• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Layanan Kesehatan BIN Disambut Postif oleh Korban Gempa Cianjur

Layanan Kesehatan BIN Disambut Postif oleh Korban Gempa Cianjur

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 4 December 2022

Layanan Kesehatan BIN Disambut Postif oleh Korban Gempa Cianjur

Oleh : Mita Ramadhani

Gempa di Cianjur masih menyisakan duka bagi para korban yang mengungsi. Sulitnya akses jalan juga menjadi tantangan tersendiri bagi para relawan yang hendak mengirimkan bantuan ke beberapa daerah.

Terlebih masih ada beberapa daerah yang belum terjangkau oleh pelayanan kesehatan yang memadai.

Untuk itu, Badan Intelijen Negara (BIN) turun tangan dalam upaya pemberian layanan kesehatan oleh Tim Medis dari Medical Intelligence (MI) BIN kepada korban gempa di Desa Pameungpeuk, Cijedil, Kecamatan Cigunang, Kabupaten Cianjur.

Ketua Tim Dokter Medical Intelligence, Sri Wulandari mengatakan kehadiran tim medis MI BIN bertujuan untuk memberikan bantuan kepada para korban gempa yang memiliki kesulitan dalam mengakses sarana kesehatan.

Pihaknya melihat, selain membutuhkan dukungan untuk memenuhi masalah logistik dasar, para korban juga mempunyai persialan terkait kesehatan. Untuk itulah MI hadir melalui door to door.

Guna mengantisipasi kemungkinan tingkat kerawanan kesehatan korban, Tim MI BIN juga menyiagakan unit ambulance beserta dua orang dokter dan 7 orang tenaga medis terlatih. Selain itu, juga disediakan obat-obatan pendukung sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan cemas untuk pengobatan berjalan.
Layanan kesehatan door to door MI BIN mendapat sambutan positif dari masyarakat terdampak gempa Cianjur. Masyarakat sangat terbantu mengingat pelayanan kesehatan saat ini sulit mereka dapati, utamanya di daerah yang tidak bisa dijangkau oleh tim kesehatan.
Bantuan layanan kesehatan mutlak dibutuhkan, apalagi selama lebih dari seminggu, ribuan pengungsi mulai mengalami masalah kesehatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, telah melaporkan bahwa sekitar 2.000-an pengungsi mengalami infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Lalu disusul diare dan hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Anggita tim medis dari RS PELNI, Yan Fernandez Sembiring, menyatakan bahwa dari segi kesehatan warga di pengungsian memerlukan perhatian khusus mengingat setiap orang memiliki keluhan yang berbeda. Saat itulah penting bagi tim medis unttuk memahami bahwa kondisi pasien ketika melakukan penanganan di posko pelayanan kesehatan setempat.
Pihaknya juga menemukan beberapa kasus seperti bayi dengan pneumonia berat dan korban bencana dengan luka yang tidak terawat. Tentu saja sangat penting bagi tim kesehatan untuk bisa menentukan apakah korban masih bisa ditangani di posko pelayanan kesehatan setempat atau perlu dirujuk ke rumah sakit terdekat.
Tidak hanya lansia, anak-anak yang berada di pengungsian juga mulai mengalami diare dikarenakan faktor kebersihan yangg minim, serta demam karena pola tidur dan gizi yang kurang seimbang.
Tim Kemanusiaan BIN bekerja sama dengan tim kemanusiaan lannya ingin memastikan dapat menjangkau semua wilayah pelosok yang belum mendapatkan bantuan. Meski puluhan personel harus berjalan kaki menuju kawasan yang sulit diakses.
Salah satu daerah yang sulit dijangkau adalah kampung Cibereum Kaler, Desa Cibereum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Di hari kedelapan mereka mengungsi, persediaan untuk bertahan hidup kian menipis, sementara kondisi kesehatan juga telah menurun.
Iyum (54), warga RT 2 / RW 1 kampung Cibereum Kaler bersama dengan suami dan dua anak yang masih kecil, terpaksa tinggal di pengungsian mandiri ala kadarnya karena bangunan rumahnya sudah hancur.
Iyum mengatakan, selama 8 hari mengungsi, rata-rata pada sakit. Dirinya mengaku sedang batuk dan meriang dan belum sembuh. Iyum akhirnya dapat bernafas lega, di mana keberadaan layanan kesehatan dan bantuan logistik dari Tim Kemanusiaan BIN bersama Medical Intelijen (MI) ini. Bantuan tersebut meringankan beban para penyintas gempa.
Juru Bicara BIN, Prabawa Adjie mengatakan sudah menjadi komitmen BIN untuk selalu berada di garda terdepan dalam menjaga keselamatan masyarakat. Banyak anak-anak maupun orang tua yang terjangkit penyakit ringan seperti flu, batuk dan pilek. Pemicunya, karena tenda yang bersifat darurat, sehingga ketika malam mereka kedinginan.
Dalam misi kemanusiaan ini, BIN telah mendirikan Posko Bantuan di Jalan lintas Labuan-Cianjur, tepatnya di desa Cijedil, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Dari lokasi tersebut, BIN mengirimkan bantuan logistik ke desa-desa terdampak gempa Cianjur. Di posko ini pula BIN menampung setidaknya 300 pengungsi di tenda-tenda yang terus bertambah.
Di posko tersebut, Ajie juga menyebutkan bahwa BIN bekerja sama dengan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) dari Jabodetabek untuk melakukan trauma healing kepada anak-anak. Trauma Healing tersebut memiliki tujuan agar anak-anak yang menjadi korban gempa di Cianjur dapat tersenyum kembali dan melupakan bencana yang telah terjadi.
Kedatangan tim medis di Cianjur tentu diharapkan dapat memberikan layanan kesehatan terhadap para pengungsi, sehingga pengungsi yang mengalami masalah kesehatan bisa mendapatkan layanan kesehatan secara cuma-cuma.

