Kamus Safinatun Naja, Permudah Orang Awam Belajar Kitab Kuning

Kitab-kitab kuning telah menjadi kebutuhan penting untuk memahami dan mendalami ajaran ajaran Islam di tengah tengah perkembangan zaman. Menyadari hal tersebut, Pondok Pesantren Wali, Candirejo Tuntang Kab Semarang terus berupaya melakukan inovasi inovasi literasi guna memudahkan ummat Islam mengakses kitab kitab kuning. Salah satunya dengan menyusun kamus kamus khusus untuk kitab kitab kuning rujukan.

Untuk edisi perdana, Ponpes Wali telah menyelesaikan penyusunan Kamus Safinatun Naja. “Kamus ini disusun oleh santri santri mahasiswa yang tergabung dalam Wali Arabic Club’,” papar KH Anis Maftuhin, Pengasuh Ponpes Wali, dalam acara Haflah Akhir Sanah dan Khataman Ponpes Wali 2021, 3 April 2021 di Kampus Putra Ponpes Wali.

Baca Juga

Tim penyusun terdiri dari Aghna Hawari, M Yusril, Risma Ariesta dan Leni Mardianto. Keempatnya adalah mahasiswa IAIN Salatiga yang mengikuti program pesantren mahasiswa di Ponpes Wali.

Menurut rencana, Tim ini akan menyusun kamus kitab kitab kuning lainnya. “Selain menjadi bagian dari pendidikan literasi bagi para santri, program ini juga kami maksudkan untuk mempermudah ummat dalam belajar membaca dan memahami kitab kuning,” imbuh KH Anis Maftuhin.

Menurut Kyai Anis, saat ini kitab kitab kuning yang akrab di kalangan pesantren mulai m endapat perhatian dari kalangan umum di luar pesantren. “Ini merupakan kabar baik. Maka, santri santri perlu didorong untuk melakukan inovasi inovasi literasi agar ummat Islam Indonesia bisa merasakan manfaat ilmiah dari kitab kitab kuning,” pungkasnya.

Related Posts

Add New Playlist