• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Komitmen Budi Gunawan Lakukan Transformasi dan Modernisasi Lembaga Pendidikan BIN

Komitmen Budi Gunawan Lakukan Transformasi dan Modernisasi Lembaga Pendidikan BIN

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 31 July 2024

Komitmen Budi Gunawan Lakukan Transformasi dan Modernisasi Lembaga Pendidikan BIN

Oleh : Joana Anastasia

Kepala BIN Jenderal Polisi. (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan, berkomitmen untuk melakukan pembaharuan Pusdiklat melalui modernisasi infrastruktur berupa pembangunan gedung utama dengan sejumlah fasilitas seperti laboratorium pemantauan intelijen (monitoring intelligence), sistem manajemen pembelajaran, dan modul pembelajaran intelijen, serta ruang-ruang pendukung proses pembelajaran. Hal tersebut menjadi simbol bahwa kepemimpinan Kepala BIN saat ini telah menjadi modal kuat untuk membawa BIN masuk dalam jajaran Intelijen berkelas dunia atau World Class Intelligence.

Seluruh fasilitas tersebut dibangun dalam rangka menjawab kebutuhan intelijen masa depan yang sarat dengan intelijen berbasis teknologi. Pembaharuan tersebut sebagai sinyal kuat bagi Pusdiklat yang bertransformasi menjadi World class intelligence Training center.

Tidak hanya modernisasi pada Pusdiklat, Kepala BIN Jenderal Polisi. (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan juga berhasil mencatat momen bersejarah melalui penyerahan Akreditasi Internasional kepada STIN oleh Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute (ACQUIN), lembaga akreditasi terkemuka asal Jerman. Perwakilan ACQUIN, Robert Sebastian Raback dan Dr. Alexander Fredich Schonmann, hadir secara langsung untuk menyerahkan akreditasi ini. Pengakuan internasional ini menegaskan bahwa STIN telah memenuhi standar global dalam hal kurikulum, fasilitas pembelajaran, kualitas pengajar, dan manajemen institusi.

Sertifikat ini menunjukkan bahwa STIN telah memenuhi standar internasional dalam aspek akademik dan operasional. Kedua, dengan adanya sertifikasi ini, STIN telah diakui memiliki kurikulum dan sistem pengajaran yang setara dengan lembaga-lembaga pendidikan intelijen terkemuka di dunia. Dan Ketiga, tentu saja hal ini bukti konkret bahwa STIN mampu bersaing di kancah global dan menjadi lembaga yang mampu mencetak perwira intelijen yang handal dan kompeten.

Penerimaan sertifikat berstandar global tersebut dilaksanakan di sela-sela rangkaian prosesi Sumpah Prasetya Perwira Intelijen STIN pada Rabu (31/7) di Kawasan Smartcampus STIN Bogor, Jawa Barat. Pada kesempatan yang sama, Kepala BIN juga melakukan peresmian modernisasi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Intelijen Negara, penyerahan secara simbolis sarana – prasarana mobilitas operasional BIN, penyerahan Piala Juara 1 Putri Proliga 2024 dan apresiasi Juara 1 Putri Jakarta BIN, serta pemberian apresiasi terhadap para atlet PROBIN yang berprestasi.

Rangkaian kegiatan tersebut juga berjalan khidmat yang dihadiri pejabat tinggi negara, akademisi, dan praktisi intelijen, yang juga memberikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Kepala BIN dan seluruh keluarga besar STIN atas pencapaian tersebut.

Dalam kata sambutannya di acara tersebut, Kepala BIN mengapresiasi pencapaian yang telah diraih oleh STIN maupun BIN. Tanpa adanya kerja keras dan dedikasi seluruh jajaran, pencapaian tersebut akan sulit untuk diwujudkan. Tak hanya itu, akreditasi internasional tersebut membuktikan STIN mampu memenuhi standar internasional dan pelatihan intelijen.

Tidak menutup kemungkinan, pengakuan internasional ini juga membuka peluang kerjasama lebih luas dengan berbagai lembaga pendidikan dan intelijen di seluruh dunia. Pertukaran pengetahuan dan teknologi dengan mitra internasional akan semakin meningkatkan kualitas pendidikan di STIN, serta memperkuat kemampuan intelijen Indonesia dalam menghadapi ancaman global yang semakin kompleks. Langkah ini juga menunjukkan bahwa Indonesia serius dalam meningkatkan standar pendidikan dan pelatihan intelijen, yang sangat penting untuk menjaga keamanan nasional.

Dalam kacamata penulis, sosok Kepala BIN Jenderal Polisi. (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D. memang dikenal sebagai sosok yang sangat concern terhadap kualitas pendidikan. Kecenderungan tersebut tercermin dari upaya pemutakhiran sarana pendidikan melalui akselerasi pengembangan smartcampus STIN serta modernisasi pusat pendidikan dan pelatihan Badan Intelijen Negara yang kini dilengkapi dengan laboratorium monitoring intelligence dan experience center.

Dalam berbagai kesempatan, Kepala BIN sering menyampaikan bahwa personel Intelijen memang harus dibekali dengan pendidikan yang bermutu tinggi dan didukung oleh sarana prasarana yang memadai serta teknologi mutakhir. Hal itu tentu saja untuk mewujudkan World Class Intelligence Organization agar dapat menjawab semua tantangan yang ada saat ini dalam kondisi dunia semakin tidak menentu.

Dalam rangkaian acara di Smartcampus STIN itu, Kepala BIN turut memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap para atlet yang tergabung dalam Persatuan Olah Raga Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai wujud pembinaan atlet berprestasi. Menurut hemat penulis, penghargaan kepada atlet-atlet Persatuan Olahraga Badan Intelijen Negara (PORBIN) menunjukkan bahwa STIN tidak hanya fokus pada aspek akademis dan operasional, tetapi juga memperhatikan pengembangan potensi dan prestasi di bidang olahraga.