*Penulis adalah Kontributor Pertiwi Institute

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

July 29, 2026

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital 

July 29, 2026

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan teknologi digital telah…

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital 

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital  Oleh : Gavin Asadit Perkembangan teknologi digital telah membawa banyak manfaat bagi masyarakat, mulai dari kemudahan akses informasi hingga percepatan transformasi ekonomi. Namun, di balik berbagai peluang tersebut, ruang siber juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran paham radikal, propaganda ekstremisme, rekrutmen anggota kelompok teror, hingga pendanaan terorisme melalui platform digital. Pemerintah memandang ancaman tersebut sebagai bentuk baru terorisme yang membutuhkan pendekatan penanganan yang lebih adaptif dan kolaboratif. Oleh karena itu, sepanjang 2026 pemerintah terus memperkuat strategi nasional dalam menghadapi terorisme digital melalui sinergi antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), aparat penegak hukum, penyelenggara platform digital, serta masyarakat. Perubahan pola penyebaran paham radikal menjadi perhatian serius pemerintah. Jika sebelumnya proses radikalisasi banyak berlangsung melalui pertemuan langsung, kini media sosial, aplikasi percakapan, forum daring, hingga berbagai platform digital menjadi sarana utama penyebaran propaganda. Laporan tren terorisme yang dipublikasikan BNPT bersama UNDP menunjukkan bahwa sebagian pelaku tindak pidana terorisme dalam beberapa tahun terakhir pertama kali terpapar konten ekstremis melalui internet, bahkan terdapat pelaku yang seluruh aktivitas radikalisasinya berlangsung di ruang digital. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa ancaman terorisme kini semakin bergeser ke ranah siber sehingga strategi pencegahan harus ikut bertransformasi dengan memperkuat literasi digital, pengawasan ruang siber, serta ketahanan masyarakat terhadap propaganda ekstremisme. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono, menegaskan bahwa pencegahan terorisme tidak lagi hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga harus mengedepankan upaya preventif melalui penguatan ketahanan masyarakat di ruang digital. Menurutnya, BNPT terus memperkuat strategi kontra narasi, meningkatkan kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait, serta memperluas edukasi kepada generasi muda agar mampu mengenali dan menolak berbagai bentuk propaganda ekstremisme yang beredar melalui internet. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci karena ancaman digital berkembang sangat cepat dan tidak mengenal batas wilayah. Sejalan dengan penguatan strategi pencegahan, pemerintah juga memperkuat tata kelola ruang digital melalui berbagai regulasi dan kebijakan. Kementerian Komunikasi dan Digital terus meningkatkan kerja sama dengan BNPT dalam mempersempit ruang gerak penyebaran konten radikal, termasuk melalui implementasi kebijakan perlindungan anak di ruang digital dan peningkatan pengawasan terhadap platform digital. Pemerintah menilai bahwa ruang digital yang sehat harus dibangun melalui keseimbangan antara perlindungan kebebasan berekspresi dan perlindungan masyarakat dari konten yang mengandung unsur radikalisme, kekerasan, maupun propaganda terorisme. Pendekatan tersebut dilakukan secara bertahap melalui penguatan sistem pengawasan, peningkatan literasi digital, serta koordinasi dengan penyelenggara platform digital nasional maupun global. …

Terorisme Digital Makin Adaptif, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pencegahan Ekstremisme

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Terorisme Digital Makin Adaptif, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pencegahan Ekstremisme Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah…

Pemerintah Mitigasi Terorisme Digital, 250 Anak Terpapar Ekstremisme Dibina dan Direhabilitasi

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Pemerintah Mitigasi Terorisme Digital, 250 Anak Terpapar Ekstremisme Dibina dan Direhabilitasi Jakarta – Pemerintah terus…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.