• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Internasional»Indonesia Dan Vietnam Sejalan Terkait Komitmen Net Zero Dalam IPU ke – 144

Indonesia Dan Vietnam Sejalan Terkait Komitmen Net Zero Dalam IPU ke – 144

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 24 March 2022

Indonesia Dan Vietnam Sejalan Terkait Komitmen Net Zero Dalam IPU ke – 144

Parlemen Indonesia meyakinkan para delegasi parlemen negara-negara lain untuk terus memantau pelaksanaan net-zero. Delegasi IPU dari Vietnam turut menyampaikan dukungan melalui paparan terkait upaya yang harus dilakukan untuk segera mencapai komitmen net-zero tersebut.

Permasalahan terkait iklim merupakan isu global yang sangat penting karena menyangkut keselamatan dunia dan keberlangsungan hidup manusia. Perubahan iklim yang berubah menjadi darurat global akan menjadi ancaman bagi banyak jiwa.

Pada Konferensi Iklim ke -26 atau COP26 di Inggris, yang juga dihadiri Indonesia, 90% negara-negara menyatakan akan mencapai nol bersih emisi atau net zero emission, sebagai mandate dari Perjanjian Paris 2015. Oleh sebab itu, agar suatu negara bisa mencapai net- zero maka harus dikawal oleh pemerintah dan parlemen.

Selain itu, setiap regulasi yang dibuat harus mencakup hal-hal transparansi, akuntabilitas, inklusivitas, serta harus memperhatikan setiap dampak kepada masyarakat terhadap proyek net-zero tersebut.

Untuk diketahui, COP26 adalah singkatan dari Conference of the Parties ke-26 atau diartikan sebagai Pertemuan Para Pihak. Pada 2021, COP26 digelar di Glasgow, Skoltlandia, Inggris Raya. Dalam COP26 dilakukan evaluasi hasil dari Paris Accord atau Persetujuan Iklim Paris 2015 lalu.

Ternyata, sejalan dengan Indonesia, Vietnam mengusulkan lima langkah untuk mencapai target net zero dalam rapat pleno Majelis Umum IPU yang berlangsung Nusa Dua Bali.

Ketua Delegasi Vietnam untuk IPU-144, Vu Hai H, mengatakan bahwa pertama parlemen negara-negara harus meminta pemerintah untuk melakukan kebijakan adaptasi perubahan iklim secara lebih kuat dan efektif seiring dengan Perjanjian Paris dan membangun peta jalan untuk realisasi target net-zero yang yang dilakukan pada Konferensi Perubahan Iklim ke 26 (COP26) serta mengintensifkan pengawasan terhadap pelaksanaan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya Tujuan 13 aksi Iklim.

Kedua, parlemen harus memperkuat kerjasama atas dasar keadilan dan tanggung jawab, dengan mempertimbangkan kapasitas dan kondisi masing-masing negara, terutama kerjasama antara parlemen anggota IPU. IPU dan organisasi internasional diharapkan agar mengumpulkan sumber daya, berbagi pengalaman dan memberikan bantuan teknis dan keuangan.

Ketiga, parlemen perlu mendukung pembuatan undang-undang, mengkaji, mengamandemen undang-undang dan mengalokasikan anggaran untuk memastikan realisasi komitmen iklim negara mereka, pengurangan emisi Gas Rumah Kaca atau GRK dan target net-zero sesuai dengan kapasitas dan tingkat pembangunan di masing-masing negara.
Keempat, IPU harus bekerja dengan PBB tentang Perubahan Iklim untuk membangun mekanisme pengawasan dan berbagi informasi, pengalaman dan model yang efisien dalam melaksanakan komitmen.

Sedangkan yang kelima, anggota parlemen perlu menegakkan peran mereka dalam berhubungan dengan masyarakat dan meningkatkan kesadaran masyarakat dan bisnis tentang peluang dan manfaat jangka panjang dalam terlibat dalam inisiatif global pengurangan GRK; mendorong pengembangan kemitraan publik-swasta, dan mempromosikan upaya dan kreativitas perusahaan serta dukungan dan tindakan masyarakat.

Indonesia bersama dengan Vietnam dan negara-negara lain anggota IPU, juga berharap agar mendapat dukungan dan kerjasama dari mitra internasional terkait program, proyek investasi adaptasi perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Para delegasi IPU ke -144 Bali, menyatakan komitmennya untuk bisa mengawal keputusan hasil siding, sehingga implementasi di lapangan dapat terwujud.

( Marie Apituley – Pengamat Ekonomi Politik / Program Director Salah Satu Radio Komunitas Indonesia Timur )

 

 

 

Mengapresiasi Peran TNI, dari Evakuasi hingga Pemulihan Bencana

October 3, 2026

Mengapresiasi Peran Yonif TP dalam Pertahanan dan Pembangunan Ekonomi Daerah

October 3, 2026

Mengapresiasi Peran TNI, dari Evakuasi hingga Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Mengapresiasi Peran TNI, dari Evakuasi hingga Pemulihan Bencana Oleh : Rahmat Prawira Indonesia merupakan negara…

Mengapresiasi Peran Yonif TP dalam Pertahanan dan Pembangunan Ekonomi Daerah

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Mengapresiasi Peran Yonif TP dalam Pertahanan dan Pembangunan Ekonomi Daerah  Oleh: Syahrul Fahrozi Langkah pemerintah dalam meluncurkan serta mereorganisasi pilar pertahanan melalui Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) merupakan terobosan strategis yang amat penting dan patut diapresiasi. Kebijakan visioner ini menegaskan komitmen nyata dalam menghadirkan instrumen pertahanan nasional yang tidak hanya berfokus pada fungsi kedaulatan militer semata, melainkan juga bertindak sebagai motor penggerak utama pembangunan ekonomi di tingkat daerah. Konsep pertahanan negara yang ideal dan komprehensif sejatinya tidak pernah berdiri terisolasi dari kondisi sosial-ekonomi masyarakat di sekitarnya. Melalui pengembangan kekuatan pertahanan ini, keberadaan benteng keamanan di berbagai penjuru nusantara diintegrasikan secara presisi guna menjawab dua tantangan utama bangsa secara simultan, yaitu memperkuat ketahanan nasional sekaligus mengakselerasi peningkatan kesejahteraan rakyat. Inovasi kebijakan pada struktur militer ini memperlihatkan keunggulan, di mana setiap prajurit dibekali kualifikasi tempur infanteri yang handal sekaligus kapabilitas teritorial pembangunan yang adaptif. Selain wajib menguasai kemampuan taktis mendasar seperti menembak, beladiri, dan patroli wilayah, para prajurit disiapkan secara terstruktur dalam kompi-kompi khusus yang mencakup bidang produksi pertanian, peternakan, perikanan, konstruksi zeni, hingga pelayanan kesehatan masyarakat. Pembagian fungsi yang spesifik ini memungkinkan pangkalan militer berkontribusi langsung pada perbaikan sarana dan fasilitas umum masyarakat, seperti pembenahan akses jalan dan jembatan, pengolahan lahan-lahan kritis menjadi lahan produktif, serta penyediaan sarana pelayanan kesehatan warga secara berkala. Skema ini membuktikan bahwa pembaharuan Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta dapat diimplementasikan secara konkret dan memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dari perspektif pertumbuhan ekonomi daerah, penempatan satuan teritorial berkapasitas besar di berbagai wilayah memberikan dampak pengganda yang sangat signifikan terhadap roda perekonomian lokal. Kehadiran ribuan prajurit beserta keluarga yang bermukim di sekitar pangkalan secara otomatis menumbuhkan ceruk pasar baru yang sangat potensial. Permintaan akan pasokan kebutuhan pokok harian, komoditas pangan lokal, hingga ketersediaan jasa pendidikan dan sarana perumahan terbukti menstimulasi daya beli warga secara luas. Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah serta pