• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Masyarakat Menyambut Positif Penegakan Hukum di Papua

Masyarakat Menyambut Positif Penegakan Hukum di Papua

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 28 May 2021

Oleh : Abner Wanggai

Penegakan hukum di Papua berusaha dilakukan oleh aparat dengan seadil-adilnya. Hal ini dimaksudkan untuk keselamatan rakyat Papua. Ketika ada kelompok separatis, maka akan dituntaskan pencariannya. Tujuannya agar tercipta perdamaian di Bumi Cendrawasih.

Indonesia adalah negara hukum, dan penegakannya berlaku di seluruh wilayah. Dalam artian, penegakan hukum dan peraturan yang adil tak hanya dilakukan di Jakarta atau kota-kota besar di Jawa.

Namun juga dilakukan di Papua. Karena di seluruh provinsi di Indonesia, harus ada penegakan hukum, agar tercipta rasa aman dan juga keadilan bagi seluruh rakyat di sana.

Setelah dinyatakan sebagai kelompok teroris, maka KKB diburu terus oleh Satgas Nemangkawi. Mengapa KKB? Karena kelompok bersenjata ini sudah mencederai rakyat Papua, baik secara fisik maupun mental. Sehingga warga sipil hidup dalam bayang-bayang ketakutan karena mereka diancam terus oleh KKB.

Satgas Nemangkawi yang terdiri dari pasukan gabungan TNI dan Polri, terus merangsek ke daerah Ilaga, Puncak, karena di daerah itu memang rawan konflik dan dikabarkan banyak anggota KKB yang bersembunyi di sana. Penyerbuan sudah beberapa kali dilakukan dan membuahkan hasil yang positif.

Tanggal 21 mei 2021 terjadi lagi baku tembak antara Satgas Nemangkawi dan mengakibatkan 1 anggota KKB kena muntahan pelor dan kehilangan nyawa. Ia diketahui sebagai anggota dari kelompok Lekagak Telenggen. Kelompok ini juga berbahaya, selain Sabius Walker cs, karena tak jarang menembak warga sipil terlebih dahulu.

Dalam peristiwa tersebut, memang tak banyak anggota KKB yang tertangkap. Namun ini sudah merupakan sebuah prestasi. Penyebabnya karena posisi KKB makin terjebak, setelah salah satu markasnya diketahui oleh Satgas Nemangkawi. Jika anggota Satgas makin ditambah, maka bisa-bisa seluruh anggota KKB pimpinan Lekagak akan cepat tertangkap.

KKB memang memiliki beberapa markas untuk bersembunyi dari kejaran petugas. Mereka sengaja bersembunyi di hutan belantara atau perbukitan, agar bebas dari penangkapan. Namun mereka tak bisa tenang karena Satgas Nemangkawi sedang on fire dalam memberantas KKB.

Saat ada pemberantasan KKB maka masyarakat sangat mengapresiasi, karena mereka tak mau lagi hidup di bawah ancaman kelompok separatis tersebut. Warga sipil sudah lelah karena terus disuruh untuk ikut Papua merdeka dan membangun Republik Federal Papua Barat. Mereka juga tak mau mengibarkan bendera bintang kejora karena cinta NKRI.

Masyarakat juga mendukung penuh penegakan hukum terhadap anggota KKB, karena itu sudah masuk ranah tindakan kriminal. KKB sudah bertindak di luar batas dengan membakar gedung sekolah dan membunuh 2 orang guru.

Sehingga melakukan pembunuhan berencana dan perusakan fasilitas umum. Jika tertangkap, maka mereka bisa mendapat hukuman maksimal seumur hidup.

Penegakan hukum terhadap KKB memang harus dilakukan sebagai efek jera, agar anggota mereka yang belum tertangkap akan pikir-pikir ketika akan menyerang aparat atau menakut-nakuti penduduk lagi. Karena saat ini aparat sudah sangat saklek dan melakukan tindakan tegas terukur pada anggota KKB, agar tak lagi membuat onar di Bumi Cendrawasih.

Masyarakat mendukung penuh aparat yang melakukan tindakan tegas terukur, karena ini bukanlah pelanggaran hak asasi. Melainkan cara yang paling efektif agar mereka tak berani lagi mengganggu perdamaian di Papua. Ini adalah cara terakhir, karena mereka tak bisa diajak diskusi secara baik-bak.

