• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Komitmen PB ESI Majukan Esport Indonesia Torehkan Prestasi di Kejuaran Esport di Bali

Komitmen PB ESI Majukan Esport Indonesia Torehkan Prestasi di Kejuaran Esport di Bali

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 7 December 2022

Komitmen PB ESI Majukan Esport Indonesia Torehkan Prestasi di Kejuaran Esport di Bali

Oleh : Romi Fernando

Timnas Esport Indonesia karena Tim Nasional (Timnas) Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) berhasil menuju babak grand final dalam kejuaraan Esport di Bali. Kesuksesan tersebut merupakan salah satu wujud komitmen PB ESI yang saat ini diketuai oleh Jenderal Polisi (P) Budi Gunawan untuk mencetak atlet berprestasi.

Kabar gembira bagi pendukung Timnas Mobile Legend Bang Bang (MLBB) Indonesia yang akhirnya berhasil terus mencetak kemenangan hingga akhirnya mengantongi tiket Grand Final dalam ajang IESF Bali 14th WEC 2022.

Kesuksesan untuk bisa melaju ke babak pertandingan final tersebut didapatkan oleh Timnas Indonesia setelah berhasil menaklukkan Tim Kamboja pada final upper bracket hari ini, Selasa (6/12). Dalam hal ini, permainan yang dilakukan oleh Timnas Indonesia sangatlah baik, lantaran mampu mencuri skor dengan kemenangan 2-1.

Pertandingan melawan Kamboja terbilang alot. Pada babak pertama, memang Timnas Indonesia sendiri sempat terlihat mengalami kesulitan dengan permainan sangat agresif yang disuguhkan oleh Kamboja. Pasalnya, Tim Kamboja sendiri langsung berhasil mendapatkan first blood pada babak pertama.

Situasi kemudian berbalik saat permainan Timnas Indonesia diimbangi dengan teknik defensif yang juga sangat baik, sehingga pada early game sempat memimpin. Sementara itu, saat mid-game telah berjalan, ternyata justru Tim Kamboja yang banyak mendapatkan momentum penting untuk merubah alur permainan sehingga mereka menjadi mendominasi. Akhirnya, pada babak pertama Tim Kamboja pun memimpin dengan skor 0-1.

