• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Komisioner KPK Terpilh Panen Dukungan

Komisioner KPK Terpilh Panen Dukungan

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 26 September 2019

Oleh : Alfisyah Kumalasari (Pengamat Sosial Politik)

Komisioner KPK terpilih tentu bisa berlega hati, dimana setelah rangkaian panjang tes yang cukup melelahkan telah mereka lewati. Termasuk juga beragam pihak yang menyikapi hal tersebut dengan berbagai penilaian, namun yang jelas ke lima komisioner tersebut adalah orang – orang pilihan dari yang terpilih.

Rangkaian tes yang melelahkan ini, sebelumnya juga telah melewati banyak drama, mulai dari tudingan negatif hingga kinerja Pansel yang kurang memuaskan. Bahkan ada pula yang menilai KPK bakal mati dan lumpuh.

Beberapa kasus terjadi akibat kecemasan akan tidak berlakunya kembali hukum KPK. Mengingat banyaknya permasalahan yang tidak selesai hingga carut marut isu pimpinan KPK yang dinilai melenceng dari aturan. Hingga lembaga terbesar antirasuah yang hampir 2 dekade ini layaknya tak dimakna apapun.

Para koruptor masih saja melenggang dengan bebas. Namun, kepercayaan akan selalu datang, bagi mereka yang bekerja sepenuh hati dan kejujuran. Meski memang harus ada yang dibayar mahal untuk hasil yang diperolehnya.

Suka cita akan terpilihnya para komisioner KPK ini disambut baik dari beberapa pihak. Banjir dukungan-pun turut dilontarkan sebagai penyemangat untuk menyambut tugas. Media pun menyorot aksi massa yang memberikan dukungan atas terpilihnya komisioner KPK yang baru.

PDI – P melalui sekjennya menyatakan bahwa pihaknya mengapresiasi terhadap 5 komisioner KPK tersebut. 5 Capim terpilih tersebut antara lain ; Alexander Marwata, Firli Bahuri, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango, serta Nurul Gufron. Dukungan tersebut diutarakan oleh Hasto terlebih dalam upaya pemberantasan dan pencegahan korupsi.

Selain itu, PDI – P juga akan terus melakukan tindakan proaktif guna mensosialisasikan pencegahan penggunaan kekuasaan. Khususnya terhadap seluruh petugas partai, baik di struktur partai eksekutif hingga bagian legislatif. Juga pemberlakuan sanksi seberat – beratnya bagi mereka yang tertangkap tangan KPK, antara lain dengan pemecatan seketika maupun yang terlibat tindak pidana korupsi.

Deras dukungan juga datang dari Ikatan alumni Lemhanas Program Pendidikan Singkat Angkatan XXI atau yang populer dengan IKAL PPSA XXI. Mereka memberikan dukungan penuh kepada seluruh komisioner KPK serta meminta agar tidak pernah mundur melawan beragam tantangan demi masa depan Nusantara. Mereka menilai jika dukungan ni bertujuan agar mereka tidak merasa sendiri berjuang untuk negeri.

Tercatat 2 diantara 5 komisioner KPK terpilih tersebut merupakan alumnus Lemhanas RI PPSA XXI, yaitu Irjen Pol Firli Bahuri serta Lili Pintauli Siregar. Keduanya merupakan anggota alumnus lembaga tersebut, sehingga secara moril Lemhanas merasa turut bertanggung jawab untuk memberikan dukungannya terhadap kedua komisioner tersebut, agar dalam menjalankan tugasnya, KPK menjadi lembaga independen yang semakin kokoh dan kuat.

Dengan adanya semangat baru tentu ada juga tantangan baru, tentu ada juga harapan baru agar nasib NKRI mnejadi lebih baik. Pemberantasan korupsi akan mampu menyentuh lapisan teratas hingga tuntas. Lalu berimplikasi agar tikus –tikus kantor segera punah, agar kesenjangan kesejahteraan yang ditimbulkan akibat korupsi akan mampu disetarakan kembali.

Dengan terpilihnya komisioner KPK yang baru, tentu masyarakat Indonesia berharap akan adanya angin segar bagi upaya pemberantasan korupsi di berbagai sektor.

Adanya pro dan kontra terkait dengan pemilihan komisioner KPK tersebut tentu merupakan hal yang wajar terjadi, bahkan dalam internal KPK sendiri memang selalu ada pro dan kontra antar pegawainya.

Namun yang terpenting adalah pembuktian kepada khalayak bahwa tuduhan miring tak kan terbukti melalui kinerja yang baik.
Kinerja yang dimaksudkan adalah di dalam upaya pemberantasan korupsi, melakukan pencegahan, melakukan edukasi dan bersinergi dengan seluruh penegak hukum guna bersama – sama melenyapkan praktik korupsi.

Dukungan lainnya juga hadir ketika Anggota Masyarakat Penegak Demokrasi (MPD) melakukan unjuk rasa untuk mendukung pimpinan KPK terpilih agar segera dilantik. Selain itu MPD juga mendukung ke lima komisioner KPK terpilih periode 2019 – 2023, terta mengapresiasi pengesahan revisi UU KPK.

Kita harus percaya bahwa niat baik akan selalu ada yang mendukungnya, sehingga kelma komisioner KPK tidak perlu risau akan adanya tanggapan miring yang dilontarkan kepadanya, karena mengungkap koruptor jauh lebih penting daripada menanggapi berbaga tuduhan yang tidak benar.

 

Pemerintah Perkuat Satgas Terpadu Percepat Penanganan Gempa NTT

August 19, 2026

Satgas Gempa NTT Dikawal hingga Fase Darurat Beralih ke Rehabilitasi

August 19, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas Terpadu Percepat Penanganan Gempa NTT

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas Terpadu Percepat Penanganan Gempa NTT Jakarta – Pemerintah memperkuat pembentukan satuan tugas…

Satgas Gempa NTT Dikawal hingga Fase Darurat Beralih ke Rehabilitasi

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Satgas Gempa NTT Dikawal hingga Fase Darurat Beralih ke Rehabilitasi Jakarta – Penanganan korban gempa…

Kebijakan Transformatif Tunjukkan Negara Bergerak Cepat Membenahi Masalah

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Kebijakan Transformatif Tunjukkan Negara Bergerak Cepat Membenahi Masalah  Oleh: Agus Sasongko Sudah saatnya publik menilai perjalanan pembangunan bukan hanya dari janji, tetapi juga dari arah kebijakan dan hasil yang mulai terlihat di tengah kehidupan masyarakat. Dalam 21 bulan pemerintahan, berbagai langkah yang diambil menunjukkan adanya upaya mempercepat penyelesaian persoalan yang selama ini dianggap rumit dan membutuhkan waktu panjang. Di tengah tantangan pada sektor pangan, energi, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik, rangkaian kebijakan transformatif menjadi sinyal bahwa negara sedang bergerak lebih cepat membenahi masalah sekaligus membangun fondasi yang lebih kuat bagi masa depan Indonesia. Gambaran tersebut mengemuka dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta. Pada kesempatan itu, Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah telah memutuskan sekaligus menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 663 hari pemerintahan. Artinya, rata-rata satu kebijakan lahir setiap lima hari sebagai bagian dari upaya menyelesaikan persoalan negara yang sebagian telah berlangsung selama puluhan tahun dan membutuhkan keberanian dalam pengambilan keputusan. Menurut Prabowo Subianto, pencapaian tersebut lahir dari kombinasi keberanian mengambil keputusan, kerja keras, arah kebijakan yang jelas, serta semangat gotong royong seluruh unsur bangsa. Pemerintah juga tidak mengklaim seluruh persoalan telah selesai, tetapi menilai berbagai tantangan nasional mulai memasuki tahap penyelesaian yang lebih nyata. Cara pandang tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan diposisikan sebagai proses berkelanjutan yang menuntut konsistensi, bukan sekadar mengejar pencapaian jangka pendek yang mudah dilupakan. Salah satu indikator keberhasilan yang paling menonjol selama setahun terakhir terlihat pada sektor pangan. Indonesia berhasil mencapai swasembada delapan komoditas utama lebih cepat dibanding target awal yang diperkirakan membutuhkan empat hingga lima tahun. Beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit menjadi komoditas yang berhasil diperkuat melalui kombinasi kebijakan produksi, distribusi, serta dukungan kepada petani. Pencapaian ini memperlihatkan bahwa percepatan kebijakan dapat menghasilkan dampak nyata ketika hambatan birokrasi dan distribusi mulai disederhanakan. Keberhasilan tersebut diperkuat oleh langkah pemerintah menghapus 145 aturan penyaluran pupuk yang selama ini dinilai menghambat akses petani. Selain itu, harga pupuk berhasil diturunkan hingga 20 persen sehingga biaya produksi menjadi lebih ringan. Kebijakan tersebut tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga berdampak terhadap kinerja PT Pupuk Indonesia yang mencatat peningkatan keuntungan sebesar 252,8 persen. Situasi ini memperlihatkan bahwa kebijakan yang tepat dapat menghadirkan manfaat ganda, yakni memperkuat kesejahteraan petani sekaligus meningkatkan kinerja badan usaha milik negara. Pada sektor energi, pemerintah juga menunjukkan langkah strategis melalui implementasi diesel berbasis campuran biodiesel B50. Sejak 1 Juli 2026, Indonesia tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri sehingga mampu menghemat devisa sekitar Rp170 triliun atau setara USD9,5 miliar. Langkah tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri. Keberhasilan itu menunjukkan bahwa hilirisasi sumber daya dan pemanfaatan energi domestik mulai memberikan hasil yang konkret bagi perekonomian nasional.…

Kebijakan Transformatif: Pemerintahan Jadi Cepat, Tegas, dan Berorientasi Hasil

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Kebijakan Transformatif: Pemerintahan Jadi Cepat, Tegas, dan Berorientasi Hasil Oleh: Ahmad Mustofa Di tengah berbagai…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.