakan rantai ekonomi baru, mulai dari pembangunan pembangkit, manufaktur komponen, jasa konstruksi, pengembangan teknologi, hingga pemeliharaan infrastruktur. Semakin besar ekosistem yang terbentuk di dalam negeri, semakin besar pula peluang Indonesia memperoleh nilai tambah. Yang tidak kalah penting, transisi energi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran PLTS Pulau Sembur, sebagaimana disampaikan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, menjadi contoh bahwa pengembangan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan penguatan koperasi dan pertumbuhan ekonomi desa. Artinya, energi bersih tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur, tetapi dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi di tingkat lokal.…

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan Oleh: Miftakhul Jannah Investasi hijau…

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional Jakarta – Pemerintah terus mendorong ekonomi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.