• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Indonesia Tempatkan 3 Wakil di Grand Final Esport Dunia

Indonesia Tempatkan 3 Wakil di Grand Final Esport Dunia

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 10 December 2022

Indonesia Tempatkan 3 Wakil di Grand Final Esport Dunia

Pertandingan memukau berhasil disajikan Timnas Indonesia dalam kejuaraan IESF 14th World Esports Championship Bali 2022. Pada cabang nomor gim DOTA2, Indonesia berhasil mengalahkan Laos di final lower bracket. Dengan kata lain, saat ini sudah ada tiga wakil Indonesia di tiga nomor gim berbeda yaitu, Mobile Legends: Bang Bang, eFootball, dan DOTA 2

Atas pencapaian tersebut, bendahara Umum Pengurus Besar Esport Indonesia (PB ESI) ujar Liliana Sugiarto, mengaku bangga dengan pencapaian tersebut.

“Keberhasilan ini adalah buah dari hasil kerja serius PB ESI dan banyak pihak, sejak Seleknas, Pelatnas, hingga pada saat kejuaraan dunia berlangsung. Mohon doanya dari seluruh masyarakat Indonesia agar Merah-Putih dapat dikibarkan di puncak tertinggi esports dunia,” ujarnya

Pada babak Grand Final, Timnas Indonesia di nomor gim DOTA 2 akan menantang Filipina yang hingga saat ini ini masih dianggap sebagai tim terkuat. Selain itu, kompetisi ini akan menjadi pertemuan kedua setelah pada laga sebelumnya Indonesia kalah dramatis dari Filipina.

Selain itu, diketahui bahwa Timnas eFootball Indonesia yang diwakili oleh Elga Cahya Putra berhasil mengantongi tiket ke Grand Final setelah berhasil mengalahkan wakil dari Tim Argentina. Pada babak Final Upper Bracket, Timnas mampu mengungguli Argentina dengan skor akhir 2-1.

Setelahnya, baru Argentina akan kembali melakukan pertandingan pada ajang Final Lower Bracket.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Timnas Football sendiri sejauh ini memiliki performa yang sungguh luar biasa dalam ajang IESF Bali 14Th WEC 2022. Bahkan, Timnas terus mengalami kemenangan dan mampu menyingkirkan banyak negara kuat lainnya seperti perwakilan Serbia hingga perwakilan Arab Saudi.

Di nomor gim berbeda, tim CS:GO female harus puas dengan peringkat tiga dunia setelah dikalahkan tim Argentina. Meskipun harus mengubur mimpi untuk tampil di Grand Final untuk merebutkan gelar juara dunia 2022, Tim Nasional Indonesia untuk nomor CS:GO Women layak diacungi jempol.

“Selamat atas prestasi dan perjuangan terbaik yang telah ditunjukkan oleh Tim Nasional CS:GO. Ini adalah prestasi yang sangat membanggakan untuk seluruh Bangsa Indonesia,” ujar Kepala Pelatih Tim Nasional Indonesia yang juga merupakan Wakil Kepala Bidang Atlet, Prestasi dan IT Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) Yohannes P Siagian.

“Semoga dengan prestasi ini, kompetisi CS:GO di Indonesia dapat aktif dan marak kembali,” imbuhnya.

 

Pemerintah Dorong Mangrove Jadi Sumber Ekonomi Hijau dan Lapangan Kerja Baru

July 29, 2026

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

July 29, 2026

Pemerintah Dorong Mangrove Jadi Sumber Ekonomi Hijau dan Lapangan Kerja Baru

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Pemerintah Dorong Mangrove Jadi Sumber Ekonomi Hijau dan Lapangan Kerja Baru Bali – Menteri Lingkungan…

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan teknologi digital telah…

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital 

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital  Oleh : Gavin Asadit Perkembangan teknologi digital telah membawa banyak manfaat bagi masyarakat, mulai dari kemudahan akses informasi hingga percepatan transformasi ekonomi. Namun, di balik berbagai peluang tersebut, ruang siber juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran paham radikal, propaganda ekstremisme, rekrutmen anggota kelompok teror, hingga pendanaan terorisme melalui platform digital. Pemerintah memandang ancaman tersebut sebagai bentuk baru terorisme yang membutuhkan pendekatan penanganan yang lebih adaptif dan kolaboratif. Oleh karena itu, sepanjang 2026 pemerintah terus memperkuat strategi nasional dalam menghadapi terorisme digital melalui sinergi antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), aparat penegak hukum, penyelenggara platform digital, serta masyarakat. Perubahan pola penyebaran paham radikal menjadi perhatian serius pemerintah. Jika sebelumnya proses radikalisasi banyak berlangsung melalui pertemuan langsung, kini media sosial, aplikasi percakapan, forum daring, hingga berbagai platform digital menjadi sarana utama penyebaran propaganda. Laporan tren terorisme yang dipublikasikan BNPT bersama UNDP menunjukkan bahwa sebagian pelaku tindak pidana terorisme dalam beberapa tahun terakhir pertama kali terpapar konten ekstremis melalui internet, bahkan terdapat pelaku yang seluruh aktivitas radikalisasinya berlangsung di ruang digital. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa ancaman terorisme kini semakin bergeser ke ranah siber sehingga strategi pencegahan harus ikut bertransformasi dengan memperkuat literasi digital, pengawasan ruang siber, serta ketahanan masyarakat terhadap propaganda ekstremisme. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono, menegaskan bahwa pencegahan terorisme tidak lagi hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga harus mengedepankan upaya preventif melalui penguatan ketahanan masyarakat di ruang digital. Menurutnya, BNPT terus memperkuat strategi kontra narasi, meningkatkan kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait, serta memperluas edukasi kepada generasi muda agar mampu mengenali dan menolak berbagai bentuk propaganda ekstremisme yang beredar melalui internet. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci karena ancaman digital berkembang sangat cepat dan tidak mengenal batas wilayah. Sejalan dengan penguatan strategi pencegahan, pemerintah juga memperkuat tata kelola ruang digital melalui berbagai regulasi dan kebijakan. Kementerian Komunikasi dan Digital terus meningkatkan kerja sama dengan BNPT dalam mempersempit ruang gerak penyebaran konten radikal, termasuk melalui implementasi kebijakan perlindungan anak di ruang digital dan peningkatan pengawasan terhadap platform digital. Pemerintah menilai bahwa ruang digital yang sehat harus dibangun melalui keseimbangan antara perlindungan kebebasan berekspresi dan perlindungan masyarakat dari konten yang mengandung unsur radikalisme, kekerasan, maupun propaganda terorisme. Pendekatan tersebut dilakukan secara bertahap melalui penguatan sistem pengawasan, peningkatan literasi digital, serta koordinasi dengan penyelenggara platform digital nasional maupun global. …

Terorisme Digital Makin Adaptif, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pencegahan Ekstremisme

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Terorisme Digital Makin Adaptif, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pencegahan Ekstremisme Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.