• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Masyarakat Beradab Tak Hujat Pemimpin, Pentingnya Saling Menghargai dalam Kesantunan

Masyarakat Beradab Tak Hujat Pemimpin, Pentingnya Saling Menghargai dalam Kesantunan

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 5 September 2024

Masyarakat Beradab Tak Hujat Pemimpin, Pentingnya Saling Menghargai dalam Kesantunan

Oleh : Rere Gunawan

Masyarakat yang beradab tidak akan pernah menghujat pemimpinnya dan senantiasa mencerminkan sikap saling menghargai dalam kesantunan. Hal tersebut menunjukkan bagaimana adat nilai-nilai ketimuran yang memang identik dengan bangsa Indonesia.

Cerminan masyarakat beradab yakni mereka yang mampu senantiasa terus menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk kemampuan untuk berperilaku santun, utamanya ketika berhadapan dengan pemimpin.

Meski terkadang terdapat perbedaan pandangan atau kebijakan yang kurang setuju, namun hendaknya masyarakat yang beradab itu tidak akan pernah menghujat atau bahkan mencaci maki pemimpin mereka.
Pasalnya, dengan menghujat justru hanya akan merendahkan diri sendiri dan semakin merusak hubungan sosial dalam tatanan masyarakat. Sebaliknya, dengan memiliki cara-cara yang lebih bijaksana dan konstruktif dalam menyampaikan kritik, maka akan terwujud stabilitas bangsa.
Akhir-akhir ini, terdapat sebuah upaya dari segelintir kelompok atau pihak yang sama sekali tidak bertanggung jawab berusaha untuk mendiskreditkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) beserta keluarganya.
Salah satu yang menjadi sasaran yakni adanya tudingan kepada Kaesang Pangarep, yang dituduh menerima gratifikasi dalam bentuk penggunaan pesawat jet pribadi untuk pergi ke Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu bersama istrinya. Bukan hanya itu, namun Kaesang juga dituding sempat menghilang dan tidak kunjung melakukan klarifikasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait hal tersebut.
Jelas sekali bahwa seluruh tudingan tersebut tersebar tanpa ada dasar yang jelas, dan menjadi contoh dari perilaku tidak beradab yang sangat merusak kepercayaan publik dan mengganggu keharmonisan masyarakat.
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (Ketum PSI) itu sama sekali tidak memiliki kewajiban untuk melakukan klarifikasi apapun kepada KPK, apalagi terkait dengan tudingan gratifikasi karena memang dia bukan pejabat publik atau penyelenggara negara.
Maka sudah jelas bahwa secara hukum dia tidak terkait dengan seluruh hal tersebut. Lebih dari itu, adanya berita bahwa Kaesang menghilang sendiri sama sekali tidak benar, karena sejak tanggal 28 Agustus 2024 lalu dia sudah berada di Jakarta dan langsung terlibat dalam berbagai kegiatan di Kantor DPP PSI untuk memimpin agenda rapat.
Terbukti, bahwa pada hari Rabu (4/9) sore hari, dirinya tiba di Kantor DPP PSI Jakarta Pusat. Kemunculannya sebagai bukti nyata bahwa memang Ketum PSI itu sebenarnya sama sekali tidak menghilang sebagaimana isu yang beredar di media sosial.
Secara terpisah, Sekjen PSI, Raja Juli Antoni juga menegaskan sekaligus membantah keras berita miring yang menceritakan bahwa seolah Kaesang menghilang, padahal nyatanya sudah berada di Jakarta sejak 28 Agustus 2024.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman menilai bahwa KPK sama sekali tidak perlu melakukan panggilan kepada Ketum PSI itu karena memang dirinya sama sekali bukan sebagai penyelenggara negara.
Dengan demikian, menjadikan tidak ada keterikatan dengan aturan sebagaimana yang berlaku untuk para pejabat publik. Kaesang tetap saja seorang yang swasta, sehingga misalnya dia hendak menyewa jet pribadi sekalipun, maka seluruhnya menjadi hak miliknya dan tidak perlu ada KPK di sana.
Senada, Wali Kota Medan, Bobby Nasution juga turut mengkiritk dan menanyakan balik mengapa KPK hendak melakukan panggilan kepada Kaesang untuk berklarifikasi padahal statusnya sama sekali bukan sebagai pejabat publik.
Adanya penyebaran isu tersebut tidak hanya merupakan upaya serangan secara personal saja, tetapi juga berupaya untuk menciptakan ketidakpercayaan di tengah masyarakat. Karena menjadikan Kaesang yang sebenarnya memiliki hak sebagai warga negara untuk beraktivitas tanpa dipermasalahkan, namun mendapatkan tuduhan tidak berdasar.
Berbicara mengenai masyarakat beradab, hendaknya mampu terus menjaga kehormatan dan martabat dengan tidak menghujat pemimpin ataupun keluarganya dan siapapun dengan tuduhan yang tidak berdasar.
Sebagai masyarakat beradab, seharusnya mampu memahami bahwa kritik hendaknya disampaikan secara konstruktif, dan bukan justru melalui hujatan atau fitnah, karena sikap demikian hanya menunjukkan ketidakintegritasannya seseorang.
Masyarakat yang beradab tidak akan menghujat pemimpin termasuk siapapun, apalagi dengan menggunakan tuduhan yang sama sekali tidak berdasar. Terlebih, sejauh ini memang seluruh tuduhan terhadap Kaesang Pangarep sama sekali tidak terbukti kebenarannya, dan penyebaran berita hoaks itu hanya menciptakan sebuah kegaduhan yang tidak perlu terjadi sebenarnya.
Sebaliknya, masyarakat yang bijak akan selalu mengedepankan kesantunan dan saling menghargai dalam berinteraksi, utamanya dalam menjalankan kritik terhadap pemimpin. Kesantunan dan saling menghargai sendiri bukan hanya sebagai tanda masyarakat beradab, tetapi juga kunci penting untuk menjaga keharmonisan sosial, persatuan dan stabilitas negara.
Dalam suasana politik yang semakin kompleks, terlebih menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 seperti sekarang ini, maka sikap saling menghargai dalam kesantunan adalah menjadi landasan sangat penting untuk dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh warga negara.

