• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Kelancaran Pemilu 2024 Bawa Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Kelancaran Pemilu 2024 Bawa Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Nasional

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 26 February 2024
Dear Netizen, Ini 43 Kota Dunia yang Turut Gelar Pemilu 2019

Kelancaran Pemilu 2024 Bawa Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Oleh: Nana Gunawan

Tahun 2024 akan diwarnai oleh tantangan global yang signifikan. Proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi global akan melambat menjadi 2,9 persen yang dipicu oleh inflasi yang tinggi dan kenaikan suku bunga. IMF masih memperkirakan inflasi global tetap tinggi pada tahun 2024 yaitu sebesar 4,1 persen serta suku bunga kebijakan global akan mencapai 5,2 persen.

Selain tantangan global, IMF memperkirakan perekonomian Indonesia justru mengalami kenaikan dan akan terus tumbuh hingga sebesar 5,0 persen pada 2024, sementara proyeksi Bank Dunia (World Bank) sedikit lebih rendah yaitu sebesar 4,9 persen. Pertumbuhan ekonomi nasional ini tentunya didukung oleh konsumsi domestik yang kuat dan belanja Pemerintah.
Peningkatan pendapatan rumah tangga didorong oleh kenaikan upah minimum dan bantuan sosial dari Pemerintah, sedangkan peningkatan kredit konsumsi didorong oleh suku bunga yang rendah dan kemudahan akses kredit. Sedangkan, belanja Pemerintah diperkirakan akan meningkat sebesar 6,62 persen pada tahun 2024. Hal ini disebabkan karena adanya Pemilu yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi serta adanya peningkatan belanja infrastruktur.
Gelaran politik terbesar di Indonesia, yaitu Pemilu tentu memiliki dampak signifikan bagi perekonomian Indonesia, karena Pemilu seringkali diikuti oleh perubahan kebijakan dan arah kebijakan baru seperti kebijakan fiscal, moneter, regulasi bisnis, hingga memengaruhi iklim investasi.
Suksesnya Pemilu 2024 di Indonesia diyakini berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap investasi akan terus meningkat setelah pelaksanaan Pemilu lantaran pencoblosan tersebut dinilai sudah berjalan lancar. Pihaknya menilai situasi politik Indonesia pasca Pemilu cenderung lebih baik dari kondisi global di mana Jokowi mengapresiasi ketahanan ekonomi Indonesia ditahun politik yang Tingkat permodalan perbankannya mencapai 27,69 persen, di atas rata-rata negara kawasan.
Presiden Jokowi juga menyoroti pertumbuhan kredit perbankan di angka 10,38 persen (yoy) dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 5,05 persen. Selain itu, inflasi Indonesia cenderung terkendali di angka 2,57 persen, sedangkan Cadangan devisa Indonesia berada di angka US$145 Miliar dan neraca dagang mengalami surplus US$36 Miliar atau sekitar Rp570 Triliun.
Kemudian, Presiden Jokowi menekankan pentingnya peran perbankan dalam memajukan UMKM, karena pasalnya UMKM sangat membutuhkan modal usaha yang disalurkan oleh Bank. Kredit perbankan untuk UMKM saat ini terbilang masih kecil, yaitu di angka 19 persen. Perlunya sebuah terobosan atau strategi baru agar ada peningkatan kredit perbankan agar UMKM bisa tumbuh dengan lebih baik.
Sementara itu, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo optimis situasi perekonomian nasional akan meningkat seiring kepercayaan investor yang berbanding lurus dengan keamanan dan kondusivitas nasional usai Pemilu 2024, karena menurutnya stabilitas politik merupakan modal utama bagi pembangunan ekonomi nasional sekaligus modal utama stabilnya industri jasa keuangan. Maka dari itu, para elit politik dan pendukungnya diimbau untuk tidak melakukan tindakan yang membuat situasi menjadi tidak stabil dan menimbulkan ketidakpercayaan bagi para investor untuk berinvestasi di Indonesia.
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada awal perdagangan dibuka menguat tepat setelah pelaksanaan pemungutan suara dalam Pemilu 2024 berjalan dengan baik. Analis mata uang, Lukman Leong mengatakan bahwa pada awal perdagangan Kamis pagi, 15 Februari tepat setelah pelaksanaan Pemilu, rupiah dibuka meningkat 22 poin atau 0,14 persen menjadi Rp15.582 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.604 per dolar AS.
Lalu, dilihat dari sisi investasi, para ekonom lainnya ikut turut memprediksi kondisi perekonomian Indonesia khususnya kondisi pasar serta membandingkannya sebelum dan sesudah Pemilu. Ekonom Bank BCA, David Sumual mengatakan bahwa kondisi pasar obligasi maupun pasar modal setelah Pemilu akan bullish. Secara angka, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan yield obligasi juga diprediksi akan membaik. Menurutnya, dilihat dari historis di setiap tahun politik selalu menunjukkan dampak positif bagi IHSG. David menambahkan bahwa dengan adanya Pemilu maka PDB Indonesia akan ikut terdampak positif. Hal ini bisa dibuktikan dari kuatnya perputaran uang di sektor UMKM selama masa kampanye lalu, baik kampanye Capres-Cawapres maupun Calon Legislatif.
Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang baik, Indonesia perlu menjaga momentum positif melalui stabilitas politik, pertumbuhan berkelanjutan, perlindungan terhadap masyarakat khususnya masyarakat rentan, dan percepatan reformasi struktural. Meskipun tantangan ke depan tetap ada, perekonomian Indonesia mampu dan siap menghadapi dinamika global dengan langkah-langkah yang tepat dan terukur. Langkah-langkah inilah yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang bersumber dari Pemilu dan kondisi ekonomi global. Karena itu pula sinergitas dan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter antara Pemerintah, BI, dan pihak-pihak terkait lainnya harus terus ditingkatkan untuk stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

