• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»KTT G20: Komitmen Indonesia Wujudkan Transisi Energi Baru Terbarukan

KTT G20: Komitmen Indonesia Wujudkan Transisi Energi Baru Terbarukan

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 11 June 2022

KTT G20: Komitmen Indonesia Wujudkan Transisi Energi Baru Terbarukan

Oleh : Safira Juliana

Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan transisi energi baru terbarukan pada pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20).

KTT G20 ini akan diselenggarakan pada tanggal 15-16 November 2022 di Bali, Indonesia. KTT ini adalah puncak dari semua alur proses kerja Indonesia selama satu tahun masa kepemimpinan.

KTT G20 adalah forum multilateral yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia. Anggota G20 adalah negara-negara yang memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan perekonomian dunia.

KTT G20 berawal sebagai pertemuan di Tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral, pada tahun 1999. Pertemuan ini semakin intens dan menjadi agenda KTT Tahunan yang diikuti oleh Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan setiap Negara Anggota G20.

G20 tidak memiliki sekertariat tetap. Sistem presidensi G20 dipegang oleh salah satu negara anggota dengan berdasarkan sistem rotasi kawasan dan berganti setiap tahun. Penetapan Indonesia sebagai Presidensi G20 tahun 2022 diambil pada KTT G20 ke-15 di Riyadh, Arab Saudi pada 22 November 2020. Serah terima jabatan Presidensi G20 dilakukan pada akhir KTT Roma, Italia pada 30-31 Oktober 2021.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate dalam keterangan persnya menyatakan bahwa ini adalah kali pertama Indonesia terpilih sebagai Presidensi G20 sejak dibentuknya tahun 1999. Indonesia akan mengemban tugas ini selama satu tahun, terhitung mulai 1 Desember 2021 sampai 30 November 2022 mendatang.
KTT G20 di Bali merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang dilakukan Indonesia sebagai Presidensi G20. KTT G20 di Bali nanti merupakan pertemuan yang akan dihadiri oleh Para Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan Negara Anggota.
Pada saat KTT G20 di Bali, para tamu VIP akan menggunakan mobill listrik sebagai alat transportasinya. Mobil listrik Hyundai Genesis 80 akan menjadi kendaraan resmi para tamu VIP setelah diuji kenyamanannya oleh Presiden Joko Widodo saat kunjungan kerja ke Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Mobil listrik Hyundai Genesis 80 ini dipilih karena dilengkapi berbagai fitur, seperti dibekali baterai lithium-ion berkapasitas 87,2 kWh dengan tenaga 272 kW dan torsi 700 Nm. Mobil ini juga dilengkapi 2 motor listrik di depan dan belakang dengan sIstem penggerak e-AWD, akselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu 4.9 detik, dan mampu mengisi daya 10-80 persen dalam waktu 22 menit.
Sebagai kendaraan yang akan digunakan oleh para pemimpin negara, Genesis 80 kemungkinan akan menyematkan fitur dengan tingkat keamanan tertinggi, seperti penggunaan kaca anti peluru dan anti ledakkan. Fitur keamanan lainnya antara lain adalah 10 airbags, asisten pengemudi untuk parkir guna menghindari benturan, hingga sistem peringatan saat mobil berjalan mundur.
Penggunaan mobil listrik ini tidak terlepas dari harapan Presiden Jokowi untuk menjadikan industri mobil listrik terbesar dari mulai dari hulu ke hilir. Presiden menginginkan KITB bisa menjadi kawasan industri berbagai sektor yang handal dan berorientasi ekspor. Presiden berkeyakinan dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, ke depannya harga mobil listrik akan lebih terjangkau masyarakat.
KTT G20 di Bali, Indonesia adalah momen yang tepat bagi Indonesia untuk menunjukkan bahwa Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan transisi energi baru dan terbarukan. Penggunaan mobil bertenaga litrik adalah salah satu wujud komitmen Indonesia untuk beralih dari alat transportasi berbahan dasar minyak bumi.
Seharusnya kita sebagai Masyarakat Indonesia mendukung Pemerintah dalam upaya transisi energi. Hal ini karena penggunaan kendaraan kendaraan bertenaga listrik juga merupakan suatu kepedulian kita kepada bumi karena minimnya emisi karbon yang dihasilkan.
Semoga pelaksaanaan KTT G20 di Bali nanti bisa menjadi pembuktian bahwa Indonesia adalah Negara yang siap untuk menghadapi tantangan krisis energi di masa mendatang. Negara yang siap dengan penggunaan energi terbarukan untuk transportasi masyarakatnya kelak.

