• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Kunker Presiden Jokowi Wujud Komitmen Majukan Papua

Kunker Presiden Jokowi Wujud Komitmen Majukan Papua

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 29 October 2019

Oleh : Rebeca Marian

Tujuan sebuah pemerintahan ialah menyejahterakan rakyatnya, berupa keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Begitu pula dengan kunjungan Presiden Jokowi yang hadir untuk meninjau langsung pembangunan guna memajukan daerah Papua.

Memberikan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia merupakan salah satu tujuan suatu negara. Mengawali debut kepemimpinannya, Presiden Jokowi dilaporkan mengunjungi sejumlah daerah di wilayah Papua. Tak sendiri, pihaknya turut ditemani oleh Ibu Negara Iriana, juga beberapa menteri. Rombongan tersebut diantaranya ialah; Tito Karnavian selaku Mendagri, Basuki Hadimuljono selaku Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), juga Panglima TNI Hadi Tjahjanto yang kala itu ikut menari bersama masyarakat Papua.
Agenda kerja ini menunjukkan bahwa keseriusan Jokowi guna membangun Papua terbukti nyata. Hal ini Sejalan dengan pernyataan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Kebangkitan Indonesia Baru (KIB) yakni Reinhard Parapat. Khususnya dalam rangka memastikan percepatan pembangunan yang telah dijalankan pada periode kepemimpinan pertamanya.

Jokowi berfokus untuk memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) utamanya bagi Rakyat Papua. Yakni, mampu mengurangi ketertinggalan bahkan dapat bersaing dengan provinsi yang lainnya. Selain itu, kehadiran Orang RI 1 ini memberikan harapan dan dampak yang signifikan bagi masyarakat di Papua, guna melawan isu rasisme. Mengingat, Papua adalah bagian yang tak terpisahkan dari NKRI, sehingga tak ada sesiapapun yang boleh melakukan tindakan rasis kepada rakyat Bumi Cendrawasih.

Lebih lanjut, Taki (sebutan akrab Reinhard) menilai jika visi Presiden untuk Bumi Cenderawasih nantinya bakal membuahkan hasil yang lebih baik, khususnya di sektor pendidikan, pertanian, infrastruktur, perikanan, kesehatan, UMK, dan juga yang lainnya. Terutama dalam rangka melesatkan investasi serta membuka lapangan pekerjaan untuk memajukan masyarakat Papua. Pihaknya juga mengapresiasi Presiden bahwa kunjungannya ke Papua ini ialah jawaban atas janji yang Jokowi sampaikan dalam pertemuan dengan sejumlah relawan di Istana Negara September 2019 lalu.
Menurut Jadwal, Presiden Jokowi beserta rombongan akan perjalanan kenegaraan ini dimulai dari Manokwari, kemudian menuju ke wilayah Pegunungan Arfak menggunakan Helikopter TNI AU. Selanjutnya Presiden akan kembali lagi ke Manokwari dan langsung terbang ke wilayah Kaimana. Tak hanya itu, presiden akan melanjutkan agendanya ke kota Wamena, di kabupaten Jayawijaya, Papua. Yakni masih dalam rangkaian kegiatan setelah merampungkan urusan di Kaimana, di hari yang sama.

Muhammad Lakotani selaku Gubernur Papua Barat, sangat bersyukur. Bahwasanya Presiden mengawali kunjungi kerja dengan tujuan di sejumlah daerah, khusus wilayah Papua. Pihaknya mengutarakan sejak dua tahun lalu Yosias Saroy selaku Bupati Pegunungan Arfak, mengharapkan kehadiran orang nomor 1 di Indonesia itu di daerahnya.

Menurut kesaksian sejumlah warga sekitar, ini adalah kali pertama Presiden Jokowi mengunjungi daerah Kabupaten Pegunungan Arfak. Bahkan, Jokowi merupakan presiden pertama yang menginjakkan kakinya ke daerah tersebut. Bukan hanya di Pegunungan Arfak saja, antusiasme warga terlihat saat mereka menyambangi Bandar Udara Irai. Bahkan mereka rela datang pagi-pagi sekali demi bertemu langsung dengan sosok sang kepala negara.

Bupati juga menginginkan Presiden Jokowi dapat melihat secara langsung apa saja potensi pariwisata beserta alam lain, yang terpenting ialah melihat situasi dan kondisi Pegunungan Arfak saat ini. Kedatangan Presiden Jokowi ke wilayah tersebut diharapkan mampu membawa dampak yang cukup besar terhadap pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan jalan, jembatan, pendidikan serta infrastruktur dasar lainnya.

Tak lupa Presiden Jokowi juga akan memprioritaskan percepatan pembangunannya di wilayah Wamena. Seperti yang kita tahu, daerah ini begitu parah terdampak akibat kerusuhan beberapa waktu lalu. Mantan Walikota Solo itu turut mengimbau agar seluruh masyarakat bisa menjadikan pelajaran atas pengalaman kerusuhan yang telah terjadi. Jokowi juga meminta komitmen masyarakat untuk bersatu guna membangun Tanah Papua. Sehingga, kesejahteraan dan kemakmuran segera dapat terwujud.

