• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Indonesia Mengalami Kemajuan Dalam Menangani Covid-19

Indonesia Mengalami Kemajuan Dalam Menangani Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 24 November 2020

Oleh : Derry Pranandia

Corona masih belum hilang dari Indonesia namun sudah ada kemajuan dalam mengatasinya. Jumlah pasien corona menurun dan tingkat penularannya mulai merendah. Progress positif ini menunjukkan kerja keras pemerintah, tim satgas covid, dan para tenaga kesehatan yang sudah bekerja keras dalam melawan corona.

Ada kabar positif di tengah pandemi covid-19, ketika 1 tower di RS Darurat Wisma Atlet kosong. Padahal dulu di sana sangat penuh dengan pasien dan bahkan ada yang ditolak. Namun kini perlahan surut. Kabar ini bagaikan air yang memberi kesejukan di gurun, karena berarti banyak pasien corona yang sembuh dan jumlah orang yang tertular berkurang.

Baca juga: Keren, Garuda Indonesia Jadi Maskapai dengan Protokol Kesehatan Terbaik di Dunia

Menurut Mayjen TNI dokter Tugas Ratmono, koordinator RS Darurat Wisma Atlet, memang ada tower yang kosong di sana. Jumlah pasien yang diisolasi masih cukup menempati tower nomor 5. Oktober lalu, jumlah pasien gejala ringan sedang adalah 44%, dan akhirnya turun jadi 36% hanya dalam waktu sebulan. Sementara orang tanpa gejala juga turun dar 23% ke 17%.

Penurunan jumlah pasien ini amat melegakan karena kurva corona akan segera melandai dan diharap penyakit ini benar-benar pergi dari Indonesia. Berarti kita sudah melewati puncak kurva alias masa kritis akibat banyak-banyaknya pasien covid-19. Hal ini menunjukkan kerja keras tenaga medis dan tim satgas covid yang bekerja sama melawan corona.

Dalam masa pandemi, para dokter dan tenaga kesehatan lain berani menghadapi pasien corona, padahal mereka sangat beresiko tinggi untuk tertular. Saat ini tercatat sudah ada 136 dokter yang syahid dan mengorbankan nyawanya demi keselamatan pasien. Mereka juga berkorban perasaan dengan menghindari kontak dengan keluarga, agar tak menularkan corona.

Saat jumlah pasien menurun, maka yang pihak lain yang juga diapresiasi adalah tim satgas covid. Mereka terjun langsung untuk menjemput OTG dan dibaw ke Rumah Sakit, serta juga beresiko tertular corona. Tim satgas memang bukan nakes tapi mereka sanagt sigap untuk membantu pelaksanaan tes rapid dan penelusuran (tracking) orang yang berkontak dengan OTG.

Meski jumlah pasien corona menurun dan sebentar lagi vaksin dibagikan oleh pemerintah, namun kita tidak boleh lengah sedetikpun. Jangan malah lupa pakai masker. Ingat pesan ibu untuk melaksanakan 3M, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Ditambah lagi menghindari kerumunan dan ruang penuh yang ber-AC, karena corona menular lewat udara.

Jangan malah teledor dan melepas masker seenaknya sendiri. Atau mengenakan masker medis berulang kali. Masyarakat perlu diedukasi lagi tentang jenis masker, karena masker bedah hanya sekali pakai. Sebelum membuangnya juga wajib disobek agar tak dipakai oleh orang lain.

Jangan pula pakai masker jenis scuba dan buff walau harganya sangat murah, karena 2 jenis ini tak efektif dalam menahan droplet. Selain itu, saat sudah pakai face shield tetap kenakan masker demi alasan keamanan. Waspada juga saat makan karena harus melepas masker, jadi hindari dine in di restoran untuk sementara waktu.

Menurunnya jumlah pasien corona adalah harapan baru dan kita semua berharap pandemi segera berakhir. Ketika vaksin sudah disuntikkan dan herd immunity berjalan, maka status darurat bisa dicabut. Sekolah akan dibuka lagi dan kehidupan berjalan normal kembali. kita patut bersyukur keadaan bisa pulih di masa adaptasi kebiasaan baru walau belum 100%.

Ketika makin sedikit orang yang terkena corona, maka kita wajib mengapresiasi para tenaga medis yang bagai berjuang di medan perang. Langkah lain untuk mengapresasi mereka adalah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan ingat pesan ibu untuk lakukan 3M. Semoga jumlah pasien benar-benar menurun jadi 0 dan pandemi yang mengerikan ini lekas berakhir.

Penulis adalah kontributor Milenial Muslim Bersatu Jakarta

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

August 27, 2026

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

August 27, 2026

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat…

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi Jakarta – Pemerintah terus…

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih INDRAMAYU — Pemerintah terus mematangkan pembangunan…

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG Oleh : Irfan Aditya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kecukupan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Dengan cakupan penerima manfaat yang terus bertambah di berbagai daerah, pemerintah menyadari bahwa pelaksanaan program berskala nasional ini harus diiringi dengan standar kualitas yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai kritik dan masukan dari masyarakat dipandang sebagai bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan agar manfaat MBG dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima. Dalam setiap kebijakan publik, kritik merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang perlu diapresiasi. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada perencanaan yang baik, tetapi juga pada kemampuan melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Masukan mengenai kualitas makanan, ketepatan distribusi, kebersihan dapur, maupun pelayanan di lapangan menjadi indikator penting untuk memperbaiki sistem yang sudah berjalan. Pendekatan yang terbuka terhadap kritik menunjukkan bahwa pemerintah mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama pemerintahan. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memperoleh akses terhadap makanan yang sehat, aman, dan bergizi. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa pelaksanaan program harus terus dievaluasi agar kualitas layanan tetap terjaga sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul selama implementasi. Komitmen pemerintah dalam menerima kritik juga tercermin dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Menurutnya, evaluasi merupakan bagian dari proses memperkuat tata kelola program sehingga seluruh rantai penyediaan pangan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyajian makanan, dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Pandangan senada disampaikan oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, yang menilai pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis harus terus diperkuat seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat. Menurutnya, DPR RI mendukung penuh keberlanjutan program tersebut, namun pelaksanaannya harus disertai pengawasan yang ketat agar setiap makanan yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Pihaknya juga menekankan bahwa kritik dari masyarakat hendaknya dijadikan bahan evaluasi bersama sehingga pemerintah dapat melakukan perbaikan secara cepat dan tepat tanpa mengurangi tujuan utama program.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.