• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»UMKM Jadi Salah Satu Penopang Percepatan Pemerataan Ekonomi Era Presiden Prabowo

UMKM Jadi Salah Satu Penopang Percepatan Pemerataan Ekonomi Era Presiden Prabowo

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 20 November 2024

UMKM Jadi Salah Satu Penopang Percepatan Pemerataan Ekonomi Era Presiden Prabowo

Oleh Indira Yuliarahmi

Di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapat perhatian serius sebagai salah satu pilar utama dalam mempercepat pemerataan ekonomi nasional. UMKM, yang saat ini mendominasi 99 persen dari total unit usaha di Indonesia, menjadi roda penggerak penting dalam struktur ekonomi Indonesia.

Dengan sekitar 66 juta pelaku usaha yang tersebar di seluruh penjuru negeri, kontribusi UMKM terbukti mampu menopang perekonomian nasional sekaligus memberikan peluang kerja yang luas bagi masyarakat.

Keberadaan UMKM yang dominan, menjadikan sektor usaha ini juga memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 61 persen. Menyadari pentingnya sektor ini, pemerintah berkomitmen mengimplementasikan berbagai kebijakan yang mempermudah pengembangan UMKM, baik melalui penghapusan kredit macet maupun penyediaan akses permodalan dan pelatihan.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menegaskan bahwa perempuan memainkan peran sentral dalam sektor ini, dengan 70 persen pelaku UMKM adalah perempuan. Keberadaan perempuan di sektor UMKM bukan hanya membantu pengembangan ekonomi, tetapi juga mendukung ketahanan keluarga dan pemberdayaan komunitas secara menyeluruh.
Maman juga menekankan pentingnya penguatan manajemen keuangan bagi pelaku UMKM, yang menjadi modal dasar untuk meningkatkan skala usaha. Pengusaha kecil harus disiplin dalam mengelola arus kas dan dana yang diperoleh, baik dari pendapatan usaha maupun bantuan pemerintah, agar usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Tidak hanya fokus pada aspek permodalan, pemerintah juga memberikan dukungan dengan menghapuskan utang macet bagi UMKM di sektor-sektor strategis seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kelautan.
Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Fahira Idris, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia ( DPD RI), yang menilai kebijakan tersebut sebagai langkah tepat untuk meringankan beban UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Kebijakan penghapusan piutang diharapkan dapat meningkatkan semangat pelaku UMKM untuk terus bertumbuh dan berkontribusi pada perekonomian. Selain itu, langkah ini diyakini akan meningkatkan stabilitas dan daya saing UMKM di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Presiden Prabowo Subianto juga mendapatkan dukungan dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah Pemuda Tani Indonesia Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, yang mengapresiasi kebijakan penghapusan kredit macet bagi UMKM di sektor pertanian. Giri menilai, kebijakan ini menjadi angin segar bagi para pelaku UMKM yang selama ini konsisten menyumbangkan ketahanan ekonomi nasional, terutama dalam menghadapi krisis ekonomi global. Dengan adanya penghapusan kredit, pelaku usaha kecil di sektor-sektor strategis dapat mengalokasikan kembali sumber daya untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat di daerah.
Komitmen pemerintah dalam memperkuat UMKM juga terlihat dari berbagai program pelatihan yang diberikan kepada pelaku usaha kecil. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas SDM, memperbaiki manajemen usaha, dan membuka akses pasar yang lebih luas. Selain itu, pemerintah turut mendorong inovasi digital pada UMKM agar mampu bersaing di era globalisasi dan teknologi yang berkembang pesat. Digitalisasi UMKM, terutama dalam hal pemasaran dan transaksi, tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga memperluas jangkauan pasar hingga ke level internasional.
Kebijakan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi secara langsung, tetapi juga berdampak positif bagi stabilitas sosial. Dengan meningkatnya kesejahteraan pelaku UMKM, keseimbangan ekonomi antarwilayah di Indonesia diharapkan semakin terwujud. Keberpihakan pemerintah pada sektor UMKM diyakini akan mempercepat pemerataan pembangunan dan pengurangan kesenjangan ekonomi, khususnya di daerah-daerah terpencil yang selama ini belum terjangkau secara optimal oleh investasi besar. Dalam jangka panjang, dukungan ini akan mengurangi ketimpangan ekonomi dan mendorong Indonesia menuju pemerataan ekonomi yang lebih adil.
Di sisi lain, pembinaan yang berkelanjutan bagi UMKM sangat dibutuhkan agar dapat meningkatkan kualitas produk dan memperkuat daya saing di pasar domestik maupun internasional. Untuk itu, pemerintah terus mengajak kolaborasi dari semua pihak, termasuk sektor swasta dan organisasi masyarakat, dalam mendukung pengembangan UMKM. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif, di mana UMKM dapat berkembang bersama dengan pelaku usaha besar dalam lingkup ekonomi yang lebih sehat dan kompetitif.
Melalui kebijakan dan program yang fokus pada penguatan UMKM, Presiden Prabowo Subianto berharap perekonomian Indonesia semakin mandiri dan tangguh menghadapi tantangan global. Sektor UMKM, dengan berbagai keunikannya, memiliki potensi besar untuk menjadi motor utama dalam pencapaian pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dengan pembinaan, pendampingan, dan dukungan finansial yang tepat, UMKM akan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia pada sektor formal besar dan memperkuat struktur ekonomi yang berlandaskan pada semangat kemandirian dan kewirausahaan rakyat.
Dengan visi ini, pemerataan ekonomi diharapkan menjadi lebih mudah dicapai. Kebijakan keberpihakan terhadap UMKM merupakan bentuk nyata keberlanjutan upaya pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sektor UMKM bukan hanya tentang ekonomi, tetapi juga tentang pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.
)* Penuis merupakan seorang Pemerhati Ekonomi

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

October 26, 2026

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

October 26, 2026

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana Jakarta – Pemerintah…

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi Oleh: Dhita Karuniawati Pemerintah menempatkan Anggaran Pendapatan…

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.