• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Kisah Penumpang Gelap Pilpres 2019 Yang Sakit Hati

Kisah Penumpang Gelap Pilpres 2019 Yang Sakit Hati

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 13 August 2019

Oleh : Ahmad Kurniawan (Pengamat Sosial Politik)

Polarisasi pasca Pemilu telah mereda seiring dengan bertemunya Jokowi dan Prabowo, namun ternyata hal tersebut meninggalkan kisah tersendiri di kalangan internal Partai Gerindra yang tengah membuat heboh dan saling curiga oleh isu penumpang gelap di sekitar Paslon Prabowo – Sandiaga dalam pemilihan presiden lalu.

Tudingan soal penumpang gelap tersebut disampaikan pertama kali oleh Wakil Ketua Umum Sufmi Dasco Ahmad. Menurutnya, kelompok penumpang gelap tersebut berusaha untuk memanfaatkan Prabowo demi kepentingan pribadi dan kelompok mereka.

Dasco yang disebut – sebut merupakan sosok yang turut andil dalam rekonsiliasi Prabowo – Jokowi tersebut memang tidak secara detail menyampaikan siapa yang dimaksudnya sebagai penumpang gelap.

Namun ia memberikan sedikit petunjuk, bahwa penumpang gelap yang dimaksud adalah pihak yang kecewa dengan permintaan Prabowo agar pendukungnya tidak berdemonstrasi di depan Gedung MK saat sidang Perselisiihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) tengah berlangsung.

Dasco juga mengatakan, julukan “penumpang gelap” tersebut juga disematkan kepada pihak yang sering menghasut Prabowo Subianto di Pilpres 2019 demi kepentingan pribadi.

Kita berharap agar Partai Gerindra mengungkap sosok “penumpang gelap” yang dianggap ingin membuat Indonesia Chaos. Isu terkait penumpang gelap tersebut tidak boleh dianggap remeh sehingga harus diungkapkan kepada publik siapa yang dimaksud.

Isu penumpang gelap tersebut rupanya berpotensi mendatangkan bahaya bagi keutuhan bangsa sehingga Gerindra harus membuka seluas – luasnya tentang keberadaan orang – orang tersebut.

Hal ini dirasa perlu untuk mengetahui siapa saja mereka, apa motifnya dan siapa saja yang ada dibelakangnya, hingga mereka seakan sangat fanatik terhadap salah satu paslon.

Penumpang gelap tersebut selama Pilpres 2019 tak kenal lelah mendukung Prabowo. Bahkan, dukungan mereka tak surut hingga Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga mengajukan sengketa Pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Penumpang gelap tersebut pun berniat untuk melakukan demonstrasi selama sidang sengketa pilpres di sekitar MK. Namun, saat itu Prabowo dengan tegas menolak hal tersebut.

Rupanya keputusan dan arahan dari Prabowo tersebut membuat penumpang gelap yang sedari awal mendukungnya merasa kecewa. Tak sampai di situ, mereka juga menghasut mantan Danjen Kopassus tersebut agar mengikutsertakan ulama dan emak – emak agar memprotes hasil Pilpres 2019.

Anggota Komisi III DPR RI tersebut tidak berkenan menyebutkan secara rinci terkait dengan penumpang gelap tersebut. Namun, Prabowo dan pihaknya telah menyiapkan strategi untuk “membersihkan” mereka.

Salah satu strateginya tentu merupakan sebuah langkah yang dapat mengubah suasana politis secara signifikan, yaitu pertemuan antara Prabowo dengan Presiden terpilih Joko Widodo di Kereta Moda Raya Terpadu (MRT) yang telah terlaksana pada awal Juli lalu. Ia juga menceritakan, bahwa pertemuan tersebut berhasil membuat penumpang gelap menjadi “gigit jari”.

Oleh karena itu, pertemuan antara Prabowo dan Jokowi tentu menjadi ajang untuk menyambung kembali persatuan Indonesia pasca Pilpres 2019. Serta sebagai upaya untuk menyingkirkan benalu yang mendukung Prabowo demi kepentingan pribadi mereka.

Pada kesempatan Berbeda, Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan ada penumpang gelap yang memanfaatkan Prabowo Subianto. Para penumpang gelap tersebut ingin membuat situasi di Indonesia menjadi kacau dan juga menginginkan Presiden Jokowi disalahkan atas kondisi tersebut.

Andre mengatakan aparat keamanan telah mengetahui sosok “penumpang gelap” tersebut. Ia juga memastikan bahwa sosok tersebut bukan berasal dari kalangan partai politik maupun kalangan Ulama.

