• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Kembali Cetak Prestasi, Timnas Indonesia CS:GO Female Pastikan Diri Melaju hingga Final Lower Bracket IESF Bali 14Th WEC 2022

Kembali Cetak Prestasi, Timnas Indonesia CS:GO Female Pastikan Diri Melaju hingga Final Lower Bracket IESF Bali 14Th WEC 2022

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 7 December 2022

Kembali Cetak Prestasi, Timnas Indonesia CS:GO Female Pastikan Diri Melaju hingga Final Lower Bracket IESF Bali 14Th WEC 2022

Kembali berhasil mencetak prestasi, kali ini giliran Timnas Indonesia CS:GO Female yang memasikan diri mereka untuk melaju hingga ke babak final lower bracket pada IESF Bali 14th WEC 2022 setelah mengalahkan Tim Namibia.

Salah satu pemain dari Tim Nasional (Timnas) Indonesia Counter-Strike: Global Offensive (CS:GO) Female dalam ajang IESF Bali 14th World Esports Championships 2022, Dhammamitta ‘margeaux’ Marvella menyatakan bahwa dirinya sangat ingin berjumpa dengan Argentina pada babak selanjutnya.

“Kalau saya inginnya bertemu Argentina, ingin bertemu player-player dari negara lain,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut dilontarkannya setelah Timnas Indonesia CS:GO Female sendiri berhasil terus melaju hingga kini ke babak Final Lower Bracket.

Kepastian tersebut terjadi setelah Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Tim Namibia dengan skor telak 2-0.

Dengan kemenangan yang meyakinkan tersebut, alhasil Timnas Indonesia CS:GO Felame saat ini berada pada peringkat tiga besar.

Kemudian dalam laga selanjutnya, masih belum diketahui Timnas Indonesia akan berhadapan dengan perwakilan negara mana.

Namun yang jelas, Marvella sendiri memiliki harapan kuat supaya bisa melawan Argentina.

Sementara itu, Kepala Pelatih Tim Nasional Indonesia, Yohannes P. Siagian menegaskan Indonesia masih sangat berpeluang untuk meraih prestasi yang optimal.

Maka dari itu, dirinya berpesan kepada seluruh tim supaya bisa terus meningkatkan rasa percaya diri mereka.

Akan tetapi bukan hanya percaya diri, namun kewaspadaan juga harus terus dilakukan untuk bisa menghadapi negara-negara lain di babak selanjutnya.

Dalam rangka melakukan pembinaan dan bimbingan kepada seluruh atlet esports Indonesia supaya memiliki mentalitas yang kuat, bahkan pihak PBESI sendiri di bawah kepemimpinan Jend Pol (Purn) Budi Gunawan telah memberikan bekal yang sangat banyak untuk semua atlet.

Bekal tersebut bahkan bukan hanya melulu secara teknis, melainkan juga mencakup hal-hal non-teknis.

“Kami juga terus membina dan telah mempersiapkan para atlet kami terkait aspek-aspek non-teknis seperti manajemen waktu, pola makan, pola komunikasi, dan terlebih membangun mentalitas yang tangguh,” kata Yohannes.

Sebagai informasi, segala upaya yang telah dilakukan oleh phak PBESI, memang sudah sesuai dengan visi besat induk organisasi olahraga esports ini untuk bisa terus mengembangkan dan mempromosikan ekosistem Esports Tanah Air sehingga mampu menjadi pemimpin esports di kawasan Asia.

Dalam kesempatan yang lain, Yohannes juga menyampaikan bagaimana harapan besar yang dimiliki oleh Ketum PB ESI Budi Gunawan supaya Indonesia mampu untuk mencetak banyak prestasi, dan bukan hanya sukses sebagai penyelenggara sekaligus tuan rumah dalam IESF 14th WEC 2022 di Bali saja.

Target yang dimiliki oleh Timnas Indonesia sendiri dalam ajang Esports outdoor terbesar di dunia tersebut adalah menjadi juara umum.

“Sesuai dengan arahan Ketua Umum PB ESI Budi Gunawan, dan Ketua Harian PB ESI Bambang Sunarwibowo, Indonesia harus sukses sebagai penyelenggara dan sukses dalam prestasi. Dengan semangat dan komitmen tersebut, Indonesia akan berjuang dengan kemampuan terbaik agar bisa menjadi juara umum,” katanya.

