Travel

Kamu Harus Perhatikan Beberapa Hal Ini Ketika Memasuki Kawasan Keraton Yogyakarta!

Laporan: Mutiaradha Syaifitri

Yogyakarta merupakan salah satu tempat wisata yang sangat terkenal di Indonesia. Keindahan peninggalan bersejarah di Yoyakarta mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke sana.

Mengunjungi KotaYogyakarta, tidak lengkap rasanya bila belum ke Keraton Yogyakarta. Keraton yang bernama asli Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini terletak di pusat kota. Di kawasan Keraton Yogyakarta terdapat empat museum yang menyimpan berbagai koleksi bersejarah, terdiri dari Museum Lukisan, Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Museum Kereta, dan Museum Batik.

Jika kamu belum pernah ke Keraton dan ingin mengunjunginya, sebaiknya perhatikan beberapa peraturan yang dibuat oleh Keraton dan harus dipatuhi wisatawan. Meski terkesan tidak biasa, peraturan ini tidak boleh diabaikan para wisatawan.

Sebenarnya pihak Keraton Yogyakarta telah menerapkan peraturan yang wajib dipatuhi demi menjaga ketertiban di lingkungan keraton. Beberapa peraturan cenderung terbilang unik, karena diangkat dari nilai-nilai kearifan budaya lokal di Keraton Yogyakarta. Kamu harus perhatikan beberapa hal berikut ini ketika memasuki kawasan Keraton Yogyakarta.

1. Harus Izin Sebelum Berfoto
Setiap pengunjung yang membawa kamera, termasuk kamera smartphone dikenakan biaya tambahan Rp. 1.000,-. Ketika kamu sudah memiliki label yang diikatkan pada kamera, kamu boleh mengambil foto sepuasnya di semua wilayah yang ada di Keraton Yogyakarta, kecuali Museum Batik. Museum ini memiliki peraturan tertulis yang melarang pengunjung berfoto. Hal ini dikarenakan banyaknya benda keramat milik kerajaan yang berada di sana.

2. Dilarang Menyentuh Benda Bersejarah
Museum Keraton Yogyakarta menyimpan berbagai koleksi benda bersejarah sejak berdirinya Kesultanan Mataram hingga akhirnya pecah menjadi Kesultanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Sama seperti museum lainnya, koleksi dilarang disentuh. Begitu pula dengan perabotan keraton. Hal ini untuk meminimalisir kerusakan pada barang yang sudah berusia tua dan rapuh di dalam Keraton Yogyakarta. Kita harus menjaga kesakralan dari koleksi benda bersejarah ini agar tahan lama sehingga bisa dinikmati sampai anak cucu kita nanti.

Baca juga: Manfaat Puasa Senin Kamis untuk Kesehatan

3. Dilarang Memakai Topi
Topi sebaiknya tidak perlu dibawa ketika kamu berkunjung ke Keraton Yogyakarta. Meski cuaca panas sekalipun, hindari memakai topi di sini, karena kamu bisa dianggap tidak menghormati penghuni keraton. Sementara itu, kamu bebas memakai kerudung ataupun peci karena kedua benda tersebut merupakan perangkat ibadah.
Jika kamu membawa topi, titipkanlah topi tersebut ke tempat penitipan barang atau masukanlah ke dalam tas.

4. Berfoto dengan Abdi Dalem Membelakangi Keraton
Terdapat satu peraturan tidak tertulis yang dilarang untuk dilakukan di lingkungan Keraton Yogyakarta, yaitu berfoto bersama dengan abdi dalem membelakangi bangunan keraton. Keraton adalah tempat tinggal Sultan beserta keluarganya, sehingga berfoto membelakangi keraton juga dianggap membelakangi raja, hal tersebut merupakan tindakan yang tidak sopan.

5. Dilarang Berfoto Membelakangi Abdi Dalem
Abdi dalem merupakan pegawai Keraton Yogyakarta yang dipilih secara khusus oleh Sultan dan jajaran keluarganya. Berfoto membelakangi para abdi dalem dalam kepercayaan masyarakat Jawa adalah hal yang tidak sopan, sebaiknya kamu tidak melakukan hal ini.

6. Duduk di Sembarang Tempat
Di dalam Keraton Yogyakarta, terdapat peraturan tertulis yang melarang pengunjung di area Keraton Yogyakarta untuk duduk atau melintas di tempat-tempat tertentu. Beberapa tempat memiliki kedudukan yang tinggi karena hanya Sultan dan petinggi Keraton Yogyakarta yang boleh mempati.

7. Membawa Benda Beroda
Membawa benda beroda seperti kereta bayi atau koper merupakan larangan tidak tertulis di Keraton Yogyakarta. Perlu diketahui bahwa lingkungan keraton berupa undakan tangga dan berpasir, sehingga tidak mendukung untuk membawa benda-benda beroda. Jika membawa benda tersebut untuk kepentingan, sebaiknya titipkanlah pada petugas di pintu masuk.

Share
Published by
Kata Indonesia

Terpopuler

Lawan Kejenuhan Santri, MA Taruna Paren Gelar Psikoedukasi untuk Perkuat Mental dan Visi Peserta Didik

Tantangan pendidikan di lingkungan madrasah kini tak lagi soal distraksi teknologi, melainkan bagaimana menjaga konsistensi…

49 minutes ago

Tokoh Aceh Dukung Relaunching AMANAH, Dorong Penguatan Kapasitas Pemuda untuk Masa Depan Daerah

Tokoh Aceh Dukung Relaunching AMANAH, Dorong Penguatan Kapasitas Pemuda untuk Masa Depan Daerah Banda Aceh…

56 minutes ago

Penguatan Ekosistem Jadi Fokus, Relaunching AMANAH Siapkan Pemuda Aceh Hadapi Tantangan Global

Penguatan Ekosistem Jadi Fokus, Relaunching AMANAH Siapkan Pemuda Aceh Hadapi Tantangan Global Oleh: Teuku Salman…

1 hour ago

Jelang Relaunching, AMANAH Perluas Ruang Pengembangan Pemuda Bersama Dunia Kampus

Jelang Relaunching, AMANAH Perluas Ruang Pengembangan Pemuda Bersama Dunia Kampus Oleh: Muhammad Farhan Lamri Momentum…

1 hour ago

Ekosistem Kreatif Kian Terkonsolidasi Jelang Relaunching AMANAH

Ekosistem Kreatif Kian Terkonsolidasi Jelang Relaunching AMANAH Oleh : Awaluddin Jamin Relaunching Yayasan Aneuk Muda…

1 hour ago

Sekolah Garuda Terapkan Seleksi Berbasis Potensi, Akses Setara bagi Siswa Berprestasi

Sekolah Garuda Terapkan Seleksi Berbasis Potensi, Akses Setara bagi Siswa Berprestasi Jakarta – Pemerintah terus…

8 hours ago