• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Kamus Safinatun Naja, Permudah Orang Awam Belajar Kitab Kuning

Kamus Safinatun Naja, Permudah Orang Awam Belajar Kitab Kuning

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 4 April 2021

Kitab-kitab kuning telah menjadi kebutuhan penting untuk memahami dan mendalami ajaran ajaran Islam di tengah tengah perkembangan zaman. Menyadari hal tersebut, Pondok Pesantren Wali, Candirejo Tuntang Kab Semarang terus berupaya melakukan inovasi inovasi literasi guna memudahkan ummat Islam mengakses kitab kitab kuning. Salah satunya dengan menyusun kamus kamus khusus untuk kitab kitab kuning rujukan.

Untuk edisi perdana, Ponpes Wali telah menyelesaikan penyusunan Kamus Safinatun Naja. “Kamus ini disusun oleh santri santri mahasiswa yang tergabung dalam Wali Arabic Club’,” papar KH Anis Maftuhin, Pengasuh Ponpes Wali, dalam acara Haflah Akhir Sanah dan Khataman Ponpes Wali 2021, 3 April 2021 di Kampus Putra Ponpes Wali.

Tim penyusun terdiri dari Aghna Hawari, M Yusril, Risma Ariesta dan Leni Mardianto. Keempatnya adalah mahasiswa IAIN Salatiga yang mengikuti program pesantren mahasiswa di Ponpes Wali.

Menurut rencana, Tim ini akan menyusun kamus kitab kitab kuning lainnya. “Selain menjadi bagian dari pendidikan literasi bagi para santri, program ini juga kami maksudkan untuk mempermudah ummat dalam belajar membaca dan memahami kitab kuning,” imbuh KH Anis Maftuhin.

Menurut Kyai Anis, saat ini kitab kitab kuning yang akrab di kalangan pesantren mulai m endapat perhatian dari kalangan umum di luar pesantren. “Ini merupakan kabar baik. Maka, santri santri perlu didorong untuk melakukan inovasi inovasi literasi agar ummat Islam Indonesia bisa merasakan manfaat ilmiah dari kitab kitab kuning,” pungkasnya.

Mahasiswa Nyantri, Apa Gunanya?

June 15, 2026

LMA Papua Pegunungan: Jaga Stabilitas Daerah, Jangan Terprovokasi Aksi Reformasi Jilid 2

June 15, 2026

Mahasiswa Nyantri, Apa Gunanya?

By Kata IndonesiaJune 15, 20260

Setiap Juli, ritual itu berulang. Ibu-ibu sibuk memilih kasur lipat di marketplace. Ayah-ayah menghitung ulang…

LMA Papua Pegunungan: Jaga Stabilitas Daerah, Jangan Terprovokasi Aksi Reformasi Jilid 2

By Kata IndonesiaJune 15, 20260

LMA Papua Pegunungan: Jaga Stabilitas Daerah, Jangan Terprovokasi Aksi Reformasi Jilid 2 Jayapura – Ketua…

Mensesneg: Pemerintah Berkomitmen Menerima Masukan Mahasiswa dan Selesaikan Berbagai Persoalan Bangsa

By Kata IndonesiaJune 15, 20260

Mensesneg: Pemerintah Berkomitmen Menerima Masukan Mahasiswa dan Selesaikan Berbagai Persoalan Bangsa *Jakarta,* Beberapa waktu lalu,…

Reformasi Jilid II Tidak Relevan, Indonesia Dinilai Masih Jauh dari Krisis 1998

By Kata IndonesiaJune 15, 20260

Reformasi Jilid II Tidak Relevan, Indonesia Dinilai Masih Jauh dari Krisis 1998 Jakarta – Wacana…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.