)* Penulis adalah Pengamat Isu Politik

Kiai Kampung Geram! Seruan Tolak LPJ PBNU Viral di Grup WhatsApp, Singgung Nasib 100 Juta Warga NU

August 21, 2026

Pemerintah Targetkan BUMN Lebih Ramping, Sehat, dan Produktif pada Akhir 2026

August 21, 2026

Kiai Kampung Geram! Seruan Tolak LPJ PBNU Viral di Grup WhatsApp, Singgung Nasib 100 Juta Warga NU

By Kata IndonesiaAugust 21, 20260

Jelang gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang rencananya bertempat di Tambakberas, Jombang, suhu politik di…

Pemerintah Targetkan BUMN Lebih Ramping, Sehat, dan Produktif pada Akhir 2026

By Kata IndonesiaAugust 21, 20260

Pemerintah Targetkan BUMN Lebih Ramping, Sehat, dan Produktif pada Akhir 2026 Jakarta – Pemerintah terus…

GERBANG TOLL PBNU MANDATARIS MUKTAMAR KE-34 LAMPUNG

By Kata IndonesiaAugust 21, 20260

GERBANG TOLL: GERAKAN BARENG TOLAK LPJ PBNU. Saya: HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy. Cicit Sayyid…

Sekolah Rakyat Menjadi Wujud Nyata Asta Cita dalam Membangun Manusia Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 21, 20260

