Headline

Anggota DPR RI Ini Beberkan Manfaat TIK Untuk Sosial dan Bisnis

Bakti Kominfo melaksanakan seminar merajut nusantara bertemakan “Pemanfaatan TIK Untuk Sosial dan Bisnis” yang diisi Ir. A. Rizki Sadig, M.Si selaku Anggota Komisi I DPR-RI, Gun Gun Siswadi selaku Akademisi Univ. Esa Unggul Jakarta, Abdul Munir Sara selaku Tenaga Ahli DPR-RI, yang mana dalam seminar live streaming tersebut Ir. A. Rizki Sadig, M.Si menyampaikan bahwa ini adalah saat dimana kita harus meningkatkan kapasitas dan kemampuan kita dalam memanfaatkan TIK untuk kepentingan-kepentingan yang bermanfaat, untuk kepentingan yang lebih produktif, untuk sesuatu yang bisa menghasilkan nilai lebih bagi kita dalam masyarakat sosialisasi maupun beraktifitas khususnya di bidang ekonomi yang sudah berjalan lebih kurang satu setengah tahun ini dan masih kita rasakan efeknya, tentunya tidak datang tanpa hikmah yang bisa kita petik. Hari ini kita sudah terbiasa menggunakan sarana teknologi informasi komunikasi seperti sekarang, yang dulu mungkin kita masih terlalu gagap, kita masih menganggap ini sebagai barang mewah, kita masih menganggap ini sebagai barang yang susah untuk dioperasionalkan atau tidak terlalu penting untuk kita kuasai, hari ini kita sudah merasakan bahwa teknologi informasi dan komunikasi TIK ini adalah salah satu alat sarana yang sangat kita butuhkan untuk mendukung semua aktivitas, saya kira ini adalah salah satu sarana kita untuk bersyukur, tentunya dengan kesehatan yang sudah kita punya sampai dengan hari ini sehingga kita bisa bersilatuhrahmi kita menggali seputar informasi-informasi pikiran, pengalaman di dunia TIK khusunya di bidang sosial dan bidang bisnis, inilah hikmah yang saya maksudkan, kalau bukan karena pandemi mungkin kita tidak akan secara masif, secara maksimal melakukan kajian-kajian ataupun sosialisasi di bidang TIK, kemudian apa yang harus kita lakukan, saya melihat bahwa dunia teknologi ini berkembang jauh lebih besar dari yang kita bayangkan, kadang-kadang kita masih belum sempat menguasai satu teknologi di bidang tertentu entah itu gadget, entah itu bidang program dan lain sebagainya ternyata perkembangannya sudah jauh, dulu kita mengenal alat bayar kita itu adalah uang tunai yang kita bawa kemana-mana dalam dompet, hari ini kita hanya bahwa gadget mungkin paling jauh kita bawa kartu, jadi saya kira hari ini alat ukurnya sudah bukan lagi dalam bentuk dompet tapi sudah dalam bentuk apa yang kita miliki di dunia digital, jangan ketinggalan zaman, jangan menjadi pribadi yang nasipnya sama seperti dinosaurus makhluk terkuat di muka bumi ini kemudian punyah karena tidak melakukan penyesuaian. dalam kesempatan ini sekarang semua tergantung kepada kita, mau memanfaatkan situasi ini dengan berkembangnya teknologi secara lebih pesat dimana pemerintah melalui Kominfo bekerjasama dengan Bakti dan didukung oleh Komisi 1 DPR-RI sedang sangat gencar untuk melakukan sosialisasi berkaitan dengan pemanfaatan TIK dalam bisnis, pemerintah juga mengalokasiakan anggaran yang tidak sedikit bersama-sama dengan komisi 1, Kominfo dan didukung oleh Bakti sedang memperluas jaringan internet supaya bisa masuk ke seluruh pelosok negeri walaupun memang itu biayanya tidak kecil, sangat besar biayanya dan negara kita sangat luas, pemerintah sedang menggalakkan tentang 3T terluar di perbatasan kemudian di daerah-daerah 3T, nah ini yang kemudian perlu kita sikapi secara potensial, kalau seandainya dulu kita membutuhkan toko untuk berjualan, kalau dulu kita membutuhkan kantor untuk bertindak sosial, hari ini kita tinggal menggunakan dirumah kita masing-masing, kita bisa berbuat sosial, kita bisa menggalang dana untuk kegiatan sosial, kita bisa menjual produk untuk kemudian berdagang secara bisnis, kita bisa menghubungkan antara produsen dengan konsumen secara langsung hanya melalui laptop dan lain sebagainya dan tidak memerlukan karyawan terlalu banyak itu dikerjakan sendiri dirumah, bisa dikerjakan sebuah ruangan yang kecil itu bisa dilakukan dari rumah kita masing-masing dan itu sangat efisien. Jadi saya kira dunia tanpa batas hari ini yang didukung oleh teknologi informasi dan komunikasi itu jangan sampai kemudian kita manfaatkan hanya sekedar untuk menyebarkan berita bohong dan hanya untuk menaikkan kita punya personal dengan kemudian update status-status tanpa ada hal yang berarti, minimal kuota yang kita beli untuk kemudian memanfaatkan itu, jangan sampai biaya yang kita keluarkan untuk membayar sinyal untuk membayar jaringan, kemudian membeli kuota itu hanya digunakan untuk hal-hal yang tidak punya efek positif baik kepada kemampuan berpikir atau dari kemampuan pengalaman.

