• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Internasional»Indonesia Dorong Peran G20 dalam Menyelesaikan Polycrisis Dunia

Indonesia Dorong Peran G20 dalam Menyelesaikan Polycrisis Dunia

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 8 September 2022

Indonesia Dorong Peran G20 dalam Menyelesaikan Polycrisis Dunia

Oleh : Edward Harahap

Peran dari adanya forum KTT G20 dalam upaya menyelesaikan polycrisis yang sedang terjadi di dunia ternyata sangatlah besar, pasalnya di sana Indonesia selaku Presidensi akan terus mendorong seluruh negara bisa bersama menyatukan kekuatan dan bangkit bersama-sama.

Krisis yang terjadi belakangan secara menyeluruh di dunia ini terkesan terus menerus bergantian terjadi, mulai dari adanya krisis akibat pandemi Covid-19, lalu merembet ke krisis pangan, termasuk juga diperparah dengan krisis energi yang terjadi karena konflik antara Rusia dan Ukraina hingga krisis keuangan lantaran normalisasi kebijakan moneter dari negara maju.

Seluruh krisis tersebut terjadi dan saling bersinggungan satu sama lain atau terjadi secara simultan sehingga memang banyak pengamat yang menyatakan kalau sekarang dunia sedang mengalami ‘polycrisis’.

Maka dari itu memang sangat penting bagi negara-negara mampu untuk bisa bersatu dan bangkit secara bersama-sama dengan meninggalkan segala macam perbedaan kepentingan demi menyelamatkan dunia.

Peran dari KTT G20, utamanya Indonesia yang menjadi presidensi di dalamnya menjadi sangatlah penting dan menentukan dalam hal tersebut. Bagaimana tidak, pasalnya forum itu diisi oleh negara-negara yang menguasai sekitar 80 persen perekonomian dunia sehingga tentu segala pembahasan dan kebijakan yang lahir darinya akan sangat berdampak. G20 beranggotakan Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Korea Selatan, Rusia, Perancis, China, Turki dan Uni Eropa.
Terkait hal tersebut, Presiden RI, Joko Widodo menyampaikan bahwa dirinya sangat menginginkan G20 menjadi relevan bagi seluruh dunia di masa-masa sulit seperti sekarang ini, bahkan bukan hanya bermanfaat bagi anggota-anggota G20 saja. Maka sebagai presidensi G20, Indonesia sangatlah berkesempatan untuk bisa memastikan kepentingan rakyat Indonesia didengar oleh seluruh dunia.
Selain itu, sebagai tuan rumah, Indonesia sendiri juga dapat mengusulkan isu dan memimpin dialog yang sesuai dengan tujuan bangsa ini. Setidaknya terdapat tiga isu yang diusung Indonesia dalam Presidensi G20, yakni arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi digital hingga transisi energi. Pengangkatan ketiga isu tersebut dikerenakan Presiden Jokowi sangat menginginkan untuk bisa berkontribusi melalui G20 dengan jauh lebih besar bagi pemulihan ekonomi dunia serta memiliki ambisi untuk dapat membangun tata kelola dunia yang lebih sehat, lebih adil dan lebih berkelanjutan sesuai kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Olej karena itu tema besar yang diusung oleh Presidensi G20 Indonesia adalah recover stronger, recover together. Dalam suatu kesempatan pada forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Presiden Jokowi juga pernah menekankan bahwa memang inklusivitas adalah prioritas utama kepemimpinan Indonesia dalam G20.
Inklusivitas tersebut juga menjadi sebuah komitmen tegas dari Indonesia sendiri untuk bisa membuktikan no one left behind atau semua negara jangan sampai ada yang tertinggal sehingga seluruhnya bisa maju secara bersama-sama, terutama dalam mengatasi Covid-19 dan pemulihan ekonomi global.
Lebih lanjut, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa Indonesia akan terus berupaya agar G20 dapat bekerja untuk kepentingan semua negara termasuk untuk negara maju dan berkembang, negara Utara dan Selatan, negara besar dan kecil, negara kepulauan dan pulau kecil seperti di Pasifik serta kelompok rentan yang memang harus diprioritaskan.
Untuk itu, dengan mengusung semangat bangkit bersama tersebut, maka Indonesia juga mengundang negara-negara kepulauan kecil yakni Komunitas Karibia dan Forum Kepulauan Pasifik di G20. Selain itu Indonesia juga menyampaikan komitmen seriusnya untuk mengundang Uni Afrika dalam G20 bahkan keikutsertaan negara-negara kepulauan kecil dan Uni Afrika tersebut merupakan yang pertama kalinya dalam sejarah G20.
Upaya untuk melibatkan negara kepulauan dan negara-negara sahabat di Benua Afrika memang bukanlah tanpa alasan. Pasalnya memang konflik militer yang terjadi di Rusia dan Ukraina telah meningkatkan harga pangan, seperti untuk komoditas biji-bijian, pupuk dan energi sehingga menyebabkan adanya efek berantai ekonomi yang lebih memperburuk krisis dan mempengaruhi banyak negara-negara di dunia termasuk Ethiopia, Kenya dan Somalia.
Di sisi lain, banyak pula negara-negara dari Ghana hingga Zambia yang sebenarnya telah meminta bantuan IMF untuk memperbaiki utang mereka seperti pada laporan data dari Bloomberg. Maka memang sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa suara dari setiap negara yang merasakan imbas ketidakpastian global saat ini sangatlah penting untuk bisa didengar di Forum G20.
Masih terkait dengan upaya pengendalian serta penanganan pandemi Covid-19, Indonesia sendiri juga tak berhenti untuk terus menyuarakan ketersediaan vaksin Covid-19 bagi seluruh negara tanpa adanya ketimpangan. Berbagai hal tersebut terus dilakukan karena memang Indonesia adalah selaku Presidensi G20 sehingga menjadi ujung tombak dari solusi permasalahan global.
Peran KTT G20 bagi Indonesia sebagai Presidensi di dalamnya sangatlah penting dan banyak pihak yang menitipkan permasalahan mereka untuk bisa segera diatasi, terutama di era polycrisis dunia seperti sekarang ini sehingga semua negara harus bergabung dan meningkatkan inklusivitas bersama-sama.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