Sekolah Rakyat Menjadi Wujud Nyata Asta Cita dalam Membangun Manusia Indonesia  Oleh: Aziz Rahman Program Sekolah Rakyat kian menunjukkan bagaimana agenda Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diterjemahkan ke dalam kebijakan nyata pembangunan manusia. Pendidikan ditempatkan bukan hanya sebagai sarana memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai instrumen untuk memperluas kesempatan, memutus rantai kemiskinan, dan memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki ruang yang lebih besar untuk menentukan masa depan. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pentingnya percepatan pembangunan Sekolah Rakyat karena program tersebut merupakan prioritas pemerintah. Dalam koordinasi lintas kementerian pada Mei 2026, Dody menyebut rata-rata progres fisik pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 93 lokasi telah mencapai 62,63 persen dan pemerintah menargetkan penyelesaian agar fasilitas dapat segera difungsikan. Ia juga menekankan bahwa dirinya turun langsung ke lapangan bukan hanya untuk memantau, tetapi sekaligus mencari solusi atas persoalan teknis yang muncul. Sikap tersebut memperlihatkan karakter pemerintahan yang ingin memastikan program prioritas tidak berhenti pada perencanaan. Bahkan ketika menemukan pekerjaan yang terlambat, Dody memberikan teguran keras kepada kontraktor pembangunan Sekolah Rakyat di Mamuju pada awal Agustus 2026. Teguran itu penting dibaca sebagai bentuk pengawasan dan keberpihakan pada kepentingan publik: percepatan harus berjalan bersama mutu, keselamatan, dan kepastian manfaat bagi peserta didik. Di sisi lain, pembangunan Sekolah Rakyat DKI Jakarta yang digarap Hutama Karya telah memasuki tahap pemanfaatan pada tahun ajaran 2026/2027, dengan 240 siswa bergabung pada gelombang pertama. Dari Papua, dukungan terhadap program ini memperlihatkan bahwa pemerataan pendidikan tidak boleh berhenti di pusat-pusat pertumbuhan. Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra sejak awal menyatakan kesiapan daerahnya mendukung Sekolah Rakyat. Pada tahap awal, Pemkab Biak Numfor mengusulkan revitalisasi aset Badan Diklat untuk dua rombongan belajar tingkat SMA dengan kapasitas 50 siswa, sekaligus menyiapkan lahan 10 hektare bagi pengembangan fasilitas jenjang SD dan SMP. Dalam perkembangannya, kapasitas pelaksanaan diperluas menjadi 100 siswa. Perkembangan terbaru semakin memperkuat arti penting dukungan daerah. Pada 1 Agustus 2026, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melakukan groundbreaking Sekolah Rakyat di Biak Numfor dan mengajak kepala daerah se-Tanah Papua mendukung program tersebut. Dengan demikian, Sekolah Rakyat di Papua bukan hanya proyek pendidikan, tetapi simbol bahwa kebijakan nasional dapat hadir secara nyata hingga wilayah timur Indonesia. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melengkapi gambaran tersebut dengan menempatkan ketepatan sasaran sebagai prinsip utama. Saat merespons kesiapan Biak Numfor, ia menegaskan bahwa program harus memprioritaskan anak dari keluarga penerima manfaat pada desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, terutama yang berada di sekitar lokasi sekolah. Pemerintah juga terus membangun koordinasi lintas kementerian agar pengelolaan program, kurikulum, tenaga pendidik, dan mutu pendidikan berjalan selaras. Data nasional menunjukkan skala kebijakan ini terus membesar. Hingga April 2026, Sekolah Rakyat telah menjangkau hampir 15.000 siswa di 166 lokasi yang tersebar di 36 provinsi, dengan dukungan lebih dari 2.500 tenaga pendidik dan kependidikan. Sebelumnya, pada Januari 2026, Presiden Prabowo meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang saat itu tersebar di 34 provinsi sekaligus melakukan groundbreaking 104 Sekolah Rakyat permanen. Perluasan cakupan hingga 36 provinsi menunjukkan program terus menjangkau wilayah yang lebih luas. Pada Juni 2026, ketika meninjau Sekolah Rakyat di Tabanan, Presiden kembali menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk keberpihakan negara kepada masyarakat yang paling membutuhkan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.