• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Keputusan Tolak Eks Kombatan ISIS sudah Tepat

Keputusan Tolak Eks Kombatan ISIS sudah Tepat

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 10 February 2020

Oleh: Ismail

Keputusan untuk menolak kepulangan eks combatan ISIS sudah tepat. Pasalnya, pemulangan WNI eks ISIS dapat meningkatkan potensi aksi teror dan memicu disintegrasi bangsa. Pemerintah kini tak perlu ragu lagi terkait hal ini.

Rencana kepulangan eks combatan ISIS ke Indonesia menjadi perbincangan yang cukup menarik. Pro kontra terkait keputusan pemerintah tak luput dari sorotan publik. Secara pribadi, saya termasuk yang menolak. Pasalnya, mereka sendiri telah memilih jalan ketika hendak kesana. Bahkan, sampai rela bakar paspor segala. Tentunya hal tersebut sudah dipikirkan matang-matang dong.
Namun, seiring waktu berlalu mereka nyatanya mau balik lagi ke Indonesia, kampung halaman mereka. Tapi, keadaan tidaklah sama. Status mereka saat ini ialah eks combatan ISIS. Yang notabene sudah ihwal dengan aneka bentuk kekerasan juga tindakan ekstrim kelompok yang mereka ikuti. Selain itu, kebiasaan juga tak mungkin hilang dengan mudah bukan?
Sebelumnya, media telah memberitakan bahwa ISIS mengalami kekalahan di Suriah. Mereka terpaksa mundur setelah diserang oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di bulan Maret tahun 2019 lalu. Hal ini ditandai dengan jatuhnya pertahanan terakhir ISIS di Baghouz.

Sejak kejayaan hingga kejatuhan kelompok ISIS, terdapat sekitar 700 hingga 800-an WNI simpatisan ISIS di Suriah. Dari total keseluruhan tersebut, baru sekitar 200 orang yang telah. dipulangkan ke Indonesia. Sisanya, masih menunggu bantuan pemerintah agar dapat kembali ke Tanah Air.
Akan tetapi, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena, tidak ada yang memaksa mereka untuk pergi ke Suriah. Presiden Jokowi juga telah menegaskan bahwa kepulangan para WNI eks ISIS akan dilaksanakan apabila mereka berkomitmen untuk setia kepada Pancasila. Dan jika mereka tidak mau mengubah ideologi yang mereka anut, maka Indonesia dengan tegas akan menolak mereka.

Sementara itu, Pemerintah juga dikabarkan tengah mengkaji pemulangan sekitar 600-an Warga Negara Indonesia (WNI) yang pernah bergabung dengan kelompok radikal ISIS. Rencana tersebut ternyata menimbulkan berbagai penolakan dari warganet di Twitter yang menyerukan tagar #TolakEksWNIproISIS.
Kebanyakan dari mereka menolak kepulangan eks combatan ISIS karena alasan keamanan, selain itu mereka juga khawatir kepulangan mereka justru akan mempengaruhi warga lainnya. Mengingat, tak ada yang mampu menjamin jika mereka telah “sembuh” dari rutinitas menyimpang yang telah mereka geluti selama ini.
Jokowi sendiri telah menyatakan, bahwa ratusan WNI eks simpatisan ISIS yang telah membakar paspornya tak bisa kembali lagi ke Indonesia. Namun Jokowi memastikan ketentuan itu masih akan dibahas lagi dalam rapat terbatas bersama sejumlah kementerian.

Sejalan dengan para warganet, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan pemulangan ratusan WNI tersebut dinilai berpotensi menciptakan gangguan keamanan. Dirinya menyatakan ancaman keamanan datang bukan hanya dari ideologi radikalisme yang mereka anut. Namun juga sebagian dari mereka telah terlibat langsung dalam aktivitas ISIS.
Zainut berpendapat terkait wacana pemulangan 660 WNI eks ISIS perlu dikaji secara mendalam. Menurutnya, perlu adanya penelusuran terhadap profil setiap WNI eks ISIS sebelum dipulangkan. Kemudian Pemerintah perlu membagi para WNI tersebut ke tiga kelompok berdasarkan tingkat ancaman terhadap keamanan. Yang pertama yang sudah sadar, kedua yang masih terpapar, dan ketiga yang perlu mendapat perhatian khusus serta harus berurusan dengan hukum, imbuh Zainut.

