Bakti Kominfo melaksanakan seminar merajut nusantara bertemakan “Pemanfaatan TIK Untuk Sosial dan Bisnis” yang diisi Ir. A. Rizki Sadig, M.Si selaku Anggota Komisi I DPR-RI, Prof. Dr. Henri Subiakto selaku Guru Besar Komunikasi Unair, Ismail Mukhtar selaku Tokoh Pemuda, yang mana dalam seminar live streaming tersebut Ir. A. Rizki Sadig, M.Si menyampaikan bahwa Saya hanya ingin memberikan arahan beberapa pengalaman-pengalaman dan beberapa himbauan atapun harapan terhadap terselenggaranya acara ini, tentunya Prof. Dr. Henri Subiakto selaku tenaga ahli di Kementerian Kominfo, lalu Guru Besar Komunikasi Unair, dan teman-teman yang lain pasti lebih banyak sebagai para praktisi di dunia digital, tapi saya sebagai anggota DPR RI Komisi 1 DPR RI yang bermitra dengan Kominfo dan juga Bakti sebagai mitra Kominfo, ini ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat fungsi dari acara ini sebenarnya lebih banyak kepada memberikan pemahaman secara komprehensif menyeluruh kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya di daerah pemilihan saya, belum tentu agar bisa memanfaatkan pertumbuhan perkembangan ini yang disebabkan oleh pemerintah karena dalam situasi pandemi ini tentunya bahwa kita perlu bersyukur mungkin kalau tidak ada pandemi maka pemerintah DPR dan seluruh masyarakat masih belum bisa memanfaatkan TIK, tapi dengan adanya pandemi orang mengatakan musibah, maka kita lihat hikmah di balik semua, bahwa ada kebesaran Allah bahwa kita dipaksa dan disesuaikan, termasuk pemerintah dipaksa untuk mengalokasikan anggaran yang tidak sedikit jumlahnya, DPR dipaksa untuk membahas aturan-aturan yang selama ini mungkin belum secara tepat kita lakukan tentang perlindungan data pribadi, tentang bagaimana menyampaikan tentang masalah program-program hubungan dengan masyarakat dan hubungan dengan teknik dan sebagainya. Kita semua harus meningkatkan kapasitas kita dalam menguasai dunia itu yang perlu kita sampaikan, pemerintah dan DPR membahas anggaran yang tidak kecil jumlahnya, bagaimana supaya seluruh jaringan internet seluruh wilayah Indonesia yang berbukit-bukit, yang pulau-pulau, yang medannya sangat luar biasa yang pertumbuhan ekonominya juga belum sama, kemudian situasi ekonomi masyarakatnya tidak sama, pemahaman masyarakat terhadap penggunaan TIK ini sebuah tantangan yang luar biasa, yang dihadapi oleh pemerintah, DPR maupun masyarakat, jadi saya kira jangan biarkan memimpin ini luar biasa, pemerintah untuk mengalokasikan anggaran untuk membangun jaringan sampai dengan di tempat yang terluar di wilayah 3T, kemudian di perbatasan sebagai tempat-tempat jauh, yang sulit untuk dijangkau itu kemudian diupayakan oleh pemerintah memang masih belum maksimal karena memang butuh waktu dari jangkauan kita.
