• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 29 September 2026

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

Oleh : Yohanes Wandikbo

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus menentukan kemampuan sebuah daerah untuk berkembang secara berkelanjutan. Dalam konteks Papua, pemerataan akses pendidikan memiliki arti strategis karena tantangan geografis, keterbatasan infrastruktur, serta kondisi sosial ekonomi masih memengaruhi kesempatan anak-anak memperoleh pendidikan berkualitas. Karena itu, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bagian penting dari langkah pemerintah memperluas kesempatan belajar hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.

 

 

 

 

Di Papua, pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi direalisasikan di Kota Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Biak Numfor. Kementerian Pekerjaan Umum mulai mengerjakan pembangunan sejak Juli 2026 dan menargetkan penyelesaian pada Maret 2027. Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp1 triliun dari APBN untuk pembangunan tiga sekolah tersebut. Setiap Sekolah Rakyat dirancang memiliki kapasitas hingga 1.260 peserta didik sehingga total daya tampung mencapai 3.780 siswa.

 

 

 

 

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menempatkan pendidikan sebagai fondasi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Menurutnya, negara perlu hadir ketika keterbatasan ekonomi keluarga berpotensi menghambat anak mendapatkan pendidikan. Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa Sekolah Rakyat diarahkan untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan.

 

 

 

 

Pola pendidikan terintegrasi membuat Sekolah Rakyat memiliki fungsi lebih luas dibandingkan sekolah konvensional. Fasilitas yang disiapkan mencakup gedung pendidikan, asrama siswa, rumah susun guru, kantin, gedung serbaguna, tempat ibadah, fasilitas olahraga, serta berbagai bangunan pendukung. Kelengkapan tersebut dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang memungkinkan proses pembelajaran berlangsung secara lebih terpadu.

 

 

 

 

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menjelaskan bahwa tiga Sekolah Rakyat di Papua dirancang untuk menampung hingga 1.260 peserta didik di masing-masing lokasi. Kapasitas tersebut menunjukkan skala intervensi pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus memberikan ruang yang memadai bagi anak-anak Papua untuk mendapatkan layanan pendidikan secara berkelanjutan.

 

Pembangunan Sekolah Rakyat juga tidak hanya berlangsung di tiga wilayah tersebut. Pemerintah daerah di Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, dan sejumlah daerah lainnya turut mempersiapkan lahan serta berbagai dokumen pendukung. Perkembangan ini menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan tersebut berjalan melalui sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

 

 

 

 

Di Papua Pegunungan, misalnya, proses penyediaan kepastian hukum lahan telah memasuki tahap penting. Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya menyerahkan sertifikat tanah untuk pembangunan dan operasional Sekolah Rakyat kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan. Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan Yanius Telenggen menilai sertifikat tersebut menjadi dasar legalitas yang diperlukan untuk mendukung keberlanjutan pembangunan dan operasional Sekolah Rakyat di wilayah tersebut.

 

 

 

 

Kepastian lahan merupakan aspek penting dalam pembangunan fasilitas publik. Dengan legalitas yang jelas, proses pembangunan dapat dilakukan dengan landasan hukum yang kuat sekaligus mengurangi potensi persoalan administratif pada masa mendatang. Dalam konteks Papua, penyelesaian aspek pertanahan juga menjadi bagian dari upaya memastikan program pendidikan berjalan sesuai perencanaan.

 

 

 

 

Kesiapan serupa terlihat di Kabupaten Maybrat. Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan sekitar 10 hektare di Kampung Fategomi, Distrik Aitinyo Utara, lengkap dengan dokumen pertanahan yang diperlukan. Bupati Maybrat Karel Murafer menjelaskan bahwa lahan tersebut telah melalui proses pembebasan, pengukuran, dan sertifikasi. Sekolah Rakyat di Maybrat dirancang sebagai sekolah berasrama dengan kapasitas hingga 1.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA/SMK.

 

 

 

 

Konsep tersebut berpotensi memperluas manfaat pendidikan tidak hanya bagi masyarakat Maybrat, tetapi juga anak-anak dari daerah sekitar. Dengan dukungan fasilitas asrama, peserta didik dari wilayah yang memiliki hambatan jarak dapat memperoleh kesempatan belajar dalam lingkungan pendidikan yang lebih terintegrasi.

 

Sementara itu, Kabupaten Sorong menyiapkan lahan seluas 6,75 hektare di Makbalim sebagai lokasi Sekolah Rakyat. Staf Ahli Bupati Sorong Bidang Kemasyarakatan Marthen Nebore menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mempersiapkan dokumen pertanahan, perizinan, akses, serta kebutuhan dasar seperti air dan listrik. Pemerintah daerah juga telah melakukan peninjauan lokasi bersama unsur kementerian dan perangkat daerah terkait.

