• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Kunjungan Presiden Prabowo ke China dan AS Hasilkan Investasi Triliunan Rupiah

Kunjungan Presiden Prabowo ke China dan AS Hasilkan Investasi Triliunan Rupiah

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 20 November 2024

Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke China dan Amerika Serikat (AS), membawa hasil yang menggembirakan bagi perekonomian Indonesia. Lawatan ini sukses menghasilkan berbagai kesepakatan strategis, termasuk investasi senilai 10,07 miliar dolar AS atau sekitar Rp157,64 triliun dari China.

Investasi tersebut difokuskan pada sektor-sektor prioritas seperti ketahanan pangan, ketahanan energi, hilirisasi 26 komoditas utama, serta pengembangan sains dan teknologi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa kesepakatan ini menunjukkan kepercayaan kuat dari investor internasional terhadap Indonesia.

“Kesepakatan ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara sekaligus mendorong program prioritas Pemerintah,” ujar Airlangga dalam keterangannya di Beijing, China.

Selain investasi besar tersebut, Pemerintah China juga menyatakan dukungan untuk pendanaan program unggulan Presiden Prabowo, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat Indonesia, terutama di wilayah terpencil. “China mendukung penuh program MBG, karena mereka sudah memiliki pengalaman sukses dalam pelaksanaannya di negara mereka,” tambah Airlangga.

Kerja sama strategis juga mencakup sektor ekonomi biru (Blue Economy), dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Airlangga dan Menteri Perdagangan China, Wang Wentao. Kolaborasi ini melibatkan berbagai sektor, seperti pemanfaatan energi laut terbarukan, pengelolaan perikanan, pariwisata maritim, serta pengembangan industri kelautan.

“Kemitraan ini menjadi momentum untuk memanfaatkan potensi besar Indonesia sebagai negara kepulauan. Dengan dukungan teknologi kelautan dari China, kerja sama ini akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Airlangga.

Menurut Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, kunjungan Presiden Prabowo ke China dan AS merupakan langkah strategis untuk meningkatkan perdagangan dan investasi. “Hubungan dagang dengan China sudah kuat sejak era Presiden Jokowi. Kini, saatnya memastikan kesepakatan yang lebih menguntungkan bagi Indonesia,” ujarnya.

Hasil nyata dari kunjungan ini menunjukkan komitmen Presiden Prabowo dalam memperkuat kerja sama ekonomi internasional sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di Indonesia.

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.