Dalam kesempatan yang sama Prof. Dr. Henri Subiakto selaku Guru Besar Komunikasi Unair menyampaikan bahwa pemanfaatan TIK untuk sosial dan bisnis kita tahu bahwa memang di era sekarang TIK atau teknologi informasi dan komunikasi tapi biasanya sekarang istilah TIK itu kita sebut sebagai teknologi digital, kita tahu bahwa di era sekarang teknologi digital sudah menjadi bagian dari kehidupan kita, tidak bisa pisah dengan teknologi digital, bangun tidur saja pertama yang kita sentuh itu teknologi digital hp kita, mau tidur pun kadang juga yang kita pegang hp kita bahkan kadang-kadang hp lebih dekat dibandingkan dengan istri atau suami kita, ini ada yang disebut sebagai sosiometriality, dimana manusia dan teknologi sudah tidak bisa dipisahkan, karena aktivitas kehidupan kita menuntut teknologi digital itu kita pakai sehari-hari, mau kuliah juga sekarang pakai zoom atau pakai teknologi online, teknologi digital, mau belanja juga online teknologi digital, mau konsultasi dokter juga pakai telemedicine juga teknologi digital, teknologi yang diciptakan manusia sekarang justru menjadi bagian yang mempengaruhi manusia lain untuk berubah atau beradaptasi sesuai dengan karakter teknologi itu muncul budaya digital, itu yang disebut sebagai sosiometriality. Dalam konteks seperti itu era sekarang disebut atau muncul era yang namanya era abundance, era kelimpahan, di mana ilmu pengetahuan di mana segala hal yang dulunya itu sulit atau mahal kita dapatkan sekarang menjadi mudah, katakanlah kita mau cari buku maka tinggal didownload buku-buku itu tinggal searching, kita mau mencari video atau film tinggal kita searching, apa saja sekarang ini menjadi murah itu yang di sebut era abundance, jadi kita di era sekarang ini kalau mau ingin jadi pintar juga mudah, ingin jadi menguasai persoalan-persoalan apapun tinggal ada kemauan ini beda dengan dulu, dulu kalau buku itu mahal harus ke toko-toko dulu, toko Gramedia, Gunung Agung dan lain-lain sekarang tinggal download, mau komunikasi dengan saudara kita yang ada di luar negeri pun WA Call juga bisa, pakai Zoom juga bisa itu yang kita sebut sebagai the future is better than you think, jadi apa yang kita bayangkan dulu ternyata sudah datang dan itu lebih bagus atau lebih baik dibandingkan yang kita bayangkan sebelumnya, kita sekarang adalah menghadapi keadaan yang luar biasa, mungkin kalau anak-anak muda yang tidak pernah merasakan bagaimana susahnya mencari buku, bagaimana susahnya dulu mengerjakan tugas-tugas yang sifatnya itu offline, pakai mesin ketik tidak pernah merasakan itu, nah sekarang ini semuanya mudah cari apapun. Presiden Ir. Joko Widodo sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan berkomitmen, melakukan pemerintah dengan negara ini berkomitmen melakukan transformasi digital karena memang era kedepannya era digital, maka di persiapkanlah transformasi digital dengan membangun infrastruktur, memperkuat sumber daya manusianya dan juga menciptakan regulasi untuk menata infrastruktur ataupun menata kehidupan di masa depan, yang terkait dengan digital ada undang-undang ITE, ada sekarang rancangan undang-undang perlindungan data pribadi dan peraturan-peraturan lain. Dalam pagi ini walaupun pembangunan infrastruktur belum selesai tapi sekarang pengguna internet di Indonesia sudah 202,6 juta pada penduduk di sekitar 275 juta pengguna internetnya sudah mendekati 74%.
