Kelestarian Lingkungan dan Ekonomi Sirkular Jadi Modal Baru Pertumbuhan Nasional
JAKARTA – Kelestarian lingkungan dan penerapan ekonomi sirkular semakin diyakini menjadi modal baru pertumbuhan nasional. Di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pembangunan berkelanjutan, transformasi menuju ekonomi hijau dinilai tidak hanya menjaga kualitas lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan jutaan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Moh. Jumhur Hidayat mengatakan masa depan pembangunan Indonesia akan semakin bertumpu pada sektor-sektor yang mendukung keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, profesi baru seperti pengelola sampah modern, analis karbon, ahli energi terbarukan, insinyur lingkungan, hingga pelaku usaha berbasis ekonomi sirkular akan semakin dibutuhkan.
“Masa depan ekonomi dunia tidak hanya digital, tetapi juga hijau. Future jobs are green jobs. Karena itu, kita harus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengisi peluang tersebut,” ujar Jumhur.
Ia menegaskan, ekonomi hijau tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menghadirkan pekerjaan yang lebih layak dan berkelanjutan. Pemerintah pun terus mendorong berbagai program yang mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon, termasuk penguatan pengelolaan sampah dan pengembangan ekonomi sirkular.
Menurut Jumhur, pengelolaan sampah modern yang memanfaatkan teknologi seperti Refuse Derived Fuel (RDF), pengolahan sampah menjadi energi, hingga daur ulang bernilai tambah dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.
“Kalau kita bisa mengelola sampah, menjaga hutan, melindungi mangrove, sungai, dan laut dengan baik, maka manfaatnya bukan hanya untuk lingkungan, tetapi juga menciptakan banyak peluang kerja dan usaha baru bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga menaruh harapan besar kepada generasi muda untuk menjadi motor penggerak transformasi tersebut. Tingginya kepedulian anak muda terhadap isu lingkungan dinilai sebagai modal penting untuk mendorong inovasi dan kewirausahaan hijau.
Disisi lain, Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Dr. R. Hendrian, pernah menekankan bahwa ekonomi sirkular adalah instrumen vital agar Indonesia tumbuh sebagai negara maju yang tetap menjaga kelestarian alam.
“Dalam konteks nasional, ekonomi sirkuler merupakan instrumen penting untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Yaitu, Indonesia yang maju, berdaulat, dan berkelanjutan,” ucapnya.
Dengan dukungan kebijakan pemerintah, meningkatnya kesadaran masyarakat, serta berkembangnya ekonomi sirkular, Indonesia memiliki peluang besar menjadikan kelestarian lingkungan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembangunan dan pelestarian alam dapat berjalan beriringan, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia menuju masa depan yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.