Dalam kesempatan yang sama Gun Gun Siswadi selaku Akademisi Univ. Esa Unggul Jakarta menyampaikan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2020 adalah 196.71 juta jiwa atau 73,7% dari jumlah penduduk Indonesia data dari APJII tahun 2020. Indonesia memasuki era digital, masyarakat semakin mudah mengakses informasi dan terjadi banjir informasi, di era digital terjadi transformasi aktivitas sosial dan bisnis dari konvensional menjadi digital, era digital adalah momentum untuk meningkatkan literasi digital di bidang sosial dan bisnis. Manfaat internet di bidang sosial yaitu media untuk berkomunikasi dan bersosialisasi, media pertukaran data, sarana hiburan, sarana untuk mendapatkan uang, sarana untuk menyalurkan hobi, efektifitas dan efisiensi pekerjaan, media promosi, tempat untuk mengeluarkan pendapat, mencari ide, membangun dan memperluas bisnis, belanja online atau transaksi online, menambah wawasan, mencari rekomendasi tempat belajar atau kursus, seperti kursus pemograman, kursus fotografi, kursus memasak, kursus mekanik motor, dan sebagainya, secara online maupun offline. Dampak positif dan negatif TIK dalam bidang sosial yaitu dampak positifnya mempermudah komunikasi antar manusia dari satu tempat ketempat lainnya, sosialisasi kebijakan pemerintah dapat disampaikan secar cepat dan luas, informasi dapat langsung dipublikasikan dan diterima masyaraka, mempermudah mengetahui budaya negara lain, mempermudah pendistribusian karya anak bangsa, mempermudah pertukaran pelajar antar negara, dampak negatifnya yaitu perubahan dalam berkomunikasi, terjadi infiltrasi budaya asing, individualistis, terciptanya anti sosial, berkurangnya kearifan local, komunikasi keluarga semakin berkurang. Manfaat internet di bidang bisnis yaitu menjadi media iklan, menyediakan fasilitas transaksi keuangan online, menyediakan peluang kerja di bidang teknologi informasi, menyajikan pergerakan harga, mempermudah komunikasi bisnis, memangkas jalur distribusi, mempercepat proses transaksi, memperkecil biaya operasional, memudahkan pencarian informasi bisnis, meningkatkan peluang usaha secara global. Manfaat bisnis online tidak membutuhkan toko atau kantor besar sebagai tempat usaha, dengan menggunakan internet bisa berjualan dari rumah saja, calon konsumen tidak terbatas, bisa mencakup keseluruh negara, konsumen dan produsen dapat dengan mudah melakukan komunikasi secara online di internet, biaya promosi sangat murah dan dapat ,e,promosikan produk ke seluruh dunia dengan internet. Keuntungan bisnis online yaitu mempermudah komunikasi antara konsumen dan produsen, memperluas jangkauan calon konsumen dengan target pasar yang tidak terbatas, mempermudah pemasaran dan promosi barang dan jasa, proses online lebih mudah untuk dilakukan baik untuk menjual barang ataupun membeli, pembayaran yang mudah dan dapat dilakukan secara online, penyebaran informasi yang begitu mudah untuk dilakukan. Strategi digital marketing yaitu memiliki logo, branding messaging, content marketing, website, SEO, influencer marketing, email marketing, sosial media, online advertising. Jenis bisnis di era pandemic covid-19 yaitu membuka online shop, berjualan masker dan produk kesehatan, healthy food, praktisi, konsultan atau pengajar online, freelancer. Langkah yang harus dilakukan untuk go online yaitu harus memiliki produk, dibuat dalam bentuk digital foto, fitur, kualitas, waktu pengiriman, harga, jumlah dan lain-lain, tempat untuk menampilkan produk digital, marketplace, Twitter, Facebook, WhatsApp, Youtube, Instagram, Tiktok, Menyiapkan marketplace sendiri atau ikut yang sudah ada seperti Tokopedia, Blibli, Lazada, Shopee, dan lain-lain, memperluas komunitas digital di grup arisan, grup SMP atau SMA. Komunikasi efektif di media sosial yaitu harus memberikan konten yang positif, komunikasi dua arah, melakukan listening secara proporsional, mengerti gaya obrolan dari masing-masing media, saat komunikasi sedang berlangsung perlihatkan rasa antusiasme agar lawan bicara merasa bahwa kita peduli dan mendengarkan setiap perkataan mereka, menjalin komunikasi, baik melalui postingan yang menarik maupun komentar dan pesan, produk yang Anda tawarkan ini terjamin keasliannya, meminta dukungan kepada teman-teman Anda yang kebetulan juga bermain sosial media tersebut. Hati-hati banyak informasi hoax, informasi yang sengaja dibuat untuk disamarkan seperti layaknya kebenaran, pelajari dan pahami ciri-ciri informasi hoax, jangan ikut menyebarkan informasi hoax. Kerangka literasi digital yaitu digital skills kemampuan individu dalam