Ismail Mukhtar selaku Tokoh Pemuda menyampaikan bahwa kelebihan digitalisasi di ranah sosial yaitu bisa menjalin silaturahmi sesama teman kita dimana saja tanpa harus bertatap muka, bisa mendapatkan banyak temen dari mana saja, terkadang dengan jejaring sosial, kita bisa bertemu dengan teman lama yang sudah lama tidak pernah ketemu. Kita bisa menambah ilmu pengetahuan, misalnya kita bisa mendesign atau design layout dari jejaring social kita atau bisa membuat aplikasi dan kemudian di share ke teman-teman kalian lewat jejaring social, lebih cepat mendapatkan informasi, terutama apabila anda mempunyai account twitter, karena account tersebut lebih mudah untuk menyampaikan informasi yang sedang in atau terbaru dan dapat di gunakan ajang promosi bagi band-band atau artis dalam memprosikan album atau film mereka. Kelemahan digitalisai di ranah sosial yaitu sering di salah gunakan oleh oknum-oknum yang tidak benar untuk melakukan tindakan criminal, misalnya di gunakan untuk ajang penipuan berkedok pertemanan, kemudian setelah sudah kemakan hasutan pelaku, orang tersebut bisa di jual jadi PSK atau di culik. Banyak sekali account-account palsu yang mengaku dirinya seorang artis atau apa gitu dan terkadang itu bisa di jadikan salah satu objek perusakan nama baik seseorang. Total temuan hoaks berdasarkan data Kominfo dari 2018-2020 adalah 5.156 hoax, diantara data hoaks 2018-2020 hoax politik sebesar 1.025 hoax, disusul hoax di pemerintahan 922 hoax dan di kesehatan 853 hoax. Kelebihan digital economy yang pertama adalah terletak pada banyaknya informasi dan pilihan yang bakal didapatkan oleh para pelaku pasar dalam hal ini produsen, tidak hanya itu saja para konsumen pun juga akan mendapatkan hal yang sejenis untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, kelebihan kedua adalah tidak banyak menyita waktu. Dalam hal ini diartikan bahwa dengan hanya melakukan transaksi di dalam rumah, maka semuanya dapat terlaksana dengan cepat, efisien dan cermat dan tentunya, dengan keberadaan digital economy ini maka membuat pembiayaan untuk pengembangan usaha menjadi lebih dapat dipangkas lagi. Bahkan juga dengan memanfaatkan ekonomi digital seperti ini, maka siapa saja dapat menggulirkan bisnis yang mereka mau, tentunya hal tersebut sangat berguna sekali bagi para pelaku UMKM yang minim modal. Kekurangan dari digital economy yang pertama terletak pada masalah monopoli pasar, dalam artian bahwa ketika ada pemilik modal besar atau juga perusahaan raksasa yang telah mendunia dengan jaringan luas, maka sangat sulit rasanya bagi para pelaku ekonomi kecil untuk bergerak maju menyainginya, dengan kekuatan monopoli tersebut, maka pihak yang besar dapat memainkan harga pasar dengan mudah. Kekurangan selanjutnya adalah digital economy selalu membutuhkan media, dalam hal ini media yang dimaksud adalah perangkat elektronik seperti komputer atau perangkat mobile serta internet, hal itu dikarenakan tanpa media-media tersebut, maka pergerakan dari perekonomian digital bakal lumpuh dan tidak ada progress sama sekali. Ancaman terhadap data pribadi juga menjadi salah satu kekurangan dari digital economy, dikatakan begitu karena banyak pemilik media sosial sampai dengan peramban dan perusahaan-perusahaan besar lainnya akan mengumpulkan data-data orang yang menggunakan produk mereka yang nantinya dapat digunakan untuk hal-hal tertentu yang menguntungkan mereka, seperti contohnya dijadikan sebagai bahan analisis iklan dan lain sebagainya. Dan tentunya semua hal yang diciptakan manusia memiliki kekurangan dan kelebihan, hanya kitalah yang dapat memilih dan memilah mana yang baik untuk digunakan dan mana yang harus ditinggalkan. Kelemahan sitem keamanan data di Indonesia, jumlah serangan cyber Januari-Agustus tahun 2019 sebanyak 39.330.231, pada tahun 2020 sebanyak 189.937.542, serangan cyber terhadap keamanan data di Indonesia masih tinggi meningkat dari 2019-2020.
Momentum Relaunching AMANAH Perkuat Peran Pemuda Dorong Ekonomi Kreatif Aceh ACEH - Relaunching Yayasan Aneuk…
AMANAH Aceh Diluncurkan Kembali, Ruang Kreatif Anak Muda Kian Terbuka Aceh Besar – Suasana semarak…
Semarak Relaunching AMANAH, Pemuda Aceh Siap Gerakkan Ekonomi Daerah Aceh - Suasana semarak dan penuh…
Amanah Aceh Resmi Diluncurkan Kembali, Program Pembinaan Pemuda Diperluas Banda Aceh - Program Aneuk Muda…
AMANAH Aceh Kembali Diluncurkan, Kolaborasi Strategis Kian Terbangun Oleh : Rika Prasatya Program Aneuk Muda…
Relaunching AMANAH: Komitmen Serius Membangun Ekosistem Generasi Muda Aceh Oleh : Abdul Razak Relaunching Aneuk…