• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Lawan Hoax Corona Demi Terwujudnya Kondusivitas Masyarakat

Lawan Hoax Corona Demi Terwujudnya Kondusivitas Masyarakat

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 10 March 2020

Oleh: Agustinus Prima

Sebagai warga negara yang baik harusnya mengedepankan kondusifitas masyarakat, bukan malah menyebar hoax tentang Virus Corona. Sehingga, upaya pemerintah dalam melawan hoax wajib didukung serta dibantu.

Perkembangan berita hoax di Indonesia sendiri memang cukup deras arusnya. Berita tidak benar alias hoax ini seolah digunakan sebagai bahan seru-seruan. Disebutkan dalam sejumlah laporan, orang Indonesia ini getol banget nyebarin berita hoax. Alasannya ialah orang Indonesia ini malas baca. Sehingga langsung nge-share segala macam berita tanpa mau mengecek kebenarannya terlebih dahulu.
Bahkan, mengacu pada World’s Most Literate Nation yang dipublikasikan di pertengahan tahun lalu. Dari total 61 negara yang dimasukkan dalam studi itu, Indonesia memang menempati urutan ke-60 soal minat baca masyarakatnya. Wow! Miris ya.

Kemungkinan, jika menjadi orang pertama yang menyebarkan berita akan merasa lebih hebat, bangga. Tapi, sayangnya ga dibarengi informasi yang akurat. Jadinya malah membuat jagad jadi makin runyam. Termasuk isu-isu yang digelontorkan berkenaan dengan Corona Virus atau Covid-19. Ditengarai ada setidaknya 19 hoax virus Corona. Dan pemerintah imbau publik untuk ikuti info resminya saja.
Sebelumnya, Pemerintah telah mendeteksi puluhan hoax tentang virus Corona. Berdasar pada data Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), sekitar 19 hoax tercatat mulai beredar di Nusantara.

Hoax-hoax tersebut antara lain, Pertama, adanya kurma yang mengandung virus Corona yang berasal dari Kelelawar. Kedua, adanya virus berbahaya di RSUP Sardjito; virus corona ditengarai sudah menyebar serta masuk ke Indonesia di Gedung BRI 2. Ada pula hoax yang menyebutkan tentang 1 pasien di RSPI Sulianti Saroso Jakarta yang tengah diisolasi karena corona, dan orang terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Wahidin kota Makassar.
Menteri kominfo Jhonny G. Plate turut menghimbau masyarakat agar cerdas dalam menggunakan media sosial ketika merespon terkait virus Corona. Dirinya mengakui berita hoax terkait Corona ini dinilai lebih cepat menyebar ketimbang wabahnya sendiri. Oleh karena itu, dirinya meminta kepada publik untuk tidak sembarangan menge-share virus dari kota Wuhan, negeri tirai bambu itu.

Johnny juga meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak mengaitkan masalah corona dengan masalah-maslah lain yang akibatnya berdampak luas dan negatif bagi negara, baik di sektor ekonomi maupun sektor lainnya.
Sementara itu, Menteri Kominfo berharap agar masyarakat lebih mengacu kepada institusi resmi dan informasi yang disampaikan pemerintah secara resmi dalam rangka pencegahan dan juga penanganan virus ini. Pasalnya, jika salah menangani maka dampaknya akan sangat luas. Dia menegaskan jika hal ini merupakan murni masalah kesehatan. Sehingga bagi semuanya wajib berpedoman pada referensi utamanya.

Merespon berita-berita seperti ini memang tidaklah mudah. Indonesia sebagai pengguna smatrphone tertinggi nomor 5 dunia, nyatanya miskin wawasan karena minimnya minat baca mereka. Mereka agaknya lebih suka dapat jempol atau love di jejaring media sosial mereka ketimbang harus mengecek kebenarannya terlebih dahulu.
Mungkin kelihatan sepele ya, tapi sebetulnya memiliki dampak yang begitu signifikan. Pemerintah sudah mati-matian mengupayakan beragam langkah antisipasi. Mensosialisasikan secara gamblang offline maupun online, tapi publik lebih percaya hoax yang beredar. Ujung-ujungnya mereka melarat informasi. Mirisnya mereka akan berada dalam lingkaran kepanikan tanpa tahu berita sebenarnya.

Melawan isu hoax ini memang tak bisa sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, aparatur negara mulai dari lini teratas hingga terbawah wajib dilaksanakan. Bukan saja menyajikan berita yang mengedukasi namun juga benar tanpa harus menakut-nakuti.
Memang benar, Virus Corona dapat membunuh siapa saja. Tapi penyebaran informasi terkait hal ini haruslah bisa dipertanggungjawabkan. Getol menyebar hoax di media sosial biar bisa tenar dan dapat pujian. Tapi giliran diciduk karena penyalahgunaan teknologi, nangis-nangis minta pertolongan, mikir! mikir!

Terlebih Pemerintah telah melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk menanggulangi wabah ini. Mulai dari travel ban hingga pengawasan di fasilitas publik. Prinsip utama penyebaran virus ini ialah menyerang imunitas. Jadi jika imun dan kesehatan bagus, virus apapun ga bakal nembus termasuk Virus Corona. Mari dukung pemerintah wujudkan kondusifitas masyarakat. Sehingga stop berlebihan menanggapi masalah yang ada, atau membuat meme ga berguna. Masalah kesehatan bukanlah bahan lucu-lucuan!

