• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»KTT G20 Meningkatkan Investasi di Papua

KTT G20 Meningkatkan Investasi di Papua

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 3 February 2022

KTT G20 Meningkatkan Investasi di Papua

Oleh : Martinus Lokbere

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Diyakini akan meningkatkan investasi di Indonesia, termasuk di Papua. Adanya peningkatan penanaman modal, maka diharapkan akan mendorong terwujudnya kesejahteraan rakyat.

Investasi merupakan angin segar bagi Indonesia, dengan diselenggarakannya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Indonesia, diperkirakan kinerja investasi di Indonesia dapat mencapai targetnya yakni Rp. 1.200 triliun.

G20 merupakan forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa. G20 menjadi representasi lebih dari 60 persen populasi bumi.

Setelah menjadi Presidensi G20, Indonesia juga akan menjadi Chairmanship ASEAN pada 2023. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa ini merupakan momentum berharga bagi Indonesia dan mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan Presidensi G20 Indonesia.

Penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia berpeluang meningkatkan konsumsi domestik dalam negeri hingga Rp 1,7 triliun, penambahan PDB yang diperkirakan mencapai Rp. 7,46 triliun, serta pelibatan tenaga kerja sekitar 33 ribu pekerja di berbagai sektor industri.

Dalam kesempatan webinar yang diselenggarakan oleh Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) yang bertema “Presidensi G20 Indonesia: “Tantangan, Kesempatan dan Peran Masyarakat Indonesia”.

Selain memberikan keuntungan bagi pemulihan ekonomi nasional, Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa dalam Presidensi G20 ini Indonesia memiliki peran penting dalam menjembatani keberagaman yang ada dalam Forum G20. Indonesia yang memiliki falsafah musyawarah dan mufakat diharapkan bisa menjembatani antar berbagai kelompok negara.
Indonesia diharapkan mampu melahirkan terobosan-terobosan baru, termasuk di sektor transisi energi bagi semua negara dengan mempromosikan adopsi teknologi yang terjangkau, mekanisme pembiayaan bersama dan prioritas transisi energi yang berkelanjutan.
Airlangga juga menuturkan bahwa pemerintah terus mengharapkan masukan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk para pakar dan akademisi untuk memaksimalkan manfaat Presidensi G20 Indonesia sehingga dapat membantu pemulihan bersama. Pada kesempatan sebelumnya, pemerintah provnsi Papua mengklaim nilai investasi penanaman modal Asing (PMA) di wilayah Papua mengalami kenaikan sebesar 30 persen.
Kepala Bidang Data pada Dinas Penanaman Modal Asing dan Pelayanan Terpadu Stu Pintu Provinsi Papua Petrus Asem mengatakan untuk PMA, nilai investasinya Rp 1,132,27 triliun mengalami kenaikan sebesar 30 persen dari tahun 2019 triwulan keempat yang didominasi oleh sektor tambang.
Petrus mengatakan, dengan adanya Covid-19, nampaknya tidak terlalu mempengaruhi investasi penanaman modal asing maupun penanaman modal dalam negeri. Bahkan untuk perusahaan di sektor usaha kecil menengah tetap aktif dan tumbuh di masa pandemi Covid-19 khususnya di bidang penanaman modal asing.
Dirinya menjelaskan berdasarkan data terkini, tercatat perusahaan yang bergerak di bidang PMA sebanyak 155 usaha, sedangkan untuk penanaman modal dalam negeri tercatat 110 perusahaan. Pada Juni 2021 lalu, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengungkapkan sederet prospek investasi di Kabupaten Jayapura, Papua.
Menurutnya, Jayapura memiliki bandara, Sentani. Pelabuhan yang saat ini menjadi tol laut. Jalan Trans Papua yang menghubungkan sejumlah kabupaten di pedalaman dengan pelabuhan. Aset-aset tersebut tentu saja menjadi hal yang penting sebagai sarana konektivitas untuk distribusi barang dan jasa.
Semua itu menjadi modal untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam (SDA). Tidak hanya tambang energi, melainkan juga perkebunan (Sagu, Kelapa Sawit, dan Kakao) hingga kehutanan. Pria kelahiran Sentani Timur itu pun mengatakan jika kunci investasi berada di sektor energi. Ada potensi besar berupa aliran sungai Mamberamo Raya.
Perlu diketahui bahwa pemerintah pusat telah menetapkan sejumlah daerah di Indonesia selain Bali, yang akan dijadikan lokasi pelaksanaan rangkaian kegiatan Presidensi G20 2022. Sejumlah daerah tersebut antara lain, Yogyakarta, Jakarta, Medan, Makassar, Surabaya, Labuan Bajo, Malang dan Sorong.
Mendengar hal itu, Wali Kota Sorong Lambert Jitmau menyatakan pihaknya siap untuk menyukseskan event berskala internasional tersebut sebagai tuan rumah. Apalagi, belakangan ini pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Sorong mulai terus membaik. Jitmau menuturkan, Sorong sudah sering dikunjungi oleh sejumlah pemimpin negara dan dirinya merasa optimis bisa menyukseskan event G20.
Peningkatan Investasi di Papua bisa menjadi keniscayaan apabila infrastruktur dan keamanan di Papua bisa mendukung proses penanaman modal di Bumi Cenderawasih. Hal ini tentu saja menjadi kabar baik bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Bandung

