• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Jalan Berliku Amien Rais Mendukung Jokowi – Ma’ruf

Jalan Berliku Amien Rais Mendukung Jokowi – Ma’ruf

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 19 July 2019

Oleh : Dodik Prasetyi

Setelah sebelumnya sering mengkritisi pencalonan Jokowi sebagai Capres periode 2019 – 2024. Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mempersilakan presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi – Ma’ruf Amin untuk bekerja memimpin Indonesia selama periode 2019 – 2024.

Dirinya juga akan mendukung pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin hingga tuntas selama 5 tahun kedepan. Meski demikian dirinya berjanji akan mengawasi roda pemerintahan era Jokowi nanti dengan menjadi oposisi. Menurut mantan ketua MPR tersebut, tanpa oposisi pemerintahan tidak akan berjalan dengan baik.

Pernyataan Amien Rais tersebut tentu tak jauh berbeda d lengan pernyataan Prabowo ketika bertemu dengan Jokowi, Kala itu Prabowo menyatakan siap untuk membantu kinerja pemerintahan sebagai oposisi.

Amien Rais juga menyinggung terkait bahaya demokrasi tanpa ada pihak oposisi. Menurut dia, lonceng kematian berbunyi kencang apabila tidak terdapat pihak yang mau menjadi oposisi.

Dirinya juga menyebutkan bahwa Presiden Jokowi sebagai sosok yang mengerti demokrasi. Sebab, Jokowi menyampaikan pentingnya oposisi dalam sistem demokrasi. Hal tersebut disampaikan oleh Jokowi saat pidato politik di Sentul.
Dalam pidatonya, Jokowi sempat menyinggung opsi politik menjadi oposisi ialah pilihan yang mulia, Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menyadari bahwa totalitas dalam mendukung seseorang dalam kontes demokrasi adalah suatu hal yang wajar.

Ketiadaan oposisi dalam demokrasi juga akan membuat demokrasi membusuk karena tidak memberi ruang sehat bagi pemerintah khususnya dalam hal check and balances.

Jokowi juga sempat menegaskan, tidak masalah bila nantinya ada oposisi. Namun, dia juga mengingatkan oposisi haruslah tanpa kebencian yang dapat menimbulkan dendam
Hal ini menunjukkan bahwa kekuasaan memerlukan penyeimbang, perlu pemantau. Oposisi mengambil peran tersebut. Karena pihak oposisi memiliki fungsi kontrol yang dapat membawa kemaslahatan. Tanpa kontrol dari oposisi, kekuasaan hanya akan menjadi gelanggang korupsi dan ajang mementingkan kelompok sendiri.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya seluruh pihak yang berkoalisi dalam Badan Pemenangan Nasional, mengambil peran sebagai oposisi yang baik. Dalam membangun Indonesia semua pihak dapat memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara dengan memainkan perannya masing – masing secara kritis dan konstruktif.

Adanya ruang bagi oposisi merupakan salah satu keunggulan sistem demokrasi. Dimana partai yang memilih untuk menjadi oposisi juga dapat mengambil perannya. Berbeda dengan sistem otoritarianisme, dimana sistem tersebut tidak mengenal oposisi, dan fungsi kontrol dari partai oposisi.

Pernyataan Amien Rais untuk menjadi oposisi, tentu diharapkan akan menjadikan partai – parta yang berkoalisi dengan BPN dapat menjadi oposisi yang kredibel. Yaitu oposisi yang mengkritisi dan mengawasi pemerintahan secara substansial, dengan memberikan argumen – arguman yang solid dan bernas. Bukan lantas menyiyiri pemerintahan dengan hal – hal yang remeh – temeh.

Pernyataan sosok Amien yang sebelumnya kontra dengan Jokowi, tentu harus mendapatkan sambutan baik, setidaknya hal tersebut akan mengurangi tensi politik dan dapat kembali menyatukan pihak yang sempat terpolarisasi saat pilpres 2019 berlangsung.

Jika Amien Rais tidak mempersilakan Jokowi – Ma’ruf memimpin Indonesia, maka hal tersebut akan menjadi tanda bahwa demokrasi tidak berjalan dengan baik karena kontestasi menjadi seperti tiada akhir. Di negara maju, bahkan pihak yang kalah selalu menyampaikan pidato pengakuan kekalahan.

Jalan demokrasi sudah sepantasnya memiliki pihak luar pemerintahan yang bertugas mengkritisi. Agar keseimbangan roda pemerintahan dapat berjalan, karena tanpa oposisi maka jalannya demokrasi hanya akan menjadi demokrasi bodong alias demokrasi bohong – bohongan.

Amien Rais juga sempat menyampaikan kalimat yang cukup meneduhkan, dimana dirinya mengajak untuk terus merajut merah – putih, meneruskan bangsa ini bersatu, jangan sampai pecah. Hal tersebut secara eksplisit menunjukkan bahwa Amien Rais telah legowo dengan segala yang menjadi putusan KPU dan MK.
Sosok Amien Rais menunjukkan sikap seorang negarawan yang tidak menginginkan perpecahan karena pemilu. Meski ia tidak berada dalam pemerintahan, bukan berarti pihaknya tidak memiliki andil dalam membangun Indonesia.

Karena pada hakikatnya, demokrasi adalah mengakui adanya perbedaan tanpa harus memecah persatuan, seperti semboyan yang ada dalam cengkeraman Garuda, Bhineka Tunggal IKA, yang berarti berbeda – beda namun tetap satu jua.

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

August 5, 2026

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

August 5, 2026

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas JAKARTA — Munculnya kabinet bayangan (shadow cabinet)…

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia Jakarta – Semangat menjaga persatuan…

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik Oleh : Gavin…

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI 

By Kata IndonesiaAugust 4, 20260

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang besar bagi transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga industri kreatif. Di sisi lain, kemajuan teknologi ini juga menghadirkan tantangan baru berupa maraknya penyebaran hoaks, konten deepfake, serta fenomena halusinasi AI yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Indonesia memperkuat tata kelola digital agar pemanfaatan AI tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan keamanan, etika, dan kepercayaan publik. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mempercepat penyusunan kerangka regulasi AI sebagai fondasi bagi pengembangan teknologi yang bertanggung jawab. Langkah ini dinilai penting mengingat pemanfaatan AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan regulasi yang mengaturnya. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengatakan bahwa Peraturan Presiden tentang AI akan menjadi langkah awal dalam penerapan tata kelola AI sebelum pemerintah menyusun Undang-Undang AI yang lebih komprehensif. Pemerintah saat ini telah menuntaskan penyusunan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI beserta Etika AI. Dokumen tersebut telah melalui pembahasan lintas kementerian dan lembaga, sehingga kini tinggal menunggu penetapan oleh Presiden. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.