)* Penulis adalah Kontributor untuk Pertiwi Institute

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

June 26, 2026

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

June 26, 2026

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap Jakarta – Pemerintah bergerak cepat…

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi Jakarta – Pemerintah mengimbau…

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme Oleh: Ethan Shabir Uttara…

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner 

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner  Oleh: Samuel Harbi  Demokrasi Indonesia menempatkan kritik publik sebagai bagian penting dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan derasnya arus informasi, kritik tidak cukup hanya bersifat reaktif, melainkan perlu didasarkan pada fakta, objektivitas, dan orientasi perbaikan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menilai demonstrasi mahasiswa merupakan fenomena yang wajar dalam setiap era pemerintahan. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja negara perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan capaian yang telah dihasilkan. Di tengah berbagai agenda strategis yang sedang dijalankan, pemerintah menunjukkan komitmen melalui penguatan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ruang demokrasi perlu diisi dengan kritik yang konstruktif agar evaluasi terhadap negara tetap berpijak pada fakta, bukan semata persepsi atau sentimen sesaat. Komitmen pemberantasan korupsi ini berjalan beriringan dengan penataan regulasi komoditas guna membendung intervensi internasional yang merugikan kepentingan domestik. Kebijakan ketat untuk melarang praktik penentuan harga ekspor yang terlalu rendah diterapkan agar seluruh margin keuntungan tercatat secara transparan demi kemaslahatan masyarakat. Langkah sistemis ini sejalan dengan aspirasi kalangan akademis. Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, menegaskan perlunya dorongan bersama terhadap pengesahan regulasi yang mampu memiskinkan koruptor serta merampas aset mereka untuk dikembalikan kepada rakyat. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara orientasi penegakan hukum pemerintah dan ekspektasi moral mahasiswa dalam membersihkan tata kelola negara. Selain penegakan hukum, fokus utama pemerintah terletak pada agenda pengentasan kemiskinan melalui program inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan melalui ekosistem pasokan pangan lokal yang melibatkan para peternak dan petani setempat. Meskipun menghadapi tantangan logistik, manajemen program terus dievaluasi secara radikal, termasuk penerapan moratorium penambahan fasilitas dapur baru demi menjaga kualitas dan efisiensi anggaran negara. Sifat program yang fleksibel dan terbuka terhadap kritik terlihat dari kebebasan institusi pendidikan untuk menentukan partisipasi mereka, mencerminkan kepemimpinan yang akomodatif dan senantiasa menerima perbaikan bersama. Di sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda terwujud melalui penyediaan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mencapai belasan triliun rupiah untuk menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Selain itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dalam skala puluhan ribu unit per tahun dengan skema penyaluran dana langsung ke pihak sekolah demi mempercepat pembangunan. Langkah mendirikan sekolah rakyat khusus bagi anak-anak dari lapisan sosial terendah mempertegas keyakinan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Seluruh intervensi kebijakan ini membuktikan bahwa negara sedang bekerja keras mengurai benang kusut kemiskinan terstruktur yang diwariskan dari masa lalu. Melihat keseriusan agenda kerja pemerintah yang terbilang masih di awal periode, gerakan mahasiswa seyogianya memberikan kesempatan yang proporsional bagi eksekutif untuk merealisasikan target capaian. Ketua Umum GM FKPPI, Sandi Mandela Simanjuntak, mengingatkan agar elemen mahasiswa tidak memposisikan diri sebagai hakim yang sekadar menjatuhkan vonis, melainkan bertindak secara elegan melalui argumen terbuka dan kajian mendalam. Suara yang paling keras di jalanan belum tentu membawa kebenaran mutlak apabila tidak disertai dengan tawaran solusi yang konkret. Ketika unjuk rasa bergeser menjadi tindakan reaksioner yang sekadar ikut-ikutan tanpa basis data yang valid, substansi permasalahan justru menjadi kabur dan rentan dimanfaatkan oleh agenda terselubung yang merugikan persatuan bangsa.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.