 

Verval Koperasi Merah Putih Dipercepat Tanpa Mengabaikan Standar Kelayakan

September 30, 2026

Pemerintah Pastikan Verval Koperasi Merah Putih Tentukan Status Layak Operasional

September 30, 2026

Verval Koperasi Merah Putih Dipercepat Tanpa Mengabaikan Standar Kelayakan

By Kata IndonesiaSeptember 30, 20260

Verval Koperasi Merah Putih Dipercepat Tanpa Mengabaikan Standar Kelayakan Oleh: Antonius Utomo Pemerintah terus mempercepat…

Pemerintah Pastikan Verval Koperasi Merah Putih Tentukan Status Layak Operasional

By Kata IndonesiaSeptember 30, 20260

Pemerintah Pastikan Verval Koperasi Merah Putih Tentukan Status Layak Operasional Jakarta – Pemerintah terus memperkuat…

Verifikasi dan Validasi Koperasi Merah Putih Dikebut, Pemerintah Targetkan Belasan Ribu Titik Rampung

By Kata IndonesiaSeptember 30, 20260

Verifikasi dan Validasi Koperasi Merah Putih Dikebut, Pemerintah Targetkan Belasan Ribu Titik Rampung Jakarta -…

Mengawal Kesiapsiagaan Bencana Sebelum Hujan Ekstrem Datang

By Kata IndonesiaSeptember 30, 20260

Mengawal Kesiapsiagaan Bencana Sebelum Hujan Ekstrem Datang   Oleh: Rizky Adinata Kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi perlu diperkuat sebelum hujan ekstrem datang, menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa musim hujan 2026/2027 memiliki pola yang perlu diwaspadai. Meski awal musim hujan diperkirakan berlangsung lebih lambat di sejumlah wilayah, jarak menuju puncak musim hujan relatif berdekatan sehingga potensi lonjakan curah hujan dapat meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gangguan pelayanan publik. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa mitigasi bencana tidak seharusnya baru dilakukan ketika hujan deras mulai menimbulkan dampak, tetapi harus dipersiapkan sejak jauh hari melalui koordinasi pemerintah dan partisipasi masyarakat. BMKG memprakirakan sebanyak 185 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 24,66 persen luas daratan Indonesia mulai memasuki musim hujan pada November 2026. Selanjutnya, sebanyak 266 ZOM atau 17,3 persen wilayah daratan diperkirakan menyusul pada Desember 2026. Di sisi lain, sebanyak 529 ZOM atau 61,08 persen wilayah mengalami kemunduran awal musim hujan dibandingkan rata-rata klimatologinya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah perlu memahami karakteristik cuaca di wilayah masing-masing agar kebijakan kesiapsiagaan dapat disusun secara tepat dan tidak bersifat seragam. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah jarak antara awal musim hujan dengan puncak musim yang diperkirakan cukup dekat. Puncak musim hujan diproyeksikan terjadi pada Desember 2026 di 155 ZOM, Januari 2027 di 162 ZOM, dan Februari 2027 di 190 ZOM. Menurut Ardhasena Sopaheluwakan, kondisi tersebut perlu diantisipasi karena curah hujan tinggi dalam periode yang berdekatan dapat memicu bencana hidrometeorologi apabila kapasitas lingkungan dan infrastruktur tidak memadai. Meskipun durasi musim hujan pada sebagian wilayah diperkirakan lebih pendek, akumulasi curah hujan tidak berarti berada pada kondisi rendah. BMKG mencatat 510 ZOM atau sekitar 69,7 persen daratan berada dalam kategori curah hujan normal, sedangkan 147 ZOM atau 18,5 persen daratan diperkirakan berada di atas normal. Data tersebut memperlihatkan bahwa kesiapsiagaan tetap diperlukan karena besarnya curah hujan dan kondisi wilayah menjadi faktor penting dalam menentukan tingkat risiko bencana. Karena itu, rekomendasi BMKG perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata lintas sektor. Di bidang pangan, pemerintah dapat menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas berumur pendek. Pada sektor air dan energi, kapasitas drainase, waduk, serta tampungan air perlu dioptimalkan. Sementara itu, sektor kesehatan perlu meningkatkan kewaspadaan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.