• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Kaum Muda dan Insan Media Adalah AsetPendongkrak Menuju Indonesia Maju

Kaum Muda dan Insan Media Adalah AsetPendongkrak Menuju Indonesia Maju

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 22 November 2019

Oleh : Eno Rahman (Eksponen Forum Jurnalis Pesantren)

Di era digital ini, media semakin di mudahkan dalam menyebarkan beragam informasi sering dengan perkembangan teknologi informasi, pelan tapi pasti berita di media konvensional perlahan ditinggalkan dan masyarakat mulai mengakses segala informasi dari gawai yang dimilikinya.

Dalam ranah media online, kuantitas bisa menjadi lebih penting daripada kualitas, berbeda dengan media mainstream seperti media cetak yang harus menunggu 24 jam untuk terbit, sedangkan media online, hampir setiap detiknya mengisi berbagai lini masa sosial media, entah informasi tersebut benar ataupun sesat yang penting informasi tersebut tersampaikan.

Yang tak kalah berbahaya adalah media yang berisi konten provokatif dan jauh dari kesan sejuk, seperti ajakan untuk tidak patuh terhadap demokrasi, atau ajakan untuk melaksanakan kegiatan yang inkonstitusional.

Dalam hal ini, media dan anak muda memiliki keterkaitan, dimana media menyebarkan berbagai menu informasi dan anak muda merupakan pengguna internet terbanyak yang mengonsumsi informasi secara cepat yang ditawarkan oleh media.

Jika informasi yang diberikan oleh media merupakan informasi yang meneduhkan, jauh dari kesan provokasi maka hal tersebut akan berimbas pada sikap penerima informasi setelah mengonsumsi berita yang dibacanya.

Namun jika informasi yang disajikan oleh media merupakan informasi hoax dan provokatif, tentu saja hal ini akan membahayakan banyak pihak, karena nada-nada provokasi justru akan berdampak pada konflik antar masyarakat sehingga polarisasi antar pihak tidak terelakkan.

Saat ini media bisa diibaratkan seperti dapur berbagai fakta dan pendapat, media memiliki kuasa untuk mengunggah berita apapun, bahkan kelompok ormas juga bisa membuat media baik melalui platform ataupun melalui sosial media yang memang digandrungi oleh anak muda.

Media juga mendapatkan tugas tambahan untuk menjaga kestabilan politik, karena seperti selayaknya makanan, jika informasi yang diberikan adalah informasi yang sarat gizi, tentu pihak penerima produk media berupa berita maupun informasi, akan dapat menyikapi pemberitaan tersebut dengan bijak.

Apalagi Indonesia memiliki keragaman suku bangsa dan agama sampai pandangan politik, maka media juga dituntut harus mampu menjadi forum yang tidak menyinggung terkait SARA.

Peran Anak Muda Wujudkan Indonesia Maju

Anak muda juga tidak boleh abai terhadap perkembangan politik, karena anak muda-lah yang nantinya akan menjadi pengambil kebijakan beberapa tahun kemudian untuk menggantikan seniornya.

Anak muda memiliki peran dalam mengakhiri drama politik saat ini, setidaknya di lingkungan terdekatnya, ajak kembali kawan yang tadinya beda pilihan, traktir ngopi kalau perlu, atau ajak Nobar ketika ada pertandingan sepakbola. Keterlibatan banyak orang dalam hobi yang sama tentu akan mendistraksi perbedaan pilihan.

Bergaulah seperti biasanya, yang pasti tetaplah bersikap kritis sebagai bentuk kepedulian dengan Indonesia, bukan kritis karena terprovokasi oleh berita yang diragukan kebenarannya.

Pastinya anak muda perlu menyadari, bahwa kabinet Indonesia Maju sedang bersiap untuk merumuskan dan merealisasika program nyata demi kesejahteraan bangsa yang wajib didukung oleh anak muda serta oleh pemberitaan media yang menumbuhkan optimisme dan semangat memajukan bangsa .

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 25, 20260

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat JAKARTA — Sektor hulu minyak dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.