Esensi dari kunjungan ini ialah bukti dari kehadiran negara guna memajukan Papua bukanlah isapan jempol belaka. Hal tersebut tercermin dengan pembangunan insfrastrusktur yang sebagian telah rampung dan bisa dinikmati rakyat Papua secara menyeluruh. Namun, demikian Rakyat Papua tetap harus konsisten dalam upaya membantu pemerintahan guna mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Papua, tanpa terkecuali.

Pemerintah Perkuat Satgas Terpadu Percepat Penanganan Gempa NTT

August 19, 2026

Satgas Gempa NTT Dikawal hingga Fase Darurat Beralih ke Rehabilitasi

August 19, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas Terpadu Percepat Penanganan Gempa NTT

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas Terpadu Percepat Penanganan Gempa NTT Jakarta – Pemerintah memperkuat pembentukan satuan tugas…

Satgas Gempa NTT Dikawal hingga Fase Darurat Beralih ke Rehabilitasi

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Satgas Gempa NTT Dikawal hingga Fase Darurat Beralih ke Rehabilitasi Jakarta – Penanganan korban gempa…

Kebijakan Transformatif Tunjukkan Negara Bergerak Cepat Membenahi Masalah

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Kebijakan Transformatif Tunjukkan Negara Bergerak Cepat Membenahi Masalah  Oleh: Agus Sasongko Sudah saatnya publik menilai perjalanan pembangunan bukan hanya dari janji, tetapi juga dari arah kebijakan dan hasil yang mulai terlihat di tengah kehidupan masyarakat. Dalam 21 bulan pemerintahan, berbagai langkah yang diambil menunjukkan adanya upaya mempercepat penyelesaian persoalan yang selama ini dianggap rumit dan membutuhkan waktu panjang. Di tengah tantangan pada sektor pangan, energi, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik, rangkaian kebijakan transformatif menjadi sinyal bahwa negara sedang bergerak lebih cepat membenahi masalah sekaligus membangun fondasi yang lebih kuat bagi masa depan Indonesia. Gambaran tersebut mengemuka dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta. Pada kesempatan itu, Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah telah memutuskan sekaligus menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 663 hari pemerintahan. Artinya, rata-rata satu kebijakan lahir setiap lima hari sebagai bagian dari upaya menyelesaikan persoalan negara yang sebagian telah berlangsung selama puluhan tahun dan membutuhkan keberanian dalam pengambilan keputusan. Menurut Prabowo Subianto, pencapaian tersebut lahir dari kombinasi keberanian mengambil keputusan, kerja keras, arah kebijakan yang jelas, serta semangat gotong royong seluruh unsur bangsa. Pemerintah juga tidak mengklaim seluruh persoalan telah selesai, tetapi menilai berbagai tantangan nasional mulai memasuki tahap penyelesaian yang lebih nyata. Cara pandang tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan diposisikan sebagai proses berkelanjutan yang menuntut konsistensi, bukan sekadar mengejar pencapaian jangka pendek yang mudah dilupakan. Salah satu indikator keberhasilan yang paling menonjol selama setahun terakhir terlihat pada sektor pangan. Indonesia berhasil mencapai swasembada delapan komoditas utama lebih cepat dibanding target awal yang diperkirakan membutuhkan empat hingga lima tahun. Beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit menjadi komoditas yang berhasil diperkuat melalui kombinasi kebijakan produksi, distribusi, serta dukungan kepada petani. Pencapaian ini memperlihatkan bahwa percepatan kebijakan dapat menghasilkan dampak nyata ketika hambatan birokrasi dan distribusi mulai disederhanakan. Keberhasilan tersebut diperkuat oleh langkah pemerintah menghapus 145 aturan penyaluran pupuk yang selama ini dinilai menghambat akses petani. Selain itu, harga pupuk berhasil diturunkan hingga 20 persen sehingga biaya produksi menjadi lebih ringan. Kebijakan tersebut tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga berdampak terhadap kinerja PT Pupuk Indonesia yang mencatat peningkatan keuntungan sebesar 252,8 persen. Situasi ini memperlihatkan bahwa kebijakan yang tepat dapat menghadirkan manfaat ganda, yakni memperkuat kesejahteraan petani sekaligus meningkatkan kinerja badan usaha milik negara. Pada sektor energi, pemerintah juga menunjukkan langkah strategis melalui implementasi diesel berbasis campuran biodiesel B50. Sejak 1 Juli 2026, Indonesia tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri sehingga mampu menghemat devisa sekitar Rp170 triliun atau setara USD9,5 miliar. Langkah tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri. Keberhasilan itu menunjukkan bahwa hilirisasi sumber daya dan pemanfaatan energi domestik mulai memberikan hasil yang konkret bagi perekonomian nasional.…

Kebijakan Transformatif: Pemerintahan Jadi Cepat, Tegas, dan Berorientasi Hasil

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Kebijakan Transformatif: Pemerintahan Jadi Cepat, Tegas, dan Berorientasi Hasil Oleh: Ahmad Mustofa Di tengah berbagai…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.