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

June 20, 2026

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

June 20, 2026

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Papua saat ini berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, hingga pengembangan potensi ekonomi daerah terus dijalankan untuk mempercepat kemajuan di Tanah Papua. Dalam situasi tersebut, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi modal utama yang harus dijaga bersama. Karena itu, sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh warga Papua menjadi kunci dalam menolak segala bentuk aksi anarkis yang berpotensi mengganggu keamanan dan menghambat pembangunan. Pada negara demokrasi, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi. Setiap warga negara memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan terhadap kebijakan publik. Namun, kebebasan tersebut tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum dan menghormati hak masyarakat lainnya. Penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai, santun, dan sesuai ketentuan hukum merupakan wujud kedewasaan demokrasi yang perlu terus dikedepankan. Sebaliknya, tindakan anarkis yang mengarah pada perusakan fasilitas umum, intimidasi, atau gangguan terhadap aktivitas masyarakat hanya akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat itu sendiri. Komitmen menjaga situasi tetap kondusif terlihat dari langkah yang diambil aparat keamanan menjelang pelaksanaan berbagai agenda nasional di Papua. Salah satunya pada penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV di Manokwari yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Papua merupakan wilayah yang aman, damai, dan mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional. Dalam hal ini, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menyampaikan bahwa kepolisian tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh undang-undang. Namun, aparat berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan selama berlangsungnya agenda nasional tersebut. Menurutnya, pendekatan persuasif dan dialog terus dilakukan guna membangun kesadaran bersama bahwa stabilitas keamanan merupakan kepentingan seluruh masyarakat Papua. Pendekatan yang mengedepankan dialog tersebut menunjukkan bahwa pemerintah dan aparat keamanan tidak menutup ruang demokrasi. Sebaliknya, negara hadir untuk memastikan setiap aspirasi dapat disampaikan dengan cara yang tertib dan bertanggung jawab. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa keamanan dan demokrasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan dalam kerangka hukum dan kepentingan bersama. …

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa Oleh: Margo Nov R Dalam demokrasi yang sehat,…

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi  Oleh: Ahmad Fauzi Demokrasi Indonesia memberikan ruang yang luas bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi secara terbuka. Dalam perjalanan bangsa, mahasiswa selalu menjadi salah satu elemen penting yang berperan sebagai pengawal demokrasi, penyambung suara masyarakat, sekaligus mitra kritis dalam proses pembangunan nasional. Oleh karena itu, kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat harus terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat dan matang. Namun demikian, seiring meningkatnya dinamika politik dan sosial di ruang publik, kewaspadaan terhadap potensi penunggangan aksi demonstrasi oleh kelompok-kelompok berkepentingan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Gerakan mahasiswa yang lahir dari idealisme, kajian akademik, dan semangat pengabdian kepada masyarakat harus tetap dijaga independensinya agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis maupun agenda tertentu yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyat. Dalam konteks tersebut, pernyataan BEM Bersatu yang menegaskan penolakan terhadap segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis patut mendapatkan perhatian. Sikap tersebut menunjukkan adanya kesadaran di kalangan mahasiswa bahwa gerakan yang sehat harus tetap berpijak pada kajian ilmiah, argumentasi yang kuat, serta orientasi yang jelas untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat luas. Independensi gerakan mahasiswa merupakan aset penting yang harus dijaga agar tetap memperoleh kepercayaan publik sebagai kekuatan moral bangsa. Kewaspadaan terhadap potensi penunggangan bukan berarti membatasi kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan kritik. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat dan bukan didorong oleh kepentingan pihak tertentu. Mahasiswa perlu terus memperkuat budaya intelektual melalui diskusi, riset, kajian akademik, serta penguasaan data yang komprehensif sehingga setiap tuntutan yang disampaikan memiliki landasan yang kuat dan memberikan kontribusi positif bagi perbaikan kebijakan publik. Di sisi lain, pemerintah telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendengar berbagai aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa. Langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang menerima dan berdialog langsung dengan perwakilan mahasiswa menjadi bukti bahwa pemerintah membuka ruang komunikasi yang luas bagi berbagai masukan dan kritik yang konstruktif. Sikap terbuka tersebut mencerminkan bahwa pemerintah memandang mahasiswa sebagai bagian penting dari proses pembangunan nasional dan penguatan demokrasi. Pertemuan tersebut juga menunjukkan bahwa jalur dialog tetap menjadi instrumen yang efektif dalam menyampaikan aspirasi. Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat dibahas secara objektif dan menghasilkan solusi yang lebih komprehensif. Budaya dialog yang semakin kuat akan memperkokoh kualitas demokrasi Indonesia sekaligus memperkecil ruang bagi pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan situasi untuk kepentingan di luar substansi perjuangan mahasiswa. Sejumlah tokoh juga menilai bahwa aspirasi mahasiswa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, menegaskan bahwa pemerintah akan memperhatikan setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat dan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan dalam proses pengambilan kebijakan. Pada saat yang sama, ia mengingatkan bahwa indikasi adanya pihak yang mencoba memanfaatkan gerakan mahasiswa akan terlihat seiring perkembangan situasi, sehingga kewaspadaan tetap perlu dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.…

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Harus Berjalan Selaras dengan Hukum dan Kepentingan Umum

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Harus Berjalan Selaras dengan Hukum dan Kepentingan Umum Oleh: Salsa Viona Konstitusi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.