• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Ketahanan Pangan Papua Kian Kuat, Distribusi hingga Kampung Terpencil Terus Diperluas

Ketahanan Pangan Papua Kian Kuat, Distribusi hingga Kampung Terpencil Terus Diperluas

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 19 May 2026

Ketahanan Pangan Papua Kian Kuat, Distribusi hingga Kampung Terpencil Terus Diperluas

PAPUA — Upaya memperkuat ketahanan pangan di Papua terus menunjukkan perkembangan positif melalui kolaborasi pemerintah daerah, Perum Bulog, aparat keamanan, dan masyarakat. Penguatan sektor pangan tidak hanya difokuskan pada ketersediaan stok, tetapi juga pemerataan distribusi dan pengembangan potensi pangan lokal agar mampu menopang kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Di tengah tantangan geografis yang cukup kompleks, pemerintah daerah menilai Papua memiliki peluang besar untuk membangun kemandirian pangan berbasis sumber daya lokal. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia.

Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, meminta Dinas Pangan Provinsi Papua terus memperkuat program strategis di bidang pangan agar akses masyarakat terhadap bahan pangan tetap terjamin.

“Tugas utama Dinas Pangan adalah memastikan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan berjalan baik sesuai dengan potensi lokal yang dimiliki Papua,” ujar Aryoko Rumaropen.

 

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pengelolaan pangan yang terintegrasi dengan kondisi daerah. Papua dinilai memiliki potensi besar pada sektor pertanian, perkebunan, dan pangan lokal yang dapat dikembangkan menjadi komoditas unggulan di berbagai wilayah.

 

Pemerintah daerah pun terus mendorong pemetaan potensi pangan di setiap kabupaten dan kota guna memperkuat produksi lokal sekaligus menciptakan ketahanan pangan yang lebih mandiri. Pendekatan tersebut dipandang mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, terutama petani dan pelaku usaha pangan lokal.

 

Di sisi lain, kelancaran distribusi pangan juga menjadi perhatian utama. Perum Bulog memastikan pasokan beras dan kebutuhan pokok lainnya tetap tersedia untuk masyarakat di enam provinsi wilayah Papua. Dari gudang Bulog di Jayapura, distribusi pangan terus dilakukan secara bertahap hingga menjangkau wilayah terpencil.

 

Kepala Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, menegaskan komitmen lembaganya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Papua.

 

“Tantangan geografis di Papua tidak mengurangi komitmen untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan yang layak dan terjangkau,” tegas Ahmad Mustari.

 

Selain menjaga stok pangan, pemerintah juga memperkuat berbagai program stabilisasi, seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Gerakan Pangan Murah (GPM), serta bantuan pangan pemerintah. Program tersebut dinilai efektif membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih stabil.

 

Penguatan ketahanan pangan di Papua juga dibarengi dengan pemberdayaan sektor pertanian masyarakat. Salah satunya terlihat melalui panen raya jagung yang digelar Polda Papua Tengah di Kabupaten Nabire sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan pertanian lokal.

 

Irwasda Polda Papua Tengah, Gatot Suprasetya, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya di Papua.

 

“Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat,” pungkas Gatot Suprasetya.

 

Berbagai langkah tersebut memperlihatkan bahwa ketahanan pangan di Papua terus bergerak menuju arah yang lebih kuat dan berkelanjutan. Dengan sinergi yang terus terjaga, Papua dinilai memiliki fondasi yang semakin kokoh untuk mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan kawasan timur Indonesia.

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.