)* Penulis adalah Pengamat Ekonomi Nusa Bangsa Institute.

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

September 29, 2026

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

September 29, 2026

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana Oleh: Miftah Hizyan Agenda pendidikan nasional…

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan Oleh: Rizky Adi Perman Perluasan…

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi Oleh : Yohanes Wandikbo Pendidikan merupakan…

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda 

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda  Oleh: Yusuf Rinaldi Program Magang Nasional yang diperluas pemerintah menjadi 150 ribu peserta pada 2026 menunjukkan upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring profesional, dan memperbesar peluang masuk ke pasar kerja formal di tengah persaingan memperoleh pekerjaan yang semakin ketat. Sejak 2025, pemerintah membuka Program Magang Nasional dengan target 100 ribu peserta. Pada 2026, kuotanya diperluas menjadi 150 ribu peserta. Program berlangsung selama enam bulan dengan fasilitas pelatihan, pendampingan mentor, sertifikat, jejaring profesional, serta uang saku yang ditanggung pemerintah. Besaran uang saku mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota di lokasi pemagangan dan dibayarkan setiap bulan berdasarkan jumlah hari yang diperhitungkan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan perluasan program tersebut dilakukan secara bertahap dan tetap disertai evaluasi terhadap pelaksanaan setiap angkatan. Pada batch pertama terdapat 46.160 peserta, sedangkan batch kedua menetapkan 40.962 peserta. Pemerintah kemudian menyiapkan batch ketiga dengan sekitar 62 ribu peserta untuk memenuhi target 150 ribu peserta pada 2026. Pendaftaran penyelenggara disiapkan sejak September, seleksi peserta pada Oktober, dan pelaksanaan batch ketiga ditargetkan dimulai pada November. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pemagangan benar-benar memberikan kesempatan kepada peserta meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja, membangun portofolio, serta memperluas jejaring. Untuk batch ketiga, pemerintah juga mengubah skema penempatan dengan menempatkan seluruh peserta di perusahaan, tanpa kementerian dan lembaga pemerintah. Dari perspektif ekonomi, pemberian uang saku selama enam bulan memberikan dukungan bagi lulusan baru yang berada dalam masa transisi dari pendidikan menuju pekerjaan. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta mendapatkan tunjangan yang disesuaikan dengan upah minimum daerah. Pemerintah juga memberikan fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 ditanggung pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2026 yang berlaku hingga Desember 2026. Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam melihat keberlanjutan program. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyampaikan bahwa sekitar 30 ribu dari 60 ribu alumni Magang Nasional 2025 yang menjalani pemagangan di industri telah bekerja tiga bulan setelah menyelesaikan program. Tingkat penyerapan tersebut meningkat dari sekitar 30 persen ketika peserta baru menyelesaikan masa pemagangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.