• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Gaya Hidup»Otomotif»Industri Otomotif Masih Prospektif

Industri Otomotif Masih Prospektif

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 4 November 2022

Industri Otomotif Masih Prospektif

Oleh : Kiara Rahayu

Isu resesi memang memberikan sedikit ancaman di sektor industri maupun investasi, tetapi di Indonesia, Industri otomotif dinilai masih memiliki prospek dan diyakini akan terus tumbuh pada 2023 mendatang.

Ancaman resesi ekonomi global memang berpotensi akan melanda di seluruh dunia pada 2023. Kondisi tersebut sepertinya akan sulit untuk dihindari melihat respons bank sentral dalam rangka meningkatkan upaya untuk menahan inflasi dengan kenaikan suku bunga yang lebih besar.

Kondisi tersebut akan semakin memburuk akibat dari tidak selesainya perang antara Rusia dan Ukraina.

Di tengah tantangan, terjadilah rebound signifikan dari industri otomotif. Padahal, selama pandemi covid-19 industri otomotif diperkirakan mencapai titik terburuk setelah krisis tahun 1998.
Meski demikian industri otomotif dikabarkan akan semakin menggeliat. Pada April 2022, tercatat angka penjualan serta transaksi di Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) Hybrid 2022 menigkat sebanyak 108,35 persen dari penjualan 2021.
Selama 11 hari, pameran tersebut telah berhasil menorehkan transaksi sebanyak Rp 3.435.634.425.990 dengan total penjualan sebanyak 9.634 unit kendaraan. Pencapaian IIMS 2022 tersebut tentu saja memberikan sinyal positig terhadap kebangkitan industri otomotif di Indonesia.
Lonjakan penjualan mobil disebabkan oleh adanya permintaan yang lebih kuat karena aktivitas ekonomi menjadi normal, bahkan ketika diskon pajak mobil secara bertahap ditarik, mencerminkan pertumbuhan yang sehat.
Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menilai, bahwa industri otomotif Indonesia merupakan pasar kendaraan bermotor terbesar di ASEAN. Oleh pemerintah, sektor ini diproyeksikan memiliki prospek menjanjikan di masa mendatang bagi perekonomian nasional.
Tumbuhnya perekonomian tersebut didorong dengan adanya penyerapan tenaga kerja yang tinggi, penggunaan komponen dalam negeri, peningkatan daya tarik investor, serta pengurangan impor pada sektor otomotif dalam negeri.
Prospek menjanjikan industri otomotif tersebut kian diperkuat dengan berbagai capaian seperti wholesales pabrik ke dealer mobil baru pada Juni 2022 tercatat sebanyak 79,1 ribu unit atau tumbuh 8,87 persen (yoy).
Selain itu, sektor industri alat angkutan sendiri juga mengalami pertumbuhan signifikan pada Q2-2022 hingga mencapai sebesar 7,35 persen (yoy) dengan kontribusi terhadap PDB Nasional sebesar 1,36 persen.
Pada kesempatan berbeda, Wakil Menteri BUMN, Pahala Mansury, menyampaikan bahwa sektor otomotif sangat penting bagi visi pemerintah untuk mengurangi emisi gas karbon.
Terlebih Indonesia memiliki potensi untuk menjadi salah satu pemain kunci dalam rantai pasok komponen kendaraan listrik di masa depan. Indoneisia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia.’
Berdasarkan catatan kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi asal Jepang di Indonesia pada tahun 2017 hingga Juni 2022 mencapai 20,86 miliar dolar AS atau setara Rp 312 triliun dan berada pada peringkat kedua negara asal investasi ke Indonesia.
Selama periode 2019-2022 negara di Asia Tenggara telah meneriman foreign direct investment atau investasi asing langsung untuk pengembangan industri kendaraan listrik sebesar 25,57 miliar US Dolar.
Hal ini dilaporkan oleh Sekretariat ASEAN dalam ASEAN Investment Report yang dirilis pada September 2022.
Dalam laporan tersebut menjelaskan, meski pandemi, investor industri otomotif di ASEAN tetap aktif, terutama dalam rantai pasok kendaraan listrik.
Kegiatan investasi mulai dari sektor penambangan dan peleburan nikel, produksi baterai dan kendaraan listrik, serta penelitian dan pengembangan infrastruktur baru.
Adapun selama 2019-2022, aliran investasi asing untuk industri kendaraan listrik di kawasan ASEAN paling banyak masuk ke Indonesia, dengan nilai total mencapai 17,8 miliar US Dolar.
Di urutan setelahnya ada Thailand, Malaysia, Filipina dan Singapura seperti terlihat pada grafik. Sedangkan negara ASEAN lainnya, yaitu Myanmar, Kamboja, Laos, Vietnam dan Brunei Darussalam tidak tercatat menerima aliran investasi asing serupa.
Kementerian Investasi mencapat empat perusahaan raksasa dunia masuk ke dalam ekosistem baterai dan mobil listrik. Investasi tersebut memperkuat rencana pemerintah untuk mendorong hilirisasi nikel dan menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi baterai dan mobil listrik dunia.
Keempat perusahaan raksasa tersebut adalah ; LG Energy Solutions, Contemporary Amperex Technology atau CATL, Foxconn dan British Volt.

Populasi Tanah Air yang mencapai 270 juta jiwa juga menjadi potensi tersendiri untuk kemajuan program percepatan kendaraan listrik. Tidak heran jika pemerintah RI menargetkan hanya akan menjual kendaraan listrik di tahun 2050.
Pada kesempatan berbeda, Direktur Utama Bank Danamon, Yayushi Itagaki, mengatakan bahwa industri otomotif memiliki peranan sangat penting bagi perekonomian nasional.
Sementara itu, Pasca pandemi Covid-19, Selama periode 2019-2022 negara di Asia Tenggara telah meneriman foreign direct investment atau investasi asing langsung untuk pengembangan industri kendaraan listrik sebesar 25,57 miliar US Dolar.
Hal tersebut menunjukkan bahwa di sektor industri otomotif di Indonesia berada dalam kondisi yang sangat baik. Apalagi di Indonesia di mana 270 juta jiwa tersebar di berbagai pulau.

)* Penulis adalah kontributor Persada Institute

 

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.