Oleh: Faisol Kusnandi (Netizen Kota Cirebon)
Malam ini pada debat calon presiden (21/1) terasa sangat panas karena banyak sekali sindir menyindir antara masing masing calon wakil presiden yang tampil pada malam ini. Dari mulai Gibran yang menyindir Cak Imin dan saling balas membalas hingga yang menurut penulis cukup panas adalah perdebatan antara Mahfud MD dengan Gibran Rakabuming.
.تَرْكُ الجَوَابِ عَلىَ الجَاهِلِ جَوَابٌ
Hal ini terjadi ketika Gibran mengeluarkan jurus ‘kotor’ nya, yakni menggunakan isilah istilah yang hanya dirinya yang tahu tentang hal tersebut dan bahkan beliau enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai istilah tersebut. Istilah yang dipakai adalah ‘greenflation’ yang menurut Gibran adalah inflasi hijau.
Setelah bertanya, Mahfud menjawab dengan baik dan lengkap. Namun, Gibran melakukan gimik mencari-cari sesuatu untuk menggambarkan dirinya yang sedang mencari jawaban dari Mahfud MD karena Gibran menganggap jawaban Mahfud tak sesuai. Saat ada waktu untuk menanggapi kembali, Mahfud MD menganggap bahwa omongan ini semua kosong dan tidak ada maknanya. Mahfud akhirnya tidak ingin menanggapi apapun dari Gibran karena beliau beranggapan bahwa penjelasan beliau tepat, namun Gibran selalu membantah tanpa logika.
Keputudan Mahfud MD untuk diam sesuai dengan pepatah Arab yang mengatakan “Tarkul jawab alal jaahil jawabun” (Tidak menjawab pertanyaan orang yang bodoh adalah suatu jawaban).
Hal ini sesuai karena diam adalah sebuah jawaban untuk menjawab pertanyaan bodoh yang dikeluarkan oleh orang yang bodoh. Jika terus dijawab maka debat menjadi tidak bermutu dan malah merambah ke ranah personal. Mahfud MD mencontohkan manner yang baik ketika berada dalam perdebatan dengan diam ketika debat sudah mulai menjalar kemana mana.