• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia-Ukraina Demi Ciptakan Perdamaian

Kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia-Ukraina Demi Ciptakan Perdamaian

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 30 June 2022

Kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia-Ukraina Demi Ciptakan Perdamaian

Oleh : Abimanyu Mahardika

Kunjungan yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo secara langsung ke Rusia dan Ukraina merupakan sebuah langkah berani. Kedatangan Presiden Jokowi tersebut juga diharapkan dapat segera mengakhiri konflik dan menciptakan perdamaian global.

Belakangan ancaman krisis ekonomi dunia bahkan bisa dikatakan sudah mulai dirasakan, terjadi inflasi di beberapa negara dan juga terjadi pula tragedi krisis bahan pangan.

Salah satu hal utama yang menjadi pemicu terjadinya kejadian tersebut adalah konflik yang terjadi diantara Rusia dan Ukraina yang masih belum menemukan titik akhirnya hingga sekarang.

Karena tidak menginginkan hal tersebut terus menerus terjadi dan berlarut-larut, akhirnya Presiden Joko Widodo membuat sebuah terobosan yang cukup berani, yakni langsung berkunjung ke Rusia dan Ukraina dalam kapasitasnya sebagai Presiden G20, yang mana merupakan inisiatif langsung untuk segera terciptanya perdamaian antara kedua belah pihak.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan meski ditengah situasi yang serba sulit seperti sekarang ini, namun Presiden Jokowi tetap akan melakukan kontribusi bagi perdamaian karena mengemban amanah juga sebagai Presidensi G20.

Selain itu Indonesia sendiri merupakan salah satu anggota dari Champion Group dari Global Crisis Response Group yang telah dibentuk oleh PBB.

Sehingga memang beliau tidak akan tinggal diam ketika melihat ada negara yang terus terlibat dalam konflik. Presiden Jokowi telah tiba di Ukraina pada 29 Juni 2022 dan telah bertemu dengan Presiden Ukraina Zelensky.
Langkah yang dilakukan Presiden Jokowi mendapat apresiasi besar dari Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana. Dirinya menyatakan bahwa terjadinya perang antara Rusia dan Ukraina sudah sangat berdampak buruk pada banyak pihak, bahkan negara-negara yang sama sekali tidak ada kaitannya pun turut menanggung dampak negatif dan juga perekonomian global menjadi terguncang akibatnya.
Selain untuk menanggulangi terjadinya krisis pangan dan krisis ekonomi dunia, kunjungan yang dilakukan oleh Presiden RI ke-7 tersebut juga merupakan sebuah inisiatif dari Indonesia yang menunjukkan bahwa NKRI akan selalu terlibat secara aktif dalam menjaga ketertiban dunia yang telah diamanahkan oleh Undang-Undang Dasar 1945 dan telah menjadi cita-cita luhur para pendiri Bangsa sejak negara ini didirikan.
Selanjutnya yang menjadikan kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia dan Ukraina menjadi sebuah hal luar biasa adalah karena dengan tegas menunjukkan bagaimana cerminan dari adanya politik luar negeri yang bebas dan aktif ditunjukkan oleh Indonesia di mata dunia. Sama sekali Indonesia bukanlah negara yang berpihak pada satu sisi sama sekali sehingga tidak akan pernah memberikan bantuan berupa senjata ataupun operasi militer khusus.
Hikmahanto menyatakan dengan tegas bahwa keberpihakan Indonesia adalah pada perdamaian dunia serta bagaimana caranya untuk bisa mengakhiri terjadinya tragedi kemanusiaan, yang mana menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat peduli akan hak asasi manusia.
Apresiasi juga diberikan oleh Anggota Komisi I DPR Fraksi PDIP, TB Hasanuddin yang menyatakan bahwa kunjungan kenegaraan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi ke Rusia dan Ukraina merupakan sebuah hal yang positif bagi diplomasi perdamaian serta memang sudah sepatutnya untuk didukung penuh.
Pasalnya menurut Hasanuddin, dengan adanya kunjungan yang dilakukan oleh Presiden RI itu tentunya nanti akan mampu mendorong supaya konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina bisa mereda dan bahkan mampu untuk menjadi jembatan solusi damai diantara keduanya.
Tidak bisa dipungkiri bahwa akibat yang terjadi ketika kedua negara tersebut terlibat konflik adalah harus ditanggung oleh negara lain bahkan seluruh dunia. Pasalnya konflik kedua negara tersebut telah menciptakan gangguan atas stabilitas harga komoditas seperti minyak mentah serta beberapa bahan pangan langsung terganggu ketersediaannya di tingkat global. Contohnya saja harga gandum dan juga minyak goreng menjadi langsung meroket karena ketersediaan pasokan yang sangat menipis.
Maka dari itu intervensi Indonesia untuk mendorong terciptanya resolusi konflik Rusia dan Ukraina perlu mendapat dukungan seluruh komponen bangsa. Dengan adanya kunjungan Presiden Jokowi ke daerah konflik tersebut, tensi ketegangan antara Rusia-Ukraina dapat mereda dan stabilitas global dapat terjaga.