Di babak kedua, Timnas Indonesia kemudian memulai permainan dengan jauh lebih agresif. Akhirnya, Tim Kamboja yang pada mulanya memimpin tersebut akhirnya harus menerima kekalahan dengan Timnas Indonesia dengan skor akhir 2-1. Sementara itu, salah satu pemain Timnas MLBB Indonesia, Jabran ‘Branz’ Bagus menyatakan bahwa mereka merasa sangat senang dengan hasil kemenangan tersebut.
Penyelenggaraan dan kesuksesan Esport Indonesia tersebut tidak bisa terlepas dari peran dan komitmen Bapak Budi Gunawan selaku Ketum PB ESI untuk bisa terus memajukan ekosistem esport Tanah Air.
Dalam hal ini, pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) yang diketuai oleh Budi Gunawan telah memiliki persiapan matang dalam melahirkan atlet-atlet bertalenta. Selain itu, pihaknya juga telah sangat sukses dalam segala penyelenggaraan ajang Indonesia Esports Summit: Bali 14th World Esports Championships 2022. Bahkan, tidak sedikit pihak yang mengaku bahwa perhelatan tersebut menjadi ajang esports outdoor yang terbesar di dunia.
Keberhasila tersebut sangat membanggakan nama Indonesia. Terlebih, terdapat pula harapan bahwa dengan bagaimana suksesnya IESF Bali 14th WEC bisa turut membantu mengangkat pertumbuhan ekonomi kreatif dan juga sektor pariwisata di Tanah Air.
Sementara itu, perhelatan kejuaraan Esport internasional tentu juga akan menarik banyak pengunjung asing untuk datang ke Pulau Dewata sehingga mereka juga bisa menikmati bagaimana keindahan Bali. Sejauh ini, pihak PBESI sendiri juga sudah mengkonsep sedemikian rupa mengenai sport tourism.
Sementara itu, Ketua Harian PBESI, Bambang Sunarwibowo menyatakan bahwa dirinya sangat penuh akan optimisme terkait dunia esports Indonesia yang akan mampu menjadi barometer dunia, terutama mengetahui seperti apa kesuksesan penyelenggaraan Indonesia Esports Summit 2022 Bali 14th World Esports Championships.
Bambang Sunarwibowo menjelaskan bahwa dalam kesuksesan penyelenggaraan event esport internasional di Bali itu juga sama sekali tidak bisa dilepaskan dari bagaimana koordinasi dan sinergitas baik antara phak PBESI dengan banyak pihak terkait lainnya seperti Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) hingga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Bukan hanya itu, namun pihak PBESI juga menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi komunitas esport nasional untuk bisa menentukan berbagai kebutuhan serta kepentingan fundamental.
Sudah banyak sekali kemajuan yang berhasil diraih oleh dunia esports Indonesia di era kepemimpinan Ketum PBESI Budi Gunawan. Terlebih dengan bagaimana komitmen besarnya, membuat Presiden IESF, Vlad Marinescu pun memberikan apresiasi yang sangat tinggi.
Apresiasi tersebut langsung ditujukan pada Budi Gunawan karena dianggap sudah sangat sukses dalam penyelenggaraan IESF Bali 14th WEC 2022 maupun mencetak atlet-atlet berkualitas. Bukan hanya terkait dengan kesuksesan penyelenggaraan ajang event esports outdoor terbesar dunia yang berhasil dihelat oleh PBESI, namun Vlad Marinescu juga melihat sudah sangat banyak sekali pertumbuhan komunitas esports Indonesia.
Ketum PB ESI tersebut juga menyatakan kalau pihaknya sudah banyak membuat regulasi untuk bisa mengatur dunia esports Indonesia menjadi lebih jelas dan terarah ke depannya, sehingga memang langsung berkorelasi dengan bagaimana banyaknya perolehan prestasi yang dicetak oleh para atlet esports di level internasional.
Penyelenggaraan event esports internasional di Bali, bertajuk IESF Bali 14th WEC 2022 yang dilaksanakan oleh PBESI memang mencetak kesuksesan yang sangat luar biasa. Hal tersebut bahkan mendatangkan apresiasi dari banyak pihak termasuk Presiden IESF secara langsung. Oleh sebab itu, dibawah kepemimpinan Ketum Budi Gunawan maka diharapkan banyak atlet berprestasi akan bermunculan.

)* Penulis adalah kontributor Persada Institute

Pemerintah Siapkan Langkah Antisipatif Hadapi Dampak Krisis Iklim pada Pertanian

July 12, 2026

Mitigasi Krisis Iklim Dipercepat lewat Irigasi, Embung, dan Pompanisasi

July 12, 2026

Pemerintah Siapkan Langkah Antisipatif Hadapi Dampak Krisis Iklim pada Pertanian

By Kata IndonesiaJuly 12, 20260

Pemerintah Siapkan Langkah Antisipatif Hadapi Dampak Krisis Iklim pada Pertanian Jakarta – Pemerintah mempercepat berbagai…

Mitigasi Krisis Iklim Dipercepat lewat Irigasi, Embung, dan Pompanisasi

By Kata IndonesiaJuly 12, 20260

Mitigasi Krisis Iklim Dipercepat lewat Irigasi, Embung, dan Pompanisasi Jakarta – Pemerintah terus mempercepat langkah…

CKG dan Komitmen Negara Memperluas Layanan Kesehatan Preventif

By Kata IndonesiaJuly 12, 20260

CKG dan Komitmen Negara Memperluas Layanan Kesehatan Preventif Oleh : Gavin Asadit Pembangunan kesehatan nasional…

