• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Gaya Hidup»Istri Mendesah ketika Berhubungan, Bolehkah?

Istri Mendesah ketika Berhubungan, Bolehkah?

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 21 February 2020

Ini memang sepertinya agak berlebihan. Tapi banyak yang ingin tahu soal ini, utamanya para ummahat. Berhubungan suami istri adalah hal sakral, namun seringkali para ummahat merintih saat berhubungan suami istri karena menikmatinya. Apa ini dibenarkan dalam Islam? Lho, memangnya kenapa?

Soalnya, dalam beberapa kitab klasik seperti ” Uqûd al-Lujain fi Bayân Huqûq al-Zaujain” artinya kurang lebih: “Bicara atau Bersuara pada Saat Jima”, ini merupakan hal yang dilarang. Sebagian muslim dan muslimah juga berpegang pada pandangan ini sehingga tak berani bersuara, termasuk mengeluarkan rintihan, saat berhubungan.

Baca juga: Begini yang Harus Dilakukan Jika Kepergok Anak saat Berhubungan Suami Istri

Salim A. Fillah dalam bukunya, “Barakallahu Laka… Bahagianya Merayakan Cinta” tanpa mengurangi penghargaan pada Syaikh Muhammad Umar An Nawawi Al Bantani yang sudah menulis kitab itu, memaparkan bahwa larangan bersuara ketika jima’ nyatanya bertentangan dengan kisah shahih yang menjelaskan praktik generasi Abd bin Humaid meriwayatkan dari Ibnu Mundzir seperti diambil Imam As Suyuthi dlm Ad Durrul Mantsur, bahwa sahabat sekaligus penulis wahyu yang mulia, Mu’awiyah bin Abi Sufyan, pernah suatu kali menjima’ istrinya. Mendadak sang istri mengeluarkan desahan napas dan rintihan yang penuh gairah hingga ia sendiri juga menjadi malu pada suaminya.

Tetapi Muawiyah bin Abi Sufyan berkata, “Tidak apa-apa, tak jadi masalah. Sungguh untuk Allah, yang paling menarik pada diri kalian yaitu desahan napas serta rintihan kalian.”

Senada dengan kisah tersebut, faqihnya sahabat, Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu pernah ditanya tentang hukum rintihan serta desahan waktu berjima’. Beliau menjawab : “Apabila Anda menjima’ istrimu, berbuatlah sesukamu.”

Demikianlah praktik serta fatwa sahabat. Ternyata mereka membolehkan rintihan serta desahan waktu bercinta. Walau demikian, suami-istri butuh memastikan supaya nada mereka waktu bercinta itu tidak sampai terdengar orang lain, termasuk anak-anaknya.

Kesimpulannya, kembali lagi pada Anda, asalkan merintih dengan pasangan yang halal serta tak mengganggu orang lain.

Kasus Air Keras Segera Disidangkan, Pemerintah Pastikan Penegakan Hukum Tegas dan Transparan

April 18, 2026

SLIK Tak Lagi Jadi Hambatan, Rumah Subsidi Kian Terjangkau

April 18, 2026

Kasus Air Keras Segera Disidangkan, Pemerintah Pastikan Penegakan Hukum Tegas dan Transparan

By Kata IndonesiaApril 18, 20260

Kasus Air Keras Segera Disidangkan, Pemerintah Pastikan Penegakan Hukum Tegas dan Transparan Jakarta – Pemerintah…

SLIK Tak Lagi Jadi Hambatan, Rumah Subsidi Kian Terjangkau

By Kata IndonesiaApril 18, 20260

SLIK Tak Lagi Jadi Hambatan, Rumah Subsidi Kian Terjangkau Oleh : Gavin Asadit Pemerintah Indonesia…

Relaksasi SLIK dan Perluasan Akses Rumah Subsidi

By Kata IndonesiaApril 18, 20260

Relaksasi SLIK dan Perluasan Akses Rumah Subsidi Oleh: Citra Kurnia Khudori Relaksasi Sistem Layanan Informasi…

Relaksasi SLIK Permudah Akses Rumah Subsidi bagi Masyarakat

By Kata IndonesiaApril 18, 20260

Relaksasi SLIK Permudah Akses Rumah Subsidi bagi Masyarakat Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.