Selain itu, pemberian penghargaan ini tidak hanya memberikan motivasi bagi para atlet, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh anggota BIN untuk terus berprestasi di berbagai bidang. Prestasi di bidang olahraga menunjukkan keseimbangan antara fisik dan mental yang sangat penting bagi seorang perwira intelijen.

Sejumlah pencapaian BIN di era kepemimpinan Jenderal. Pol. (P) Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D juga telah mendapat apresiasi dari banyak pihak, salah satunya pengamat intelijen dan militer Susaningtyas Kertopati. Menurutnya, kepemimpinan Kepala BIN mampu mengawal sejumlah momentum krusial seperti Pemilu hingga melewati ancaman Pandemi Covid-19. Dirinya menambahkan bahwa tangan dingin Kepala BIN Jenderal. Pol. (P) Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D mampu membawa BIN benar-benar maksimal dalam menjalankan peran, tugas, dan fungsinya sesuai Undang-Undang UU 17/2011 tentang Intelijen Negara.

Dari gambaran diatas, diketahui bahwa sosok Kepala BIN Jenderal Polisi. (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D. telah menunjukkan profesionalitas dan kepemimpinan visioner dalam menghadapi berbagai tantangan ancaman global, regional, dan nasional yang terus berubah. Tak hanya itu, berbagai keberhasilan ini juga mencerminkan kepemimpinan Kepala BIN terus bergerak menuju visi menjadi World Class Intelligence Organization yang siap melindungi berbagai kepentingan nasional.

)* Penulis adalah pengamat pendidikan

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi

September 17, 2026

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi

September 17, 2026

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi  Oleh: Indah Prameswari Setiap September, ruang publik Indonesia kembali diwarnai refleksi mengenai berbagai peristiwa yang pernah menjadi bagian dari perjalanan bangsa. Momentum ini dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami sejarah, memperkuat kepedulian terhadap nilai kemanusiaan, serta melihat pentingnya menjaga kehidupan demokrasi secara sehat. Refleksi terhadap masa lalu akan lebih bermakna apabila diarahkan pada upaya membangun masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, pembahasan mengenai September Hitam perlu ditempatkan dalam semangat dialog, penghormatan terhadap kebebasan berpendapat, dan tanggung jawab bersama agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi permusuhan di tengah masyarakat. Pengamat politik dari Indeks Data Nasional, Ayip Tayana, mengingatkan agar wacana September Hitam yang berkembang di media sosial tetap ditempatkan sebagai ruang refleksi dan aktivisme digital yang positif. Menurut Ayip, momentum tersebut perlu dijaga agar tidak bergeser menjadi mobilisasi massa yang didorong emosi dan kebencian, karena kondisi demikian justru dapat menjauhkan masyarakat dari tujuan membangun diskusi yang sehat. Ayip menilai penyampaian aspirasi melalui demonstrasi tetap merupakan bagian yang sah dalam kehidupan demokrasi. Namun, ia mendorong mahasiswa dan masyarakat sipil mengevaluasi bentuk gerakan agar tidak berhenti pada pengerahan massa, melainkan diarahkan pada pembahasan yang lebih substantif mengenai pemulihan korban, efektivitas kebijakan, serta langkah pencegahan, sehingga persoalan serupa tidak kembali terjadi. Ia menekankan, mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk mengambil peran sebagai penggerak solusi dengan memanfaatkan riset dan kajian berbasis bukti. Aspirasi yang disusun melalui data dan rekomendasi kebijakan dinilai dapat memperkaya proses penyelesaian persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus menjaga agar momentum September Hitam tetap produktif dan tidak terjebak dalam mobilisasi emosi. Di sisi lain, kewaspadaan terhadap potensi provokasi menjadi penting karena stabilitas sosial merupakan prasyarat bagi berlangsungnya kehidupan demokratis. Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang membawa nama Black September atau September Hitam. Kepolisian, menurut Alfred, telah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat akibat ajakan aksi yang beredar di media sosial.…

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi Oleh: Rania Zafirah September kembali menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengingat berbagai peristiwa kelam dalam perjalanan bangsa. Istilah September Hitam berkembang sebagai simbol untuk mengenang sejumlah kasus kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang masih menjadi bagian dari ingatan publik. Momentum tersebut penting karena mengingat sejarah bukan sekadar menghadirkan kembali luka masa lalu, tetapi juga membangun kesadaran agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Di tengah perkembangan teknologi informasi, proses mengingat berbagai peristiwa masa lalu semakin mudah dilakukan melalui media sosial. Berbagai arsip, dokumentasi, kesaksian, maupun kajian mengenai kasus HAM dapat diakses oleh generasi yang tidak mengalami langsung peristiwa tersebut. Kondisi ini membuka peluang terbentuknya ingatan kolektif yang lebih luas, sekaligus menghadirkan tantangan berupa penyebaran informasi tanpa konteks, opini, maupun narasi yang belum terverifikasi. …

Isu September Hitam, Aspirasi Disampaikan Tertib dan Sesuai Aturan Tanpa Provokasi Anarkistis

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Isu September Hitam, Aspirasi Disampaikan Tertib dan Sesuai Aturan Tanpa Provokasi Anarkistis Jakarta – Isu…

Sejumlah Pihak Ingatkan September Hitam Jangan Berubah Jadi Mobilisasi Emosi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Sejumlah Pihak Ingatkan September Hitam Jangan Berubah Jadi Mobilisasi Emosi Jakarta – Sejumlah pihak mengingatkan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.