• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Khazanah»Keren, Ini Gerakan 100 Dokter Alumni Gontor Dalam Penanganan Covid-19

Keren, Ini Gerakan 100 Dokter Alumni Gontor Dalam Penanganan Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 12 July 2020

Lebih dari 100 dokter alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang tergabung dalam Ikatan Dokter alumni Gontor (IDAGI) turut membantu memperkuat sistem dan mekanisme pencegahan dan percepatan penanganan Covid-19.

Para dokter tersebut, setelah tamat Gontor meneruskan ke jenjang pendidikan berikutnya di Fakultas Kesehatan di berbagai universitas di dalam dan luar negeri seperti UGM , Trisakti, Yarsi, UMJ, Undip, UNY, UNAIR, UNHAS, UMI Makassar, Unsyiah Aceh, Unjani, Al-Azhar University Mesir, dll.

“Selain memberikan saran dan masukan yang substansial dalam pencegahan dan percepatan penanganan covid-19, mereka juga memberikan panduan untuk langkah-langkah strategis bagi Gontor dalam peningkatan kesehatan santri baik dalam jangka panjang,” ungkap Ustadz Dr. M. Adib Fuadi Nuriz, Jubir Satgas Covid-19 Gontor.

Baca juga: Video Ini Menceritakan, Bahwa Seluruh Santri Gontor Bersatu Lawan Covid 19

“Dengan saran dan masukan mereka, kita mendapatkan landasan ilmiah dalam melangkah. Koordinasi dan konsultasi ini telah berlangsung semenjak epidemi ini terjadi. Dan semakin kita intensifkan semenjak tiga bulan terakhir ini,” lanjut Ustadz Adib

Salah satu dari dokter tersebut adalah dr. Taniem Nawawi. Dokter yang bertugtas di bertugas di RSDC Wisma Atlet Kemayoran ini menyampaikan bahwa Gontor memiliki modal gaya hidup sehat.

“Pola kehidupan di Gontor dengan kesederhanaan dan taat akan protokol kesehatan seperti, memakai masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan, makan makanan yang bergizi, berolahraga yang teratur, berjemur di pagi hari, serta menghandle stres agar supaya imunitas tubuh tetap terjaga adalah modal yang sangat kuat untuk menjaga kesehatan,” ungkap dr. Taniem.

Sebagaimana diketahui, sejak awal pandemi terjadi, Gontor menetapkan dengan ketat disiplin untuk menjaga jarak, mencuci tangan, mengenakan masker, plus memperbanyak wudhu. Kegiatan diatur ulang untuk memberikan kesempatan beristirahat yang cukup. Tempat santri berisitirahat pun ditata ulang untuk memastikan pemenuhan terhadap standar jarak fisik.

 

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

November 7, 2026

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

November 7, 2026

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah Oleh Sulaiman Di tengah upaya memperkuat…

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla Oleh : Sigit Prasetyo Pembasahan gambut menjadi…

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum Jakarta – Kasus dugaan penyadapan…

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara 

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara  Oleh: Amril Jambak Ada saatnya seorang pemimpin harus mengambil sikap tegas. Bukan semata-mata untuk menunjukkan kekuasaan, melainkan untuk memastikan bahwa negara tidak boleh dipermainkan oleh siapa pun. Terlebih jika persoalan yang dihadapi menyangkut keselamatan kepala negara, keamanan pemerintahan, serta kedaulatan bangsa. Perkembangan terbaru mengenai dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara menjadi persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebagai perkara biasa. Apalagi, dugaan tersebut menyeret sejumlah individu dari lingkungan institusi penegak hukum. Pada 3 November 2026, Bareskrim Polri menetapkan tiga personel kepolisian berinisial LSP, ASN, dan EH sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan tanpa prosedur, akses ilegal, serta penghapusan data elektronik. Ketiganya kemudian menjalani penahanan untuk kepentingan penyidikan. Sehari setelahnya, 4 November 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo sangat prihatin atas peristiwa tersebut. Pemerintah bahkan menilai perkara itu memiliki indikasi yang mengarah pada perbuatan makar dan berpotensi membahayakan keselamatan pimpinan serta kepentingan negara. Langkah Presiden yang menandatangani keputusan pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan juga menunjukkan bahwa persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Untuk sementara, Presiden menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan. Keputusan tersebut patut diapresiasi. Sebab, seorang presiden tidak boleh ragu mengambil tindakan ketika terdapat persoalan serius yang menyentuh keamanan dan kewibawaan negara. Indonesia adalah negara hukum, bukan negara yang boleh dikendalikan oleh kepentingan kelompok, jaringan kekuasaan, ataupun faksi tertentu.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.