• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Keuntungan Penyelenggaraan KTT G20 bagi Ekonomi RI

Keuntungan Penyelenggaraan KTT G20 bagi Ekonomi RI

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 16 November 2022

Keuntungan Penyelenggaraan KTT G20 bagi Ekonomi RI

Praktisi perbankan Abiwodo, mengatakan meski perekonomian saat ini cukup sehat dan kuat untuk menghadapi ketidakpastian global, namun kita wajib waspada terhadap dampaknya. Jika negara-negara besar mengalami resesi, dampaknya tentu juga terasa pada Indonesia.

“Apalagi belakangan ini bank-bank sentral berbagai negara secara bersamaan menaikan suku bunganya untuk merespons inflasi. Sudah tentu ketahanan perbankan dipertaruhkan. Di sinilah kita patut bersyukur dengan adanya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, dan Indonesia didapuk sebagai Presedensi G20 saat ini,” kata Abiwodo.

Abiwodo menilai KTT G20 penting guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi global yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif. Karena pertemuan, kesepakatan dan kerjasama yang dibuahkan KTT G20 bisa berpengaruh baik bagi pertumbuhan ekonomi sebuah negara.

Jika pertumbuhan ekonomi baik, maka pertumbuhan dana di masyarakat juga ikut terkerek. Dengan begitu ketahanan perbankan bisa ikut terjaga, sebab ketahanan perbankan sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan dana masyarakat, menghasilkan perekonomian yang seimbang.

Perhelatan KTT G20 juga meningkatkan sektor pariwisata di Indonesia. Dari perhelatan ini proyeksi meningkatnya wisatawan mancanegara sekitar 1.8 juta hingga 3.3 juta. Angka ini tentu bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan lagi-lagi pasti berpengaruh baik untuk ketahanan perbankan.

Tercatat ada penyerapan tenaga kerja sebanyak 33.000 orang dalam perhelatan KTT G20 ini. Sementara dari sektor pariwisata, ada 600-700 ribu lapangan pekerjaan baru. Dari sini sudah terlihat adanya potensi pertumbuhan dana masyarakat, yang akan berpengaruh pada terjaganya ketahanan perbankan.

Sebagai Presedensi KTT G20, Indonesia berkesempatan terlibat langsung dalam mendesain perekonomian dunia. Salah satunya, desain ekonomi yang dibangun bisa diarahkan untuk meningkatkan ekspor Indonesia.

“Dari semua perkiraan pertumbuhan ekonomi dari KTT G20 ini, diperkirakan konsumsi masyarakat juga bisa meningkat. Dengan begitu, pendapatan pajak akan naik hingga lebih dari 18%, lebih dari 24% penerimaan bea cukai, dan tentunya penerimaan PNBP diperkirakan juga akan naik lebih dari 23%,” tegasnya.

Menurutnya pengaruh G20 terhadap ketahanan perbankan di Indonesia cukup besar. Dengan industri perbankan yang sehat dan kuat, Indonesia diyakini akan mampu menghadapi resesi global yang diperkirakan terjadi pada 2023.

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.