Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Banyuwangi yang didirikan tahun 1987 dan resmi diwakafkan sejak tahun 1990 sebagai salah satu kampus cabang dari Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo terus mengembangkan unit usaha pesantren melalui produksi berbagai kebutuhan pangan. Salah satu produk unggulan yang menjadi perhatian adalah tempe, produk khas yang dinilai memiliki keunikan karena belum dimiliki oleh kampus-kampus Gontor lainnya.
Produksi tempe tersebut berawal dari inisiatif salah seorang ustadz yang memiliki pengalaman membantu usaha pembuatan tempe milik keluarganya. Ia kemudian mengusulkan agar pesantren mengembangkan produksi tempe secara mandiri. Usulan tersebut mendapat persetujuan dan mulai direalisasikan sekitar lima tahun lalu.
Keberadaan unit produksi tempe memberikan kontribusi terhadap kebutuhan konsumsi santri dan kegiatan dapur pesantren. Produksi dilakukan dengan menyesuaikan jadwal menu harian, sehingga tidak selalu berlangsung setiap hari. Dengan adanya produksi sendiri, dapur pesantren tidak perlu lagi mendatangkan tempe dari luar untuk memenuhi kebutuhan internal.
“Alhamdulillah, tempe ini bisa membantu. Bahkan, ketika kami datang di sini, salah satu omzet terbesar dari unit-unit usaha yang ada berasal dari pabrik tempe,” ungkap Ustadz Nurwahyudin, M.Pd selaku Bapak Wakil Pengasuh Pondok Darussalam Gontor Kampus 4.
Selain tempe, Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien juga mengembangkan unit usaha lain, seperti Bakery dan Kafe Muttaqien. Produk bakery yang sebelumnya dikenal sebagai Darul Muttaqien Bakery kini diarahkan untuk menggunakan identitas produk Khizanah Gontor, menyesuaikan dengan kebijakan dan identitas produk usaha di lingkungan semua kampus Gontor.
Pengembangan usaha tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan internal pesantren, tetapi juga ke depannya membuka peluang pemasaran kepada masyarakat luas. Saat ini, produk tempe dan bakery masih diprioritaskan untuk konsumsi lingkungan pesantren. Namun, pihak pengelola memiliki rencana untuk memperluas pemasaran, terutama di kawasan sekitar pondok.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, pengelola juga memperhatikan proses kaderisasi. Regenerasi sumber daya manusia dan stabilisasi sistem pengelolaan menjadi hal penting agar unit usaha dapat terus berjalan dan berkembang. Para ustadz yang terlibat dalam pengelolaan saat ini mulai dipersiapkan agar mampu melanjutkan dan mengembangkan usaha pada masa mendatang.
Tidak berhenti pada produk yang sudah ada, pesantren juga merencanakan pengembangan produk susu. Rencana ini akan melibatkan alumni Gontor yang memiliki usaha peternakan sapi perah di daerah Genteng. Produk susu tersebut berpotensi dikembangkan dalam berbagai varian rasa dan kemasan. Dalam skema yang direncanakan, proses produksi akan melibatkan mitra alumni terutama yang berdomisili di kawasan Kabupaten Banyuwangi.
Melalui pengembangan berbagai unit usaha tersebut, Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien berupaya memperkuat kemandirian pangan sekaligus membangun kemandirian ekonomi pesantren. Keberadaan produk tempe menjadi salah satu bukti bahwa pengelolaan potensi internal dapat menghasilkan produk yang bermanfaat bagi kebutuhan pesantren dan memiliki peluang untuk dikembangkan ke pasar yang lebih luas.