• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»KKB Semakin Melemah

KKB Semakin Melemah

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 26 May 2021

Oleh : Rebecca Marian

Kelompok Kriminal Bersenjata makin melemah ketika terus digempur oleh Satgas Nemangkawi. Satu-persatu anggota mereka tertangkap dan markasnya ketahuan. Satgas Nemangkawi akan terus berupaya agar semua anggota KKB terbekuk, sehingga organisasi ini musnah dari Bumi Cendrawasih.

Ketika KKB dicap sebagai organisasi teroris, maka masyarakat mendukung pemerintah 100%. Penyebabnya karena mereka sudah lelah menghadapi segala kekejian yang dilakukan oleh KKB. Lantas, langkah selanjutnya adalah pemberantasan KKB yang lebih intensif dan masif, serta diterjunkan ratusan personel TNI dan Polri yang digabungkan dalam Satgas Nemangkawi.

Satgas Nemangkawi berkali-kali melakukan prestasi saat menyerbu kawanan KKB. Terakhir, Litiron Weya, salah satu anggota KKB yang merupakan anak buah Terinus Erumbi, tertangkap di Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Dalam penangkapan itu, 2 rekannya berhasil melarikan diri.

Kombes M Iqbal Al Qudusy menyatakan bahwa Litiron ditangkap karena sebelumnya sudah masuk daftar pencarian orang di kepolisian. Penyebabnya karena Litiron menyuplai senjata pada pasukan Terinus Erumbi, dan ia juga tersangka perampasan senjata api seorang anggota TNI pada februari 2020 lalu.

Sedangkan pada tahun 2018, Litiron malah menembak Letda Blegur. Selain itu, ia juga mencuri senjata api laras panjang milik anggota TNI tahun 2020. Semua kesalahannya sangat fatal sehingga ia dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang. Ia tersangkut pasal 365 ayat 1 dan pasal 55 ayat 1 KUHP.

Keberhasilan Satgas Nemangkawi membuat masyarakat makin mengapresiasi mereka. Penyebabnya karena Satgas ini sudah beberapa kali menangkap anggota KKB di Kabupaten Puncak. Seperti pada tanggal 13 mei 2021, Satgas Nemangkawi menembak Lesmin Walker yang merupakan komandan pasukan Lekagak Telenggen. Juga ditemukan bawang bukti berupa helm, panah, dan ponsel.

Kekuatan KKB makin melemah karena Satgas Nemangkawi terus menyisir kawasan Ilaga, Puncak, karena di sana adalah salah satu markas KKB. Aparat merangsek langsung ke markasnya dan berani mengambil resiko besar untuk menangkap mereka. Semua ini demi kedaulatan NKRI dan keamanan rakyat Papua.

Satgas Nemangkawi terus berjuang di Puncak, walau geografisnya sulit. Sebagai tentara dan polisi yang bukan berasal dari Bumi Cendrawasih, maka mereka masih agak awam dengan medan tempurnya. Kelemahan ini yang dimanfaatkan oleh KKB dan ditambah lagi dengan kebiasaan mereka untuk menjadikan warga sipil sebagai tameng hidup.

Akan tetapi, Satgas Nemangkawi tidak menyerah untuk menjelajahi tiap inci di Puncak. Karena keselamatan penduduk lebih utama dan kejayaan NKRI juga nomor 1. Tak ada kata putus asa karena negara harus dibela dari kelompok separatis, hingga titik darah penghabisan.

Setelah menyisir Puncak, maka bisa jadi Satgas Nemangkawi berpindah ke daerah lain, karena ada beberapa markas KKB di Papua. Sehingga ketika markas-markas itu diserbu, satu demi satu oknum tercokok dan diharap organisasi itu bubar dengan sendirinya. Ketika KKB tiada maka OPM yang akan kebingungan karena tak punya pasukan untuk meneror masyarakat.

Diharap penelusuran markas-markas KKB akan berjalan dengan lancar, sehingga anggota mereka akan tertangkap atau menyerahkan diri dengan rela. Masyarakat juga diminta untuk mendukung Satgas Nemangkawi dan melaporkan jika ada sesuatu yang mencurigakan. Karena sebagai warga negara yang baik, mereka akan mendukung kebenaran dan menghindari kejahatan.

Kekuatan KKB makin mengecil saat Satgas Nemangkawi menggempur kawasan Puncak, Papua. Mereka dengan semangat juang yang tinggi, bertekad akan menangkap tiap anggota KKB yang selama ini sudah nekat berbuat onar dan meresahkan masyarakat, juga tega menembak warga sipil dan aparat di Papua. Semoga operasi ini berhasil 100% sehingga Papua makin aman tanpa KKB dan OPM.

Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Jakarta

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

October 26, 2026

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

October 26, 2026

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana Jakarta – Pemerintah…

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi Oleh: Dhita Karuniawati Pemerintah menempatkan Anggaran Pendapatan…

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.