Hal ini menunjukkan bahwa kemunculan Penumpang gelap yang dimaksudkan karena terdapat semacam distorsi untuk memutarbalikkan keadaan. Terutama untuk mengacaukan situasi dalam pelaksanaan Pilpres 2019.

Apapun upayanya penumpang gelap tersebut haruslah dibersihkan, apalagi jika bisanya hanya menghasut dan terlampau menyalahkan lawan politiknya, jika dibiarkan maka mereka akan menjadi sutradara dalam drama yang bernama adu domba.

Langkah rekonsiliasi yang ditempuh oleh kedua kubu tentu menjadi semacam penerang bagi masyarakat, kita jadi tahu mana pendukung Prabowo yang memang tulus mendukung dan mana yang mendukungnya karena memiliki motif tertentu.

Dalam berdemokrasi, kita harus paham bahwa kompetisi tidak seharusnya menghancurkan hubungan pertemanan. Pertemuan antara Prabowo dan Jokowi tentu menunjukkan komitmen keduanya untuk menjaga perdamaian.

Lantas bagaimana dengan yang kecewa dengan rekonsiliasi tersebut, mudah saja ditebak, mereka tentu kecewa karena kepentingannya tidak tersalurkan, semoga para penumpang gelap tidak merusak stabilitas politik di Indonesia.

 

Investasi Nasional Jadi Kunci Ekonomi RI Tumbuh hingga 5,6 Persen

September 1, 2026

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

September 1, 2026

Investasi Nasional Jadi Kunci Ekonomi RI Tumbuh hingga 5,6 Persen

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Investasi Nasional Jadi Kunci Ekonomi RI Tumbuh hingga 5,6 Persen Jakarta – Investasi nasional menjadi…

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran JAKARTA — Pemerintah terus membenahi Data…

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional  Oleh: Melki Nursahid  Indonesia sedang memasuki fase penting dalam pembangunan ekonomi. Transformasi energi tidak lagi sekadar agenda untuk mengurangi emisi, tetapi telah menjadi bagian strategis dari upaya memperkuat kedaulatan energi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, serta membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru. Di tengah potensi sumber daya alam yang melimpah, kebijakan pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan patut dipandang sebagai langkah visioner menuju ekonomi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas energi terbarukan sebagai fondasi ketahanan energi nasional. Target pengembangan energi surya hingga 100 GW menjadi gambaran besarnya ambisi pemerintah dalam membangun sistem energi yang semakin kuat. Pernyataan Presiden bahwa dengan kapasitas 100 GW Indonesia dapat menjadi bangsa yang benar-benar berdiri di atas kaki sendiri menunjukkan bahwa energi dipandang sebagai bagian integral dari kedaulatan nasional. Pandangan tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia ke depan. Pertumbuhan penduduk, industrialisasi, digitalisasi, dan peningkatan aktivitas ekonomi akan membutuhkan pasokan energi yang semakin besar. Karena itu, ketahanan energi tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menyediakan energi pada hari ini, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan ketersediaannya dalam jangka panjang dengan biaya yang kompetitif dan sumber yang berkelanjutan. Target pengembangan energi surya tersebut tentu membutuhkan terobosan, investasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pengembangan PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat kedaulatan energi nasional. Strateginya pun tidak bertumpu pada satu model, melainkan memanfaatkan potensi berbagai wilayah melalui PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga pemanfaatan energi surya untuk kawasan industri dan kegiatan produktif. Pendekatan tersebut penting karena Indonesia memiliki karakter geografis yang sangat beragam. Potensi energi surya dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah. PLTS terapung, misalnya, dapat memanfaatkan badan air tanpa harus mengorbankan lahan produktif. Sementara PLTS atap dapat mendorong masyarakat, dunia usaha, dan institusi untuk ikut menjadi bagian dari ekosistem energi bersih. Lebih jauh, pengembangan energi terbarukan harus dilihat sebagai kebijakan ekonomi, bukan semata-mata kebijakan energi. Investasi di sektor energi bersih berpotensi menciptakan rantai ekonomi baru, mulai dari pembangunan pembangkit, manufaktur komponen, jasa konstruksi, pengembangan teknologi, hingga pemeliharaan infrastruktur. Semakin besar ekosistem yang terbentuk di dalam negeri, semakin besar pula peluang Indonesia memperoleh nilai tambah. Yang tidak kalah penting, transisi energi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran PLTS Pulau Sembur, sebagaimana disampaikan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, menjadi contoh bahwa pengembangan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan penguatan koperasi dan pertumbuhan ekonomi desa. Artinya, energi bersih tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur, tetapi dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi di tingkat lokal.…

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan Oleh: Miftakhul Jannah Investasi hijau…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.