)* Penulis adalah pemerhati hubungan internasional

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI

August 15, 2026

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan

August 15, 2026

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI Oleh : Rivka Mayangsari Menjelang peringatan Hari Ulang…

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan Oleh : Garvin Reviano Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk meneguhkan kembali rasa cinta tanah air, persatuan, dan optimisme terhadap masa depan bangsa. Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara, pengibaran Bendera Merah Putih, perlombaan, maupun berbagai kegiatan masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan. Karena itu, suasana perayaan perlu dijaga agar berlangsung aman, tertib, damai, dan penuh kegembiraan sehingga semangat kemerdekaan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Momentum kemerdekaan merupakan milik seluruh rakyat Indonesia. Kegembiraan yang hadir di tengah masyarakat menjadi cerminan kehidupan sosial yang harmonis sekaligus menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi bangsa. Berbagai kegiatan seperti kerja bakti, pemasangan bendera, perlombaan antarkampung, kegiatan kebudayaan, hingga aktivitas komunitas di ruang publik dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Di tengah dinamika nasional yang berkembang, kegiatan tersebut juga penting untuk menjaga ruang sosial tetap positif dan tidak mudah dipengaruhi oleh narasi yang dapat menimbulkan keresahan. Pemerintah terus memberikan perhatian terhadap stabilitas keamanan menjelang peringatan kemerdekaan. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago mengatakan bahwa situasi dalam negeri hingga saat ini berada dalam kondisi terkendali. Penegasan tersebut disampaikan setelah rapat koordinasi bersama sejumlah pejabat terkait, termasuk Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala BIN. Menurut Djamari, perkembangan situasi nasional masih berada dalam kendali pemerintah dan aparat keamanan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjalankan aktivitas, termasuk mempersiapkan berbagai kegiatan peringatan HUT ke-81 RI, dengan tetap mengedepankan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Pernyataan Djamari sekaligus memberikan pesan bahwa stabilitas nasional merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Pemerintah terus melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap berbagai perkembangan yang berpotensi memengaruhi keamanan nasional. Sementara itu, masyarakat dapat berkontribusi dengan menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing, menghindari tindakan provokatif, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Dengan kondisi keamanan yang terkendali, momentum kemerdekaan dapat dirayakan secara lebih nyaman dan positif. Pesan untuk menjaga kondusivitas juga disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Pihaknya mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu keamanan yang beredar menjelang HUT ke-81 RI. Sahroni mendorong masyarakat untuk memperkuat rasa memiliki terhadap bangsa dan menjaga kepentingan Republik Indonesia secara bersama-sama. Ajakan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang aman dan harmonis, terutama ketika ruang publik dan media sosial dipenuhi berbagai informasi mengenai perkembangan nasional. …

Suksesi Beradab, Jam’iyyah Bermartabat: Catatan untuk Muktamar Ke-35 NU

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Oleh : Anis Maftukhin Dari majelis lailatul ijtima’, naharul ijtima’, hingga rutinan Yasin dan tahlil…

HUT RI Dipastikan Aman, Publik Diminta Tak Terprovokasi

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

HUT RI Dipastikan Aman, Publik Diminta Tak Terprovokasi JAKARTA – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.