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko 

By Kata IndonesiaJuly 11, 20260

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko  Oleh Ananda Rusdian Upaya membangun bangsa yang sehat tidak cukup dilakukan melalui pelayanan kesehatan yang berpusat di fasilitas kesehatan formal semata. Tetapi negara juga hadir menjangkau kelompok-kelompok yang berada dalam posisi rentan, baik karena kondisi sosial, lingkungan hidup, maupun keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Untuk itu, peluncuran Kick-Off Nasional Skrining Tuberkulosis (TB) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 532 lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di seluruh Indonesia dipandang sebagai langkah strategis sekaligus berkeadilan. Kebijakan ini menunjukkan bahwa hak atas kesehatan menjangkau seluruh warga negara, termasuk warga binaan pemasyarakatan yang selama ini kerap luput dari perhatian publik. Program ini menegaskan bahwa pemerintah mulai menempatkan kesehatan sebagai hak dasar yang harus diakses oleh semua orang tanpa kecuali. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa arahan Presiden adalah agar program kesehatan menyasar seluruh masyarakat, termasuk ratusan ribu warga binaan di lapas dan rutan. Pernyataan itu penting karena memperlihatkan perubahan cara pandang negara bahwa warga binaan bukan sekadar objek pembinaan hukum, melainkan tetap subjek pembangunan yang berhak memperoleh perlindungan kesehatan secara layak. Langkah ini menjadi semakin relevan ketika melihat tingginya ancaman tuberkulosis di lingkungan pemasyarakatan. Data yang disampaikan pemerintah menunjukkan prevalensi TB di lapas mencapai 0,54 persen, lebih tinggi daripada rata-rata nasional yang berada di kisaran 0,3 persen. Angka tersebut tidak boleh dibaca sebagai statistik semata, melainkan sebagai peringatan serius bahwa lembaga pemasyarakatan merupakan ruang berisiko tinggi bagi penularan penyakit menular. Kepadatan hunian, sirkulasi udara yang terbatas, interaksi intensif antarpenghuni, serta mobilitas petugas menciptakan situasi yang memungkinkan penyebaran TB berlangsung lebih cepat. Jika tidak ditangani dengan pendekatan luar biasa, lapas dapat menjadi titik rawan penularan yang berdampak bukan hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi petugas, keluarga, dan masyarakat luas ketika proses keluar-masuk penghuni berlangsung. Karena itu, keputusan menjadikan lapas sebagai salah satu sasaran utama skrining TB merupakan kebijakan yang sangat rasional. Budi mengingatkan bahwa TB tidak boleh diremehkan, tetapi juga tidak boleh ditakuti secara berlebihan karena pengobatannya tersedia dan peluang sembuh sangat besar apabila kasus ditemukan lebih awal. Di sinilah skrining rutin, termasuk melalui foto rontgen dada, menjadi instrumen yang sangat penting. Pendekatan ini tidak hanya berguna untuk menemukan kasus aktif, tetapi juga mencegah penularan berantai dan menurunkan angka kematian akibat TB. Pada saat yang sama, pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan secara menyeluruh juga membuka ruang deteksi dini terhadap penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal. Ini sangat penting karena kelompok berisiko sering kali tidak memiliki akses pemeriksaan rutin, sehingga penyakit baru diketahui ketika sudah memasuki stadium berat. Budi menekankan pentingnya menjaga indikator kesehatan dasar seperti tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol. Pembangunan kesehatan tidak cukup berfokus pada pengobatan, tetapi harus diarahkan pada pencegahan, perubahan perilaku, dan pengenalan faktor risiko sejak awal. Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk mendukung deteksi dini dan percepatan eliminasi TB. Sikap tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan di lapas tidak dapat dibebankan hanya kepada Kementerian Kesehatan, melainkan membutuhkan dukungan serius dari institusi yang mengelola lingkungan pemasyarakatan. Koordinasi mengenai sarana dan prasarana klinik lapas dan rutan menjadi langkah penting agar skrining tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berlanjut menjadi layanan diagnosis, pengobatan, pemantauan, dan pencegahan yang berkesinambungan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.