June 26, 2026

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

June 26, 2026

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap Jakarta – Pemerintah bergerak cepat…

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi Jakarta – Pemerintah mengimbau…

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme Oleh: Ethan Shabir Uttara…

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner 

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner  Oleh: Samuel Harbi  Demokrasi Indonesia menempatkan kritik publik sebagai bagian penting dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan derasnya arus informasi, kritik tidak cukup hanya bersifat reaktif, melainkan perlu didasarkan pada fakta, objektivitas, dan orientasi perbaikan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menilai demonstrasi mahasiswa merupakan fenomena yang wajar dalam setiap era pemerintahan. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja negara perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan capaian yang telah dihasilkan. Di tengah berbagai agenda strategis yang sedang dijalankan, pemerintah menunjukkan komitmen melalui penguatan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ruang demokrasi perlu diisi dengan kritik yang konstruktif agar evaluasi terhadap negara tetap berpijak pada fakta, bukan semata persepsi atau sentimen sesaat. Komitmen pemberantasan korupsi ini berjalan beriringan dengan penataan regulasi komoditas guna membendung intervensi internasional yang merugikan kepentingan domestik. Kebijakan ketat untuk melarang praktik penentuan harga ekspor yang terlalu rendah diterapkan agar seluruh margin keuntungan tercatat secara transparan demi kemaslahatan masyarakat. Langkah sistemis ini sejalan dengan aspirasi kalangan akademis. Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, menegaskan perlunya dorongan bersama terhadap pengesahan regulasi yang mampu memiskinkan koruptor serta merampas aset mereka untuk dikembalikan kepada rakyat. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara orientasi penegakan hukum pemerintah dan ekspektasi moral mahasiswa dalam membersihkan tata kelola negara. Selain penegakan hukum, fokus utama pemerintah terletak pada agenda pengentasan kemiskinan melalui program inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan melalui ekosistem pasokan pangan lokal yang melibatkan para peternak dan petani setempat. Meskipun menghadapi tantangan logistik, manajemen program terus dievaluasi secara radikal, termasuk penerapan moratorium penambahan fasilitas dapur baru demi menjaga kualitas dan efisiensi anggaran negara. Sifat program yang fleksibel dan terbuka terhadap kritik terlihat dari kebebasan institusi pendidikan untuk menentukan partisipasi mereka, mencerminkan kepemimpinan yang akomodatif dan senantiasa menerima perbaikan bersama. Di sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda terwujud melalui penyediaan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mencapai belasan triliun rupiah untuk menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Selain itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dalam skala puluhan ribu unit per tahun dengan skema penyaluran dana langsung ke pihak sekolah demi mempercepat pembangunan. Langkah mendirikan sekolah rakyat khusus bagi anak-anak dari lapisan sosial terendah mempertegas keyakinan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Seluruh intervensi kebijakan ini membuktikan bahwa negara sedang bekerja keras mengurai benang kusut kemiskinan terstruktur yang diwariskan dari masa lalu. Melihat keseriusan agenda kerja pemerintah yang terbilang masih di awal periode, gerakan mahasiswa seyogianya memberikan kesempatan yang proporsional bagi eksekutif untuk merealisasikan target capaian. Ketua Umum GM FKPPI, Sandi Mandela Simanjuntak, mengingatkan agar elemen mahasiswa tidak memposisikan diri sebagai hakim yang sekadar menjatuhkan vonis, melainkan bertindak secara elegan melalui argumen terbuka dan kajian mendalam. Suara yang paling keras di jalanan belum tentu membawa kebenaran mutlak apabila tidak disertai dengan tawaran solusi yang konkret. Ketika unjuk rasa bergeser menjadi tindakan reaksioner yang sekadar ikut-ikutan tanpa basis data yang valid, substansi permasalahan justru menjadi kabur dan rentan dimanfaatkan oleh agenda terselubung yang merugikan persatuan bangsa.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.