• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Energi»Kontribusi Pemanfaatan EBT Komitmen Kuat Indonesia Menuju Swasembada Energi

Kontribusi Pemanfaatan EBT Komitmen Kuat Indonesia Menuju Swasembada Energi

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 26 June 2025

Kontribusi Pemanfaatan EBT Komitmen Kuat Indonesia Menuju Swasembada Energi

Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mewujudkan swasembada energi melalui pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai pilar utama transformasi sektor energi nasional.

Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam pernyataannya menekankan bahwa ketergantungan terhadap impor energi harus segera dikurangi, dan percepatan pembangunan energi terbarukan menjadi prioritas utama demi memastikan kedaulatan energi bangsa.

“Potensi energi terbarukan kita luar biasa, geothermal kita luar biasa, hidro sangat besar, dari angin, dari gelombang ternyata sangat besar,” ujarnya.

Presiden Prabowo juga menyampaikan target ambisius Indonesia untuk mencapai net zero emissions sebelum tahun 2050. Strategi yang disusun mencakup penghentian operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara dalam kurun waktu 15 tahun ke depan, transisi penuh ke energi terbarukan dalam 10 tahun, serta pencapaian swasembada listrik secara nasional.

 

Sebagai langkah konkret, PT PLN (Persero) melalui sinergi dengan pemerintah daerah, terus memperluas inisiatif pembangunan pembangkit energi bersih. Salah satu terobosan terbaru adalah kerja sama antara PLN dan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, dalam pengembangan potensi energi hidro. Potensi alam Gayo Lues dinilai sangat mendukung pengembangan pembangkit listrik tenaga air skala kecil dan menengah.

 

Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Evy Haryadi, menyambut baik kerja sama ini sebagai wujud sinergi lintas sektor sekaligus upaya dalam mengakselerasi transisi energi untuk mencapai _Net Zero Emissions._

 

“Kami menyambut baik inisiatif pembangunan pembangkit listrik hidro ini dan menyatakan bahwa investor yang tertarik akan disambut dengan tangan terbuka, tentunya dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan, termasuk zona daerah aliran sungai (DAS),” ungkap Evy.

 

Senada, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Mundhakir, menyebut kerja sama ini sebagai proyek percontohan nasional dalam pengembangan PLTA, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), dan Piko Hidro (PLTPH). Ia menekankan pentingnya optimalisasi aset daerah untuk pengembangan energi ramah lingkungan.

 

“MoU ini menjadi langkah strategis dalam pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak, meningkatkan kemandirian energi lokal, dan mendukung target pengurangan emisi karbon. Kami berharap proyek ini menjadi model pengembangan EBT di berbagai daerah lainnya di Indonesia,” kata Mundhakir.

 

Langkah-langkah konkret yang diambil pemerintah, termasuk kemitraan aktif dengan BUMN dan pemerintah daerah, menunjukkan bahwa transisi energi bukan hanya visi, tetapi telah memasuki fase implementasi. Dengan dukungan semua pihak, swasembada energi berbasis EBT bukanlah hal yang mustahil, melainkan masa depan yang sedang dibangun hari ini.

 

 

[edRW]

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

September 23, 2026

Sistem Penilaian MBG: Pemerintah Serius Membenahi Kualitas Layanan

September 23, 2026

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik  Oleh : Abdul Razak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap penguatan tata kelola melalui mekanisme evaluasi yang melibatkan sekolah sebagai penerima layanan secara langsung. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian terhadap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari kualitas menu hingga ketepatan distribusi. Mekanisme tersebut dapat menjadi instrumen koreksi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, aplikasi tersebut dirancang agar kepala sekolah dapat memberikan rating dan catatan terhadap dapur yang melayani sekolah masing-masing. Masukan dapat mencakup kondisi menu, keterlambatan pengiriman, serta persoalan lain yang ditemukan selama pelaksanaan MBG. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bersumber dari pengalaman penerima layanan di tingkat sekolah. Menurut Sudaryono, sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan dapat diakses kepala sekolah dalam waktu sekitar satu hingga tiga minggu. Bagi BGN, umpan balik dari sekolah diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kepuasan terhadap layanan SPPG sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penyedia makanan. Dalam perspektif tata kelola, mekanisme penilaian semacam ini memiliki fungsi penting karena memperpendek jarak antara pelaksana program dan pengambil keputusan. Keluhan mengenai menu yang kurang bervariasi, kualitas makanan, keterlambatan distribusi, maupun persoalan pelayanan dapat dicatat secara lebih terstruktur. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menemukan pola persoalan, menentukan tindak lanjut, dan mengevaluasi kinerja SPPG berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penguatan evaluasi juga berkaitan erat dengan aspek keamanan pangan. BGN telah menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat penerima makanan, tetapi turut berperan sebagai lapisan pengawasan sebelum makanan dikonsumsi peserta didik. Guru didorong makan bersama siswa sekaligus melakukan pemeriksaan fisik terhadap makanan yang diterima, termasuk kondisi wadah, keberadaan label, dan kejelasan batas waktu konsumsi. …

Sistem Penilaian MBG: Pemerintah Serius Membenahi Kualitas Layanan

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Sistem Penilaian MBG: Pemerintah Serius Membenahi Kualitas Layanan Oleh: Nadira Citra Maheswari Program Makan Bergizi…

Penilaian MBG Berbasis Aplikasi Disiapkan untuk Awasi Dapur SPPG

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Berbasis Aplikasi Disiapkan untuk Awasi Dapur SPPG Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional,…

Pemerintah Dorong Penilaian MBG agar Kualitas Menu dan Distribusi Terpantau

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Pemerintah Dorong Penilaian MBG agar Kualitas Menu dan Distribusi Terpantau Jakarta- Pemerintah melalui Badan Gizi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.