 

 

 

 

Rangkaian persiapan tersebut memperlihatkan bahwa perluasan akses pendidikan membutuhkan kerja bersama. Pemerintah pusat memiliki peran dalam kebijakan, pembiayaan, pembangunan, dan standardisasi program, sedangkan pemerintah daerah berperan menyiapkan lahan, dokumen, serta dukungan lingkungan sekitar. Sinergi tersebut menjadi modal penting agar pembangunan Sekolah Rakyat tidak berhenti pada pembangunan fisik.

 

 

 

 

Lebih jauh, Sekolah Rakyat dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua. Pembangunan infrastruktur dan pengembangan ekonomi akan semakin kuat apabila berjalan bersamaan dengan peningkatan kualitas pendidikan. Anak-anak Papua yang memperoleh pendidikan secara berkelanjutan akan memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kompetensi dan mengambil bagian dalam pembangunan daerahnya.

 

 

 

 

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia dalam agenda memajukan Papua. Perspektif tersebut menempatkan pendidikan sebagai investasi yang manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam satu periode pemerintahan, tetapi dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

 

 

 

 

Pemerintah melalui Sekolah Rakyat pada akhirnya sedang membangun lebih dari sekadar kompleks pendidikan. Yang dibangun adalah ruang bagi anak-anak Papua untuk memperoleh pengetahuan, mengembangkan karakter, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Ketika pemerataan pendidikan berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur dan ekonomi, Papua memiliki fondasi yang semakin kuat untuk menyiapkan generasi yang mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah sekaligus Indonesia.

 

 

 

 

)* Penulis merupakan Pengamat Pembangunan Papua

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

September 29, 2026

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

September 29, 2026

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana Oleh: Miftah Hizyan Agenda pendidikan nasional…

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan Oleh: Rizky Adi Perman Perluasan…

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi Oleh : Yohanes Wandikbo Pendidikan merupakan…

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda 

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda  Oleh: Yusuf Rinaldi Program Magang Nasional yang diperluas pemerintah menjadi 150 ribu peserta pada 2026 menunjukkan upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring profesional, dan memperbesar peluang masuk ke pasar kerja formal di tengah persaingan memperoleh pekerjaan yang semakin ketat. Sejak 2025, pemerintah membuka Program Magang Nasional dengan target 100 ribu peserta. Pada 2026, kuotanya diperluas menjadi 150 ribu peserta. Program berlangsung selama enam bulan dengan fasilitas pelatihan, pendampingan mentor, sertifikat, jejaring profesional, serta uang saku yang ditanggung pemerintah. Besaran uang saku mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota di lokasi pemagangan dan dibayarkan setiap bulan berdasarkan jumlah hari yang diperhitungkan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan perluasan program tersebut dilakukan secara bertahap dan tetap disertai evaluasi terhadap pelaksanaan setiap angkatan. Pada batch pertama terdapat 46.160 peserta, sedangkan batch kedua menetapkan 40.962 peserta. Pemerintah kemudian menyiapkan batch ketiga dengan sekitar 62 ribu peserta untuk memenuhi target 150 ribu peserta pada 2026. Pendaftaran penyelenggara disiapkan sejak September, seleksi peserta pada Oktober, dan pelaksanaan batch ketiga ditargetkan dimulai pada November. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pemagangan benar-benar memberikan kesempatan kepada peserta meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja, membangun portofolio, serta memperluas jejaring. Untuk batch ketiga, pemerintah juga mengubah skema penempatan dengan menempatkan seluruh peserta di perusahaan, tanpa kementerian dan lembaga pemerintah. Dari perspektif ekonomi, pemberian uang saku selama enam bulan memberikan dukungan bagi lulusan baru yang berada dalam masa transisi dari pendidikan menuju pekerjaan. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta mendapatkan tunjangan yang disesuaikan dengan upah minimum daerah. Pemerintah juga memberikan fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 ditanggung pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2026 yang berlaku hingga Desember 2026. Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam melihat keberlanjutan program. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyampaikan bahwa sekitar 30 ribu dari 60 ribu alumni Magang Nasional 2025 yang menjalani pemagangan di industri telah bekerja tiga bulan setelah menyelesaikan program. Tingkat penyerapan tersebut meningkat dari sekitar 30 persen ketika peserta baru menyelesaikan masa pemagangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.