• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Komunitas GESIT Ajak Warganet Dukung Kebijakan Pemerintah Tangani Covid-19

Komunitas GESIT Ajak Warganet Dukung Kebijakan Pemerintah Tangani Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 24 September 2020

Akhir-akhir ini penyebaran Covid-19 semakin meluas, termasuk di Indonesia, per-22 September 2020, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia sejumlah 257.000. Hal tersebut lantaran pemahaman masyarakat tentang tatanan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan masih rendah di kalangan masyarakat, sehingga Pemerintah lakukan beebagai upaya salahsatunya menerbitkan Inpres No. 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Atas dasar itu, komunitas Generasi Literasi Terbit (GESIT) mengadakan live Podcast pada Kamis (24/9), ajak masyarakat mendukung upaya pemerintah menangani pandemi Covid-19 agar semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Komunitas GESIT Akan Gelar Podcast Warganet Ajak Masyarakat Dukung Kebijakan Pemerintah Atasi Pandemi Covid-19

Dalam Podcast tersebut, Ketua GESIT Anggara Purissta yang menjadi narasumber menuturkan peran warganet dalam mendukung kesuksesan penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah.

“Warganet bisa mengoptimalkan kontribusi sebagai pemberi edukasi literasi positif di dunia maya guna meningkatkan kesadaran serta partisipasi semua kalangan masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dan mendukung upaya pemerintah menangani penyebaran Covid-19” ujar Anggara.

Sementara itu, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Benny Susetyo berujar bahwa kondisi pandemi COVID-19 menjadi tantangan berat bagi pemerintah, sehingga berbagai kebijakan baru harus ditempuh dan kita dukung.

“Peran warganet dan masyarakat di masa sulit ini diperlukan untuk mendukung program dan kebijakan pemerintah, terutama program-program pemulihan ekonomi dan kesehatan nasional,” kata Benny.

Benny menambahkan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir dan mengajak seluruh masyarakat untuk terus displin menerapkan ptotokol kesehatan.

Lebih lanjut, Blogger Jakarta Mutiaradha Syaifitri mengajak seluruh elemen pegiat media sosial dan konten kreator agar mendukung program-program penanganan pandemi Covid-19 salahsatunya lewat karya dan kreatifitas.

“Dengan pembuatan dan penyebaran berbagai konten narasi positif di media sosial dalam bentuk tulisan artikel dan design grafis/meme serta video masyarakat seputar protokol kesehatan demi mendukung upaya pemerintah menangani penyebaran Covid-19, mari kita semua bersinergi, “kata Mutiaradha.

Diketahui sebelum jalannya Podcast, warganet yang tergabung dalam komunitas GESIT juga melaksanakan penyebaran konten positif di media sosial demi mendukung upaya penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah serta melawan konten-konten hoaks demi terwujudnya masyarakat yang sehat dan tetap produktif.

Setelah bincang online Podcast berlangsung, dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi warganet bersama komunitas Pegiat Media Sosial sebagai komitmen masyarakat mendukung upaya pemerintah menangani pandemi Covid-19. Adapun beberapa poin deklarasi tersebut sebagai berikut,

Pertama, Siap menjaga Persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila Dan Undang – Undang Dasar 1945 Serta Kebhinekaan.

Kedua, Siap berperan dan mendukung upaya pemerintah menangani kasus Covid-19 dengan melakukan edukasi informasi valid di media publik agar terciptanya disiplin protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga , Siap bergotong royong melawan hoaks dan konten negatif seputar era adaptasi kebiasaan baru dengan memproduksi konten-konten yang menumbuhkan optmisme demi kesuksesan Pemeritah menangani pandemi Covid-19.

Jakarta 24 September 2020
Tertanda,
Warganet dan Generasi Literasi Terbit.

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

September 14, 2026

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global

September 14, 2026

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026 Jakarta – Pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu Koperasi…

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global Oleh : Gavin Asadit…

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia  Oleh Tri Lestari Indonesia sedang berada pada momentum penting untuk membuktikan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar sektor pelengkap dalam perekonomian nasional, melainkan salah satu kekuatan strategis yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi pemimpin industri halal dunia. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar, basis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang luas, serta berkembangnya industri keuangan syariah, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk memainkan peran lebih besar dalam rantai ekonomi halal global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kekuatan ekonomi syariah Indonesia telah mencapai sekitar Rp3.131 triliun. Angka tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat keempat sebagai negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia. Posisi ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah Indonesia telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki daya saing dan tidak lagi hanya berorientasi pada pasar domestik. Yang lebih menarik, Indonesia telah menjadi produsen nomor satu untuk sejumlah produk halal, termasuk sektor mode dan busana muslim. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk mengubah besarnya pasar muslim menjadi kekuatan produksi. Kekuatan tersebut semakin ditopang oleh ekosistem sertifikasi halal yang terus berkembang. Airlangga menyebutkan bahwa Indonesia telah memiliki sekitar 4,4 juta sertifikat halal. Besarnya jumlah sertifikasi ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional. Namun, tantangannya adalah memastikan agar sertifikasi halal tidak berhenti sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Oleh karenanya, kebijakan pemerintah diarahkan untuk membuat proses sertifikasi semakin mudah, murah, cepat, dan terintegrasi dengan program pengembangan usaha. Langkah pemerintah dalam membangun akses pasar internasional juga menjadi faktor penting. Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki mutual recognition arrangement atau agreement dengan 39 negara. Kerja sama tersebut membuka peluang agar produk halal Indonesia dapat lebih mudah diterima di berbagai pasar global. Artinya, sertifikasi halal dapat menjadi pintu masuk bagi produk UMKM Indonesia untuk menembus pasar dunia, bukan sekadar menjadi tanda kepatuhan di pasar domestik. Di sisi lain, kekuatan ekonomi syariah Indonesia memiliki sumber daya sosial yang jauh lebih luas daripada sekadar sektor komersial. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ZISWAF memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengoptimalkan zakat, infak, sedekah, jariah, hibah, wasiat, dan berbagai sumber keagamaan lainnya. Optimalisasi dana sosial tersebut dapat memperkuat upaya pengentasan kemiskinan sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi umat. Potensi tersebut akan semakin besar apabila keuangan komersial dan keuangan sosial syariah dapat diintegrasikan secara lebih sistematis. Dana zakat dan wakaf, misalnya, dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat produktif, sementara pembiayaan perbankan syariah dapat menopang pengembangan usaha yang telah memiliki prospek komersial. Sinergi semacam ini akan membuat ekonomi syariah memiliki dampak yang lebih luas terhadap pemerataan kesejahteraan.…

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Oleh: KH Anis Maftukhin Syahdan, Mbah Hasyim Asy’ari pernah menyitir sebuah syair Arab berabad silam…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.