mengetahui, memahami dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak TIK serta sistem operasi digital daalam kehidupan sehari-hari, digital culture yaitu kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari, digital ethics yaitu kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan dan mengembangkan tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari, digital safety kemampuan individu dalam mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalisis, menimbang, meningkatkan kesadaran perlindungan data pribadi dan keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari. Berinternet dengan bidak, cermat dalam memilih situs dan konten, pastikan keamanan data pribadi, tetap batasi penggunaan internet.
Abdul Munir Sara selaku Tenaga Ahli DPR-RI menyampaikan bahwa new normal dengan adanya pandemi, mobilitas atau transmisi manusia dalam aktivitas sosial dan ekonomi cenderung go digital, hal ini mendorong pertumbuhan penggunaan internet yang semakin mengalami akselerasi di Indonesia. Muhammet Ali Guler dari University of Malaya menyebutnya sebagai “The new world order with new values.” Tata dunia baru dengan nilai-nilai baru. Adanya zoom meeting, llustrasi WhatsApp, Google Hangout Meet, skype, Facetime, Slack dan cisco webex termasuk berbagai e-commerce dll adalah planet baru manusia pasca Covid-19 yang sifatnya impersonal relatioship, ini yang disebut New Normal. Indonesia internet user 2021 dari total population tambah 1.1% atau tambah 2.9 million, mobile connections tambah 1.2% atau tambah 4.0 million, internet users tambah 15.5% atau tambah 27 million, ative sosial media users tambah 6.35 atau tambah 10 million. Sektor infokom termasuk adalah sektor dengan imunitas yang mumpuni dalam memberikan kontribusi terhadap PDB sepanjang resesi. Pada Q1 8,12% (yoy) terhadap PDB dab pada Q2 6,87% (yoy). Masalah literasi digital adalah problem mendasar. Literasi digital belum mencapai skor “baik” 4.00 baru sedikit di atas “sedang” 3.00, literasi digital menjadi basic digital skill ketika masyarakat Indonesia ingin mengetahui dan ingin meningkatkan kecakapannya untuk menggunakan ruang digital. Di hampir tiap provinsi skor informasi dan literasi data paling rendah dibanding skor sub-indeks lainnya, literasi data terkait dengan kemampuan membaca, menganalisis, dan membuat konklusi berpikir berdasarkan data dan informasi big data yang diperoleh. Literasi teknologi terkait dengan kemampuan memahami cara kerja mesin. Digital divide atau kesenjangan digital antara kota dan desa masih tampak pada tahun 2019 itu 15,84%, persentase penduduk yang memiliki atau menguasai telepon seluler menurut klasifikasi daerah tahun 2010-2019. Pembangunan infrastruktur digital sebagai akselerator pembangunan ekonomi masa depan, Pemerintah mengganggarkan pembangunan infrastruktur sebesar Rp. 414 triliun dalam anggaaran pendapatan dan belanja Negara 2021. Digitalisasi dan pengaruhnya dari perspektif bagaimana perbedaan akses ke teknologi komunikasi online antara negara-negara maju secara ekonomi dan negara-negara kurang berkembang secara ekonomi mempengaruhi perkembangan sosial, ekonomi, pendidikan, dan politik di negara-negara berkembang di dunia Kirk St.Amant dan Bolanle Olaniran. Suzi Tahirian kolumnis senior di Forbes ini memperkenalkan istilah kesenjangan digital atau digital divide. Sebagai negara kepulauan, penyebab terbesar kesenjangan akses teknologi di Indonesia adalah karena infrastruktur yang tidak merata. Tingkat literasi digital dan akses terhadap digital space jangan sampai menimbulkan kesenjangan antar wilayah dan antar masyarakat, oleh sebab itu peningkatan infrastruktur teknologi digital dan edukasi dalam mendorong peningkatan literasi digital diperlukan, dalam rangka mempersempit kesenjangan dalam aksesibilitas terhadap digitalisasi. Kedepan, tingkat consumsi terhada data atau digital perkapita juga bisa menjadi salah satu komponen dalam menghitung Indeks pembangunan manusia atau HDI. Literasi digital yang masih rendah juga berkolerasi dengan tujuan pemanfaatan ruang digital seperti pembelianbarang atau jasa dan fasilitas. Nilai atau omzet ekonomi digital di Indonesia saat ini masih sekitar US$ 40 miliar. Dalam lima tahun ke depan, nilainya akan melonjak jadi US$ 130 miliar. Dari 57,9 juta UMKM, hanya 9% yang berkemampuan e-commerce. Dalam buku Yuval Noah Harari “Homo Deus,” Mr. Brenner menemukan deskripsi masa depan di mana manusia digantikan oleh makhluk seperti dewa, di mana algoritma menguasai dunia, di mana humanisme dan spiritualitas digantikan oleh “agama data”.

