• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Gaya Hidup»Otomotif»Masyarakat Bersatu Mendukung Suksesnya Gelaran World Water Forum ke-10 di Bali

Masyarakat Bersatu Mendukung Suksesnya Gelaran World Water Forum ke-10 di Bali

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 16 May 2024

Masyarakat Bersatu Mendukung Suksesnya Gelaran World Water Forum ke-10 di Bali

Bali – Masyarakat Indonesia menyatakan dukungan penuh kesuksesan acara WWF di Bali. Forum ini menjadi platform penting dalam rangka merangkul kolaborasi global untuk mengatasi tantangan air di seluruh dunia.

Pemerintah Indonesia, bersama dengan para pemangku kepentingan lokal dan internasional, telah bekerja keras untuk mempersiapkan acara tersebut. Bali dipilih sebagai tuan rumah tidak hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena peran strategisnya dalam isu-isu air global.

Dari total jumlah air di dunia, hanya sekitar 2% air tawar yang dapat dimanfaatkan dan paling banyak penggunaannya dihabiskan untuk mandi. Sementara itu, di Indonesia sendiri, kondisi air bersih masih belum memuaskan. Sumber air banyak tercemar oleh limbah industri, septic tank, limbah micro hingga nano-plastic. Oleh sebab itu, Indah Murwani, selaku dosen Fakultas Teknobiologi UAJY berharap Forum Air Dunia di Bali dapat menghasilkan komitmen bersama terkait pengelolaan air yang semakin baik.

“Kita harus terus mendukung penyelenggaraan WWF 2024, karena forum ini melibatkan banyak negara sehingga nantinya akan tercapai sebuah komitmen bersama untuk pengelolaan air yang lebih baik dan air dapat diakses secara menyeluruh ke depannya,” ujar Indah saat ditemui di Nusa Dua Bali.

Para tokoh masyarakat dan aktivis lingkungan juga telah diajak untuk ikut berkomitmen mendukung forum ini. Karena bagaimana pun juga seluruh elemen bangsa memiliki peran strategis dalam menyukseskan perhelatan internasional tersebut, baik dari sisi penyelenggaraan maupun mendukung penyebarluasan informasi terkait kebijakan dan agenda prioritas forum.

Kepala Biro Humas Kementerian Sekretariat Negara, Eddy Cahyono Sugiharto mengungkapkan bahwa kepemimpinan Indonesia dalam the 10th World Water Forum menunjukkan secara nyata peran aktif Indonesia dalam pergaulan dunia, yang sejalan dengan amanat pembukaan UUD 1945. Terlebih urusan menyangkut air merupakan hal yang sangat krusial dan menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.

“Mei ini Indonesia mendapatkan kesempatan untuk menggelar WWF. Bukan sekedar event akan tetapi lebih mengedepankan peran strategis Indonesia yang fokus mengatasi permasalahan pengelolaan sumber daya air di tengah krisis global dan perubahan iklim sebagai tantangan tersendiri yang membutuhkan perhatian seluruh pemangku kepentingan untuk menyukseskan tidak hanya agenda tetapi juga kemanfaatan praktis bagi masyarakat,” tutur Eddy

Forum ini diharapkan akan menjadi ajang untuk bertukar ide, menyoroti tantangan global terkait air, dan merumuskan solusi inovatif untuk masa depan yang berkelanjutan. Peserta dari berbagai kalangan, termasuk perwakilan dari pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan LSM, diharapkan akan hadir untuk berpartisipasi dalam diskusi dan membangun jaringan yang kuat.

***

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

September 29, 2026

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

September 29, 2026

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana Oleh: Miftah Hizyan Agenda pendidikan nasional…

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan Oleh: Rizky Adi Perman Perluasan…

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi Oleh : Yohanes Wandikbo Pendidikan merupakan…

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda 

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda  Oleh: Yusuf Rinaldi Program Magang Nasional yang diperluas pemerintah menjadi 150 ribu peserta pada 2026 menunjukkan upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring profesional, dan memperbesar peluang masuk ke pasar kerja formal di tengah persaingan memperoleh pekerjaan yang semakin ketat. Sejak 2025, pemerintah membuka Program Magang Nasional dengan target 100 ribu peserta. Pada 2026, kuotanya diperluas menjadi 150 ribu peserta. Program berlangsung selama enam bulan dengan fasilitas pelatihan, pendampingan mentor, sertifikat, jejaring profesional, serta uang saku yang ditanggung pemerintah. Besaran uang saku mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota di lokasi pemagangan dan dibayarkan setiap bulan berdasarkan jumlah hari yang diperhitungkan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan perluasan program tersebut dilakukan secara bertahap dan tetap disertai evaluasi terhadap pelaksanaan setiap angkatan. Pada batch pertama terdapat 46.160 peserta, sedangkan batch kedua menetapkan 40.962 peserta. Pemerintah kemudian menyiapkan batch ketiga dengan sekitar 62 ribu peserta untuk memenuhi target 150 ribu peserta pada 2026. Pendaftaran penyelenggara disiapkan sejak September, seleksi peserta pada Oktober, dan pelaksanaan batch ketiga ditargetkan dimulai pada November. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pemagangan benar-benar memberikan kesempatan kepada peserta meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja, membangun portofolio, serta memperluas jejaring. Untuk batch ketiga, pemerintah juga mengubah skema penempatan dengan menempatkan seluruh peserta di perusahaan, tanpa kementerian dan lembaga pemerintah. Dari perspektif ekonomi, pemberian uang saku selama enam bulan memberikan dukungan bagi lulusan baru yang berada dalam masa transisi dari pendidikan menuju pekerjaan. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta mendapatkan tunjangan yang disesuaikan dengan upah minimum daerah. Pemerintah juga memberikan fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 ditanggung pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2026 yang berlaku hingga Desember 2026. Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam melihat keberlanjutan program. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyampaikan bahwa sekitar 30 ribu dari 60 ribu alumni Magang Nasional 2025 yang menjalani pemagangan di industri telah bekerja tiga bulan setelah menyelesaikan program. Tingkat penyerapan tersebut meningkat dari sekitar 30 persen ketika peserta baru menyelesaikan masa pemagangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.