• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Indonesia Tetap Kondusif, Tak Bisa Disamakan dengan Nepal

Indonesia Tetap Kondusif, Tak Bisa Disamakan dengan Nepal

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 13 September 2025

Indonesia Tetap Kondusif, Tak Bisa Disamakan dengan Nepal

Gelombang protes di Nepal semakin memanas. Ribuan orang kembali memenuhi jalan-jalan di Kathmandu dan membakar gedung parlemen hanya beberapa jam setelah Perdana Menteri KP Sharma Oli mengumumkan pengunduran dirinya.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan ad interim, Sjafrie Sjamsoeddin, mengatakan kondisi Indonesia saat ini tetap aman.

Sjafrie menegaskan pemerintah mengedepankan komunikasi dengan masyarakat sambil menjaga kewaspadaan terhadap potensi aksi di berbagai daerah.

“Kami terus melakukan komunikasi sosial, sambil menjaga kesiapsiagaan baik secara operasional maupun melalui dialog dengan masyarakat di wilayah,” ujarnya.

Sjafrie menambahkan, gagasan para demonstran perlu diserap melalui komunikasi agar terbangun kesamaan pandangan dalam menjaga kedaulatan negara.

Sebagai Ketua Dewan Pertahanan Nasional, ia memastikan kondisi nasional berada dalam keadaan terkendali.

“Saya menjamin wilayah nasional dalam keadaan kondusif,” tegasnya.

Sementara itu, politisi Partai Demokrat Andi Arief turut mengingatkan generasi muda Indonesia untuk tidak meniru tindakan anarkis seperti di Nepal.

Ia menyebut bahwa aksi di Kathmandu hanya menimbulkan kerusakan, sedangkan di Indonesia ada contoh unjuk rasa damai dengan jumlah besar.

“Anak-anak Gen Z jangan meniru gerakan brutal seperti di Nepal. Lebih baik mencontoh aksi 212 yang jutaan orang hadir dengan damai. Apalagi kalau hanya menuntut 17+8,” katanya melalui akun X.

Untuk diketahui, demonstrasi di Indonesia sempat terjadi pada 25 Agustus hingga 1 September 2025.

Meski demikian, situasi di Indonesia tetap dapat dikelola dengan pendekatan persuasif dan berjalan kondusif.

Sebelumnya, mantan Penasihat Ekonomi Utama Pemerintah India, Sanjeev Sanyal, menilai bahwa gerakan mahasiswa di Asia Selatan memiliki pola yang serupa dan mencurigakan.

Sanyal bahkan menarik benang merah antara gejolak di Nepal dengan unjuk rasa di sejumlah negara lain seperti Bangladesh hingga Srilanka. ***

Bantuan Karhutla Diperluas untuk Lindungi Warga dari Kabut Asap

October 28, 2026

Koperasi Merah Putih Memperpendek Rantai Distribusi Pangan

October 28, 2026

Bantuan Karhutla Diperluas untuk Lindungi Warga dari Kabut Asap

By Kata IndonesiaOctober 28, 20260

Bantuan Karhutla Diperluas untuk Lindungi Warga dari Kabut Asap Jakarta – Pemerintah memperluas skala penanganan…

Koperasi Merah Putih Memperpendek Rantai Distribusi Pangan

By Kata IndonesiaOctober 28, 20260

Koperasi Merah Putih Memperpendek Rantai Distribusi Pangan Oleh : Tito Wicaksono Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih…

Koperasi Merah Putih Memperpendek Rantai Distribusi Pangan

By Kata IndonesiaOctober 28, 20260

Koperasi Merah Putih Memperpendek Rantai Distribusi Pangan Oleh : Tito Wicaksono Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih…

Koperasi Merah Putih Dipercepat, Perkuat Distribusi Pangan Nasional

By Kata IndonesiaOctober 28, 20260

Koperasi Merah Putih Dipercepat, Perkuat Distribusi Pangan Nasional Jakarta – Bulog saat ini sedang memperkuat…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.