• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Masyarakat Papua Wajib Mewaspadai KST

Masyarakat Papua Wajib Mewaspadai KST

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 11 February 2023

Masyarakat Papua Wajib Mewaspadai KST

Oleh : Rebecca Marian

Masyarakat di daerah rawan Papua seperti Intan Jaya wajib mewaspadai serangan Kelompok Separatis dan Teroris (KST) karena lebih sering terjadi daripada di wilayah lain.

Kewaspadaan dan kesigapan wajib ditingkatkan dan ketika ada penyerangan, warga diharap kooperatif dan langsung melapor ke kantor polisi. Namun mereka tak perlu sampai khawatir berlebihan karena penjagaan dari aparat keamanan terus dilakukan.

Di Papua, gangguan dari KST sangat meresahkan. Mereka dengan gencar melakukan berbagai aksi keji kepada warga sipil Papua, mulai dari pamer senjata api sampai ke penembakan yang berujung pembunuhan. Bahkan KST juga nekat menyerang aparat terlebih dahulu, padahal sudah jelas kalah pengalaman dan persenjataan.

Terbaru, KST Papua membakar Pesawat Susi Air dengan nomor penerbangan SI 9368 dibakar teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua Tengah. Kejadian itu terjadi pada 7 Februari 2023. Tidak hanya itu, KST juga menyandera para penumpang termasuk sang pilot Captain Philips M, yang merupakan warga negara (WN) Selandia Baru.

Memang selama ini ada beberapa daerah yang rawan penyerangan KST seperti Intan Jaya. Oleh sebab itu, masyarakat diharap mewaspadai KST agar tidak menjadi korban berikutnya. Namun warga diimbau tidak terlalu khawatir karena penjagaan dari aparat keamanan juga meningkat, karena tugas aparat untuk melindungi rakyat.

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menyatakan bahwa di pengujung Desember 2022 dan di awal Januari 2023 masih ada juga gangguan dari KST. khususnya di Yahukimo ini sekali terjadi, dan berulang kali terjadi di Pegunungan Bintang.

Daerah-daerah di Papua yang menjadi atensi Polda Papua terkait gangguan keamanan oleh KST, di antaranya Pegunungan Bintang, Yahukimo, Nduga, Kabupaten Puncak, Dogiyai, Paniai, Intan Jaya, dan Kota Jayapura.

Irjen Mathius D Fakhiri melanjutkan, polisi akan melakukan tindakan tegas terukur terhadap KST. Kekuatan polisi di Pegunungan Bintang telah dipertebal dengan adanya Satgas Damai Cartenz dan Satuan Brimob Polda Papua. Tim ini bertugas mengejar KST.
Kewaspadaan warga Papua yang berada di daerah rawan wajib ditingkatkn karena ada peningkatan serangan KST pada tahun 2022. Menurut data dari Kepolisian Daerah Papua, sepanjang tahun 2022 ada 53 korban jiwa akibat serangan KST. Mereka terdiri dari warga sipil dan aparat keamanan. Hal ini dinyatakan oleh Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri.
Sedangkan tahun 2021 ada 44 korban jiwa akibat serangan KST. Bertambahnya korban tentu sangat miris karena mayoritas dari mereka adalah warga sipil. Oleh karena itu mereka, terutama yang bermukim di daerah rawan, diharap untuk meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat tak usah khawatir berlebihan akan serangan KST meski mereka berada di daerah rawan seperti Intan Jaya. Memang ada potensi penyerangan tetapi pengamanan dari aparat juga makin diperketat dan jumlah anggota Satgas Damai Cartenz juga ditambah. Mereka berusaha keras menjaga rakyat Papua agar aman dari serangan apapun, termasuk KST.
Sementara itu, deputi V KSP (Kantor Staf Presiden) bidang Hukum, Keamanan, dan HAM Jaleswari Pamodhowardani menjelaskan bahwa KST sangat brutal, oleh karena itu aparat harus bertindak dan melakukan penegakan hukum secara tuntas pada KST.
Jaleswari menambahkan, KST pantas ditangkap karena mereka mengganggu masyarakat sipil, terutama di daerah rawan. Mereka juga merusak fasilitas umum dan fasilitas kesehatan. Oleh karena itu penangkapan KST oleh aparat didukung penuh, baik oleh pemerintah maupun rakyat.
Aparat memang selalu siaga di Papua, terutama di daerah-daerah rawan. Tujuannya bukan untuk ‘menyulapnya’ jadi daerah operasi militer, tetapi untuk menjaga keamanan masyarakat di Bumi Cendrawasih. Selain aparat yang biasanya bertugas, mereka sangat terbantu oleh Satgas Nemangkawi yang memang khusus diterjunkan untuk memburu anggota KST.
Satgas Nemangkawi memang turun langsung untuk mencari markas KST, karena mereka bergerilya sampai tengah hutan belantara dan pegunungan. Kondisi geografis Papua yang masih hijau menguntungkan mereka untuk bersembunyi. Sehingga KST harus sangat teliti untuk menemukan markas KST, apalagi markasnya tidak hanya 1 tetapi banyak dan berpencar-pencar.
Dalam siaran pers Humas Satgas Nemangkawi disebutkan bahwa tim gabungan TNI dan Polri berhasil memetakan tempat-tempat persembunyian anggota KST. Lokasinya tidak hanya di Intan Jaya, tetapi juga di Distrik Iwika, Mimika, dan daerah-daerah lain. Dengan pemetaan ini maka penangkapan akan lebih terstruktur dan diprediksi berhasil 100%.
Aparat gabungan TNI dan Polri memang ditugaskan untuk membantu Satgas Nemangkawi dalam penangkapan KST. Tujuannya agar keamanan warga benar-benar terjaga. Jangan sampai KST lolos dan menembaki warga sipil dan terjadi tragedi lagi karena banyaknya korban.
Warga di daerah-daerah rawan Papua diharap untuk meningkatkan kewaspadaan karena serangan KST makin brutal tiap tahun. Namun mereka tak perlu curiga berlebihan atau paranoid, karena aparat keamanan makin meningkatkan kinerjanya. KST makin diburu agar kelompok separatis tersebut tidak lagi mengganggu rakyat di Bumi Cendrawasih.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Jakarta

 

 

 

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 25, 20260

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat JAKARTA — Sektor hulu minyak dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.