Pemerintah Siapkan Langkah Antisipatif Hadapi Dampak Krisis Iklim pada Pertanian

July 12, 2026

Mitigasi Krisis Iklim Dipercepat lewat Irigasi, Embung, dan Pompanisasi

July 12, 2026

Pemerintah Siapkan Langkah Antisipatif Hadapi Dampak Krisis Iklim pada Pertanian

By Kata IndonesiaJuly 12, 20260

Pemerintah Siapkan Langkah Antisipatif Hadapi Dampak Krisis Iklim pada Pertanian Jakarta – Pemerintah mempercepat berbagai…

Mitigasi Krisis Iklim Dipercepat lewat Irigasi, Embung, dan Pompanisasi

By Kata IndonesiaJuly 12, 20260

Mitigasi Krisis Iklim Dipercepat lewat Irigasi, Embung, dan Pompanisasi Jakarta – Pemerintah terus mempercepat langkah…

CKG dan Komitmen Negara Memperluas Layanan Kesehatan Preventif

By Kata IndonesiaJuly 12, 20260

CKG dan Komitmen Negara Memperluas Layanan Kesehatan Preventif Oleh : Gavin Asadit Pembangunan kesehatan nasional…

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko 

By Kata IndonesiaJuly 11, 20260

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko  Oleh Ananda Rusdian Upaya membangun bangsa yang sehat tidak cukup dilakukan melalui pelayanan kesehatan yang berpusat di fasilitas kesehatan formal semata. Tetapi negara juga hadir menjangkau kelompok-kelompok yang berada dalam posisi rentan, baik karena kondisi sosial, lingkungan hidup, maupun keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Untuk itu, peluncuran Kick-Off Nasional Skrining Tuberkulosis (TB) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 532 lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di seluruh Indonesia dipandang sebagai langkah strategis sekaligus berkeadilan. Kebijakan ini menunjukkan bahwa hak atas kesehatan menjangkau seluruh warga negara, termasuk warga binaan pemasyarakatan yang selama ini kerap luput dari perhatian publik. Program ini menegaskan bahwa pemerintah mulai menempatkan kesehatan sebagai hak dasar yang harus diakses oleh semua orang tanpa kecuali. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa arahan Presiden adalah agar program kesehatan menyasar seluruh masyarakat, termasuk ratusan ribu warga binaan di lapas dan rutan. Pernyataan itu penting karena memperlihatkan perubahan cara pandang negara bahwa warga binaan bukan sekadar objek pembinaan hukum, melainkan tetap subjek pembangunan yang berhak memperoleh perlindungan kesehatan secara layak. Langkah ini menjadi semakin relevan ketika melihat tingginya ancaman tuberkulosis di lingkungan pemasyarakatan. Data yang disampaikan pemerintah menunjukkan prevalensi TB di lapas mencapai 0,54 persen, lebih tinggi daripada rata-rata nasional yang berada di kisaran 0,3 persen. Angka tersebut tidak boleh dibaca sebagai statistik semata, melainkan sebagai peringatan serius bahwa lembaga pemasyarakatan merupakan ruang berisiko tinggi bagi penularan penyakit menular. Kepadatan hunian, sirkulasi udara yang terbatas, interaksi intensif antarpenghuni, serta mobilitas petugas menciptakan situasi yang memungkinkan penyebaran TB berlangsung lebih cepat. Jika tidak ditangani dengan pendekatan luar biasa, lapas dapat menjadi titik rawan penularan yang berdampak bukan hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi petugas, keluarga, dan masyarakat luas ketika proses keluar-masuk penghuni berlangsung. Karena itu, keputusan menjadikan lapas sebagai salah satu sasaran utama skrining TB merupakan kebijakan yang sangat rasional. Budi mengingatkan bahwa TB tidak boleh diremehkan, tetapi juga tidak boleh ditakuti secara berlebihan karena pengobatannya tersedia dan peluang sembuh sangat besar apabila kasus ditemukan lebih awal. Di sinilah skrining rutin, termasuk melalui foto rontgen dada, menjadi instrumen yang sangat penting. Pendekatan ini tidak hanya berguna untuk menemukan kasus aktif, tetapi juga mencegah penularan berantai dan menurunkan angka kematian akibat TB. Pada saat yang sama, pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan secara menyeluruh juga membuka ruang deteksi dini terhadap penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal. Ini sangat penting karena kelompok berisiko sering kali tidak memiliki akses pemeriksaan rutin, sehingga penyakit baru diketahui ketika sudah memasuki stadium berat. Budi menekankan pentingnya menjaga indikator kesehatan dasar seperti tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol. Pembangunan kesehatan tidak cukup berfokus pada pengobatan, tetapi harus diarahkan pada pencegahan, perubahan perilaku, dan pengenalan faktor risiko sejak awal. Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk mendukung deteksi dini dan percepatan eliminasi TB. Sikap tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan di lapas tidak dapat dibebankan hanya kepada Kementerian Kesehatan, melainkan membutuhkan dukungan serius dari institusi yang mengelola lingkungan pemasyarakatan. Koordinasi mengenai sarana dan prasarana klinik lapas dan rutan menjadi langkah penting agar skrining tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berlanjut menjadi layanan diagnosis, pengobatan, pemantauan, dan pencegahan yang berkesinambungan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.