Zainut kembali menegaskan, jika pihak Kemenag belum pernah menyatakan dukungan terhadap wacana pemulangan 600-an WNI eks ISIS. Dirinya juga membantah jika ada berita yang menyebut Menag Fachrul Razi mendukung ide itu.
Hingga kini lembaga Kemenag masih menerima masukan-masukan dari berbagai pihak. Hal tersebut dilakukan agar Kemenag mampu memberikan keputusan yang tepat berkenaan dengan pemulangan para WNI eks ISIS.

Pernyataan serupa juga diutarakan oleh Mahfud MD selaku Menko Polhukam, menyatakan pemerintah akan memutuskan apakah akan memulangkan atau tidak akan diputuskan pada bulan Mei tahun 2020. Keputusan tersebut ditengarai akan dikeluarkan langsung oleh Presiden Joko Widodo.
Meski terdapat alasan kemanusiaan, tampaknya pemerintah tak perlu ragu menolak kepulangan mereka. Sebab, akan banyak komplikasi yang bisa terjadi. Yang utama tentunya alasan keamanan, toh tak ada yang menjamin mereka dapat berperilaku baik setelah berada di tanah air. Membayangkan hidup bersama-sama orang-orang yang tanpa belas kasihan membunuh, menyiksa sesamanya tanpa pandang bulu saja sudah ngeri. Apalagi jika mereka betul-betul kambuh. Belum lagi jika mereka ternyata ingin membangun kekuatan di Indonesia, bukankah hal ini makin runyam ?

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

September 14, 2026

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global

September 14, 2026

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026 Jakarta – Pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu Koperasi…

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global Oleh : Gavin Asadit…

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia  Oleh Tri Lestari Indonesia sedang berada pada momentum penting untuk membuktikan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar sektor pelengkap dalam perekonomian nasional, melainkan salah satu kekuatan strategis yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi pemimpin industri halal dunia. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar, basis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang luas, serta berkembangnya industri keuangan syariah, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk memainkan peran lebih besar dalam rantai ekonomi halal global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kekuatan ekonomi syariah Indonesia telah mencapai sekitar Rp3.131 triliun. Angka tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat keempat sebagai negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia. Posisi ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah Indonesia telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki daya saing dan tidak lagi hanya berorientasi pada pasar domestik. Yang lebih menarik, Indonesia telah menjadi produsen nomor satu untuk sejumlah produk halal, termasuk sektor mode dan busana muslim. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk mengubah besarnya pasar muslim menjadi kekuatan produksi. Kekuatan tersebut semakin ditopang oleh ekosistem sertifikasi halal yang terus berkembang. Airlangga menyebutkan bahwa Indonesia telah memiliki sekitar 4,4 juta sertifikat halal. Besarnya jumlah sertifikasi ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional. Namun, tantangannya adalah memastikan agar sertifikasi halal tidak berhenti sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Oleh karenanya, kebijakan pemerintah diarahkan untuk membuat proses sertifikasi semakin mudah, murah, cepat, dan terintegrasi dengan program pengembangan usaha. Langkah pemerintah dalam membangun akses pasar internasional juga menjadi faktor penting. Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki mutual recognition arrangement atau agreement dengan 39 negara. Kerja sama tersebut membuka peluang agar produk halal Indonesia dapat lebih mudah diterima di berbagai pasar global. Artinya, sertifikasi halal dapat menjadi pintu masuk bagi produk UMKM Indonesia untuk menembus pasar dunia, bukan sekadar menjadi tanda kepatuhan di pasar domestik. Di sisi lain, kekuatan ekonomi syariah Indonesia memiliki sumber daya sosial yang jauh lebih luas daripada sekadar sektor komersial. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ZISWAF memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengoptimalkan zakat, infak, sedekah, jariah, hibah, wasiat, dan berbagai sumber keagamaan lainnya. Optimalisasi dana sosial tersebut dapat memperkuat upaya pengentasan kemiskinan sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi umat. Potensi tersebut akan semakin besar apabila keuangan komersial dan keuangan sosial syariah dapat diintegrasikan secara lebih sistematis. Dana zakat dan wakaf, misalnya, dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat produktif, sementara pembiayaan perbankan syariah dapat menopang pengembangan usaha yang telah memiliki prospek komersial. Sinergi semacam ini akan membuat ekonomi syariah memiliki dampak yang lebih luas terhadap pemerataan kesejahteraan.…

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Oleh: KH Anis Maftukhin Syahdan, Mbah Hasyim Asy’ari pernah menyitir sebuah syair Arab berabad silam…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.