Penegakan hukum di Papua harus dijalankan dengan seadil-adilnya. Tujuannya agar tak ada lagi pihak yang mengacaukan harmoni di Bumi Cendrawasih, termasuk kelompok separatis. KKB harus diberantas sampai tuntas dan markas-markasnya selalu diserbu oleh Satgas Nemangkawi, agar mereka tak lagi membuat kekacauan di Papua.

Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Mahasiswa Papua Diimbau Kedepankan Dialog demi Stabilitas dan Kelanjutan Pembangunan

July 2, 2026

Dialog DPR dengan Mahasiswa Dinilai Langkah Cerdas Redam Ketegangan Politik

July 2, 2026

Mahasiswa Papua Diimbau Kedepankan Dialog demi Stabilitas dan Kelanjutan Pembangunan

By Kata IndonesiaJuly 2, 20260

Mahasiswa Papua Diimbau Kedepankan Dialog demi Stabilitas dan Kelanjutan Pembangunan Jayapura – Kalangan mahasiswa di…

Dialog DPR dengan Mahasiswa Dinilai Langkah Cerdas Redam Ketegangan Politik

By Kata IndonesiaJuly 2, 20260

Dialog DPR dengan Mahasiswa Dinilai Langkah Cerdas Redam Ketegangan Politik Jakarta – Langkah pimpinan…

Mahasiswa sampai Anak Desa, Presiden Mendengar Aspirasi Bangsa 

By Kata IndonesiaJuly 2, 20260

Mahasiswa sampai Anak Desa, Presiden Mendengar Aspirasi Bangsa  Oleh: Ganesh Lepen Wengi *) Demonstrasi mahasiswa selalu memiliki tempat penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Mahasiswa seringkali menjadi kelompok pertama yang menangkap kegelisahan publik, mengartikulasikan persoalan bangsa, sekaligus mendorong lahirnya berbagai pembaruan kebijakan. Karena itu, kehadiran aksi mahasiswa adalah bagian dari mekanisme koreksi dalam negara demokrasi. Namun demikian, kualitas demokrasi tidak hanya diukur dari seberapa bebas masyarakat menyampaikan kritik. Demokrasi juga diukur dari sejauh mana pemerintah bersedia mendengarkan, membuka ruang dialog, dan menerjemahkan berbagai aspirasi menjadi kebijakan yang lebih baik. Pada titik inilah dinamika demokrasi Indonesia hari ini layak diapresiasi. Belakangan berbagai aksi mahasiswa mengangkat isu mulai dari kondisi ekonomi, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga Koperasi Desa Merah Putih. Aspirasi tersebut merupakan hak konstitusional yang patut dihormati. Yang menarik, pemerintah tidak memilih jalan penolakan ataupun pembatasan ruang berekspresi. Sebaliknya, berbagai kritik justru dijawab melalui evaluasi kebijakan, penyempurnaan program, hingga penguatan koordinasi lintas kementerian. Direktur Eksekutif Kata Rakyat, Alwan Ola Riantobi, menilai salah satu indikator penting pemerintahan yang demokratis adalah kesediaannya menerima kritik dan membuka ruang dialog. Menurutnya, pemerintah tidak menutup diri terhadap demonstrasi mahasiswa, bahkan melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang menjadi sorotan publik, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang kini memasuki fase pembenahan tata kelola dan mitigasi. Ia juga menilai berbagai respons pemerintah terhadap pelemahan rupiah dan dinamika pasar menunjukkan bahwa kritik masyarakat dijadikan salah satu bahan dalam penyusunan langkah kebijakan. Lebih jauh, Presiden Prabowo Subianto sendiri memberikan gambaran menarik mengenai bagaimana pemerintah memandang aspirasi masyarakat. Dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia, Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mendengarkan masukan para profesor maupun akademisi, tetapi juga memperhatikan usulan masyarakat biasa, termasuk anak-anak desa yang menyampaikan aspirasi melalui media sosial seperti TikTok. Menurut Presiden, teknologi justru memungkinkan pemerintah mengetahui persoalan hingga ke pelosok daerah dan menindaklanjutinya secara lebih cepat.…

Ekonom Ajak Mahasiswa Sikapi Isu Ekonomi Secara Objektif

By Kata IndonesiaJuly 2, 20260

Ekonom Ajak Mahasiswa Sikapi Isu Ekonomi Secara Objektif Oleh : Aditia Rahman Perkembangan ekonomi nasional…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.