Share
Published by
Kata Indonesia

Terpopuler

Momentum Relaunching AMANAH Perkuat Peran Pemuda Dorong Ekonomi Kreatif Aceh

Momentum Relaunching AMANAH Perkuat Peran Pemuda Dorong Ekonomi Kreatif Aceh ACEH - Relaunching Yayasan Aneuk…

4 hours ago

AMANAH Aceh Diluncurkan Kembali, Ruang Kreatif Anak Muda Kian Terbuka

AMANAH Aceh Diluncurkan Kembali, Ruang Kreatif Anak Muda Kian Terbuka Aceh Besar – Suasana semarak…

5 hours ago

Semarak Relaunching AMANAH, Pemuda Aceh Siap Gerakkan Ekonomi Daerah

Semarak Relaunching AMANAH, Pemuda Aceh Siap Gerakkan Ekonomi Daerah Aceh - Suasana semarak dan penuh…

5 hours ago

Amanah Aceh Resmi Diluncurkan Kembali, Program Pembinaan Pemuda Diperluas

Amanah Aceh Resmi Diluncurkan Kembali, Program Pembinaan Pemuda Diperluas Banda Aceh - Program Aneuk Muda…

5 hours ago

AMANAH Aceh Kembali Diluncurkan, Kolaborasi Strategis Kian Terbangun

AMANAH Aceh Kembali Diluncurkan, Kolaborasi Strategis Kian Terbangun Oleh : Rika Prasatya Program Aneuk Muda…

5 hours ago

Relaunching AMANAH: Komitmen Serius Membangun Ekosistem Generasi Muda Aceh

Relaunching AMANAH: Komitmen Serius Membangun Ekosistem Generasi Muda Aceh Oleh : Abdul Razak Relaunching Aneuk…

6 hours ago