• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»KKSB Lukai Warga Papua

KKSB Lukai Warga Papua

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 23 November 2020

Oleh : Timoty Kayame

Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) kembali melakukan aksi saat turun gunung. Ada 1 nyawa melayang pada peristiwa naas tersebut. Kekejaman KKSB disesali oleh masyarakat, karena mereka tega menembak warga asli Papua. Mereka geram karena KKSB selalu membuat onar dan mengorbankan saudara sesukunya sendiri.

Terjadi tragedi berdarah di Distrik Ilaga. Satu orang meninggal karena kena tembakan anggota kelompok kriminal separatis bersenjata. Korban jiwa bernama Atanius Murib, sementara Amanus Murib sedang kritis. Atanius Murib tidak terselamatkan karena mengeluarkan terlalu banyak darah.

Pusat Penerangan TNI menyatakan bahwa tersangkanya diduga dari KKSB. Karena mereka melakukan intimidasi dan pemaksaan terhadap warga sipil, agar mau mengikuti jejaknya untuk memberontak. Tentu saja masyarakat asli Papua tak mau melakukannya, lalu KKSB marah dan menembak dengan ngawur, karena merasa tidak dapat dukungan dan perlindungan.

Baca juga :Pemerintah Libatkan Publik Susun Aturan Turunan UU Cipta Kerja

Disinyalir hal ini jadi salah satu modus KKSB untuk melakukan drama playing victim. Sehingga mereka mengaku tidak melakukan penembakan dan dunia internasional mengira bahwa tersangkanya adalah anggota TNI, karena mereka punya senjata. Padahal KKSB-lah tersangka sebenarnya, dan mereka punya senapan yang didapatkan dari pasar gelap.

Aksi KKSB selalu jadi sorotan karena mereka selalu menggunakan kekerasan untuk mendapatkan kemauannya. Mereka pamer kemampuan menembak dan bahkan tega membuat tameng hidup dari warga asli Papua, saat akan menyerang aparat. Masyarakat makin antipati dan tidak mau sama sekali mendukung baik KKSB maupun OPM.

Bukan kali ini saja anggota KKSB kumat menembaki dengan brutal. Ada berbagai kejadian lain, mulai dari tragedi Istaka Karya yang memakan korban banyak orang, sampai tingkah mereka yang menembak mobil dinas TNI. Padahal mobil itu datang dengan tujuan memberi bantuan logistik.

KKSB juga bergerilya keluar masuk hutan perawan Papua, dan sayangnya untuk alasan regenerasi, mereka merekrut para remaja. Mereka yang sudah putus sekolah dirayu untuk ikut join dan mendapatkan senjatanya sendiri. Padahal daripada capek dan bergerilya, lebih baik mencari kerja atau berdagang apa saja untuk menyambung hidup.

Selain itu, masyarakat juga diharap waspada agar tidak mengindahkan kampanye KKSB di media sosial. Mereka biasa bergerilya di Facebook dan melakukan provokasi agar seluruh warga Papua mendukung OPM. Karena bagi mereka Indonesia adalah penjajah. Warga Papua tentu tak percaya karena mereka lebih cinta NKRI daripada republik papua barat yang tidak sah.

Masyarakat Papua juga tidak mau untuk diajak mengibarkan bendera bintang kejora sebagai kebanggan dari OPM dan republik Papua Barat. Karena tentu mereka tak mau dianggap mendukung kelompok separatis. Seluruh warga asli Papua sangat cinta dan bangga jadi bagian dari NKRI.

Memang jelang ulang tahun OPM tanggal 1 desember, anggota KKSB memang lebih sering ‘turun gunung’ dan keluar dari sarang persembunyian mereka. Lalu mereka menakut-nakuti masyarakat sipil dengan senjata api dan senjata tajam. Tujuannya agar makin banyak yang ikut merayakan ulang tahun OPM dan mendukung merdekanya Papua.

Aparat semakin berjaga agar tidak ada lagi korban jiwa maupun korban luka akibat serangan KKSB. Mereka lebih ketat dalam berpatroli dan menerjunkan lebih banyak personel. Tujuannya agar mencegah KKSB berbuat onar kembali, sehingga keadaan di Bumi Cendrawasih aman dan damai.

Kekejaman KKSB makin membuat masyarakat marah karena mereka tega menembak saudara sesukunya sendiri, sampai ia terbunuh. Karena merasa intimidasinya kurang kejam. Tingkah KKSB makin ngawur dan berkampanye baik di dunia nyata sampai dunia maya, agar makin banyak warga sipil Papua yang mendukung organisasi papua merdeka.

Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Palangkaraya

Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Papua Berbasis Potensi Lokal dan Masyarakat Adat

September 18, 2026

Presiden Prabowo Pangkas Beban Produksi Petani, Perkuat Ketahanan Pangan

September 18, 2026

Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Papua Berbasis Potensi Lokal dan Masyarakat Adat

By Kata IndonesiaSeptember 18, 20260

Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Papua Berbasis Potensi Lokal dan Masyarakat Adat SORONG — Pemerintah terus…

Presiden Prabowo Pangkas Beban Produksi Petani, Perkuat Ketahanan Pangan

By Kata IndonesiaSeptember 18, 20260

Presiden Prabowo Pangkas Beban Produksi Petani, Perkuat Ketahanan Pangan Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memperkuat…

Perlindungan Lahan Pertanian Diperkuat, Pemerintah Jaga Masa Depan Petani

By Kata IndonesiaSeptember 18, 20260

Perlindungan Lahan Pertanian Diperkuat, Pemerintah Jaga Masa Depan Petani Oleh: Oksidea Razeta Rayi Keberpihakan terhadap…

Pemerintah Perkuat Fondasi Kemandirian Pangan Papua

By Kata IndonesiaSeptember 18, 20260

Pemerintah Perkuat Fondasi Kemandirian Pangan Papua  Oleh : Yohanes Wandikbo Pembangunan pertanian Papua terus diarahkan pada penguatan fondasi kemandirian pangan yang bertumpu pada potensi lokal dan keterlibatan masyarakat. Pemerintah tidak hanya mendorong peningkatan produksi pangan strategis, tetapi juga membangun ekosistem pertanian yang mencakup pengembangan pangan lokal, perluasan sawah, mekanisasi, irigasi, penguatan kelembagaan hingga pemberdayaan petani. Arah kebijakan tersebut menjadi penting mengingat Papua memiliki sumber daya pertanian yang besar sekaligus karakter geografis yang membutuhkan pendekatan pembangunan berbeda. Sagu, ubi dan berbagai komoditas pangan lokal telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua. Di sisi lain, potensi lahan pertanian juga dapat dikembangkan untuk meningkatkan produksi beras dan komoditas pangan strategis lainnya. Kementerian Pertanian (Kementan) menempatkan pengembangan potensi tersebut sebagai bagian dari strategi membangun kemandirian pangan Papua. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa kemampuan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Papua perlu dibangun dari kekuatan yang tersedia di wilayah tersebut. Karena itu, beras, sagu, ubi dan pangan lokal lainnya didorong untuk berkembang bersama masyarakat setempat. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pertanian Papua tidak diarahkan untuk menggantikan pangan lokal dengan komoditas tertentu. Sebaliknya, pemerintah berupaya mempertemukan kekuatan pangan tradisional dengan teknologi dan sistem pertanian modern. Dengan cara itu, peningkatan produktivitas dapat berlangsung tanpa mengabaikan karakter sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Komitmen pemerintah tersebut turut mengemuka dalam PAPEDA Summit 2026 yang sebelumnya diselenggarakan pada 2–4 September 2026 di Sorong, Papua Barat Daya. Forum tersebut mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi pembangunan Papua yang berbasis potensi lokal dan berkelanjutan. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.