• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Fashion»KTT G20 Momentum Tepat Promosikan Produk UMKM

KTT G20 Momentum Tepat Promosikan Produk UMKM

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 28 April 2022

KTT G20 Momentum Tepat Promosikan Produk UMKM

Oleh : Made Prawira

Konferensi Tingkat Tinggi Group of Twenty (KTT) G20 diyakini memberikan banyak manfaat karena dihadiri oleh delegasi asing. Selain menjadi pendorong resolusi permasalahan ekonomi dunia, KTT G20 dapat mempromosikan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lokal ke level internasional.

Menjelang gelaran KTT G20 yang akan diketuai langsung oleh Indonesia, ternyata mendapat sambutan positif dari kalangan UMKM untuk dapat pulih akibat pandemi Covid-19. Seperti halnya batik tulles khas Kabupatan Pamekasan, Jawa Timur yang turut ambil bagian dalam pameran G20 nanti.

Terbukti dari bagaimana antusiasme yang ditunjukkan oleh pihak para pengrajin batik tulis tersebut.
Mereka sudah melakukan berbagai rangkaian produksi batik tulis dengan kualitas premium yang unggulan. Seluruhnya demi bisa dipersembahkan dalam pameran KTT G20 yang akan diselenggarakan di Bali pada bulan November 2022 mendatang.

Seperti dikatakan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan, Achmad Sjaifudin bahwa memang batik tulis sendiri merupakan salah satu produk lokal andalan serta warisan budaya kita yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Upaya untuk mengikutkan patik tulis khas Pamekasan dalam gelaran Internasional seperti G20 berawal dari usulan yang dinyatakan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang mengaku bahwa memang batik tulis telah menjadi warisan budaya tak benda bagi bangsa kita. Sontak pernyataan tersebut langsung disambut dengan suka cita oleh para pengrajin batik tulis.

Tentunya momentum KTT G20 menjadi sebuah hal yang sangat bermanfaat sekali bagi indonesia, selain kita bisa dipercaya oleh berbagai negara menjadi Presidensi, namun kita juga bisa memanfaatkan momentum ini untuk mendongkrak UMKM.

Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan UMKM menyatakan bahwa produk lokal di Indonesia lain seperti di Bali juga sangatlah berpotensi untuk diangkat.
Selain itu, kita juga bisa menggunakan berbagai sarana promosi terutama dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital seperti sekarang ini. Media digital menjadi salah satu instrumen paling penting sebagai sarana promosi UMKM kita di mata dunia. Beberapa contoh dikemukakan oleh Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki bahwa kita bisa menggunakan sistem QR Code sehingga lebih mempermudah para peserta G20 juga.
Senada dengan usulan yang diberikan oleh Menteri Koperasi dan UMKM tersebut, Wakil Mendag Jerry Sambuaga juga mengaku bahwa salah satu strategi paling tepat untuk mempromosikan UMKM kita pada G20 adalah dengan memanfaatkan dan terus memperkuat infrastruktur ekonomi digital.
Beberapa hal yang akan terus diupayakan oleh Pemerintah untuk bisa memulihkan kembali sektor UMKM kita dalam gelaran G20 adalah dengan terus memasukkan kegiatan-kegiatan yang memang tujuannya untuk memberdayakan UMKM seperti digitalisasi tadi, diadakannya pelatihan dalam rangka peningkatan keterampilan UMKM hingga mendorong berbagai kebijakan pro-UMKM seperti pembiayaan ultra mikro.
Sementara untuk Bali sendiri, diungkapkan oleh Wishnutama Kusubandio selaku ketua Dewan Pengarah Indonesia Creative Cities Network (ICCN) bahwa gelaran KTT G20 benar-benar akan menjadi momentum terbaik untuk mengangkat kembali perekonomian kita terutama setelah menghadapi pandemi Covid-19. Sehingga baginya, bukan hanya sekedar pariwisata yang ada di Bali saja yang terus dibangkitkan, namun produk-produk lokalnya juga.
Untuk bisa terus membangkitkan kembali UMKM setelah diterjang badai pandemi Covid-19, tentu tidak akan bisa dilakukan sendirian, melainkan harus membutuhkan bantuan dari negara lain dan dukungan secara global demi bisa menciptakan persaingan yang adil. Karena apabila tanpa dibantu dengan adanya regulasi yang jelas pada tingkat Internasional, maka persaingan UMKM digital justru akan mematikan mereka yang bergerak di industri kecil.
Forum G20 yang akan dilaksanakan di Bali pada November 2022 menjadi momentum tepat untuk mempromosikan produk UMKM Indonesia ke pentas dunia. Oleh sebab itu, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pegiat UMKM dengan terus meningkatkan kualitas produknya.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

September 29, 2026

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

September 29, 2026

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana Oleh: Miftah Hizyan Agenda pendidikan nasional…

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan Oleh: Rizky Adi Perman Perluasan…

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi Oleh : Yohanes Wandikbo Pendidikan merupakan…

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda 

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda  Oleh: Yusuf Rinaldi Program Magang Nasional yang diperluas pemerintah menjadi 150 ribu peserta pada 2026 menunjukkan upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring profesional, dan memperbesar peluang masuk ke pasar kerja formal di tengah persaingan memperoleh pekerjaan yang semakin ketat. Sejak 2025, pemerintah membuka Program Magang Nasional dengan target 100 ribu peserta. Pada 2026, kuotanya diperluas menjadi 150 ribu peserta. Program berlangsung selama enam bulan dengan fasilitas pelatihan, pendampingan mentor, sertifikat, jejaring profesional, serta uang saku yang ditanggung pemerintah. Besaran uang saku mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota di lokasi pemagangan dan dibayarkan setiap bulan berdasarkan jumlah hari yang diperhitungkan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan perluasan program tersebut dilakukan secara bertahap dan tetap disertai evaluasi terhadap pelaksanaan setiap angkatan. Pada batch pertama terdapat 46.160 peserta, sedangkan batch kedua menetapkan 40.962 peserta. Pemerintah kemudian menyiapkan batch ketiga dengan sekitar 62 ribu peserta untuk memenuhi target 150 ribu peserta pada 2026. Pendaftaran penyelenggara disiapkan sejak September, seleksi peserta pada Oktober, dan pelaksanaan batch ketiga ditargetkan dimulai pada November. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pemagangan benar-benar memberikan kesempatan kepada peserta meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja, membangun portofolio, serta memperluas jejaring. Untuk batch ketiga, pemerintah juga mengubah skema penempatan dengan menempatkan seluruh peserta di perusahaan, tanpa kementerian dan lembaga pemerintah. Dari perspektif ekonomi, pemberian uang saku selama enam bulan memberikan dukungan bagi lulusan baru yang berada dalam masa transisi dari pendidikan menuju pekerjaan. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta mendapatkan tunjangan yang disesuaikan dengan upah minimum daerah. Pemerintah juga memberikan fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 ditanggung pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2026 yang berlaku hingga Desember 2026. Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam melihat keberlanjutan program. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyampaikan bahwa sekitar 30 ribu dari 60 ribu alumni Magang Nasional 2025 yang menjalani pemagangan di industri telah bekerja tiga bulan setelah menyelesaikan program. Tingkat penyerapan tersebut meningkat dari sekitar 30 persen ketika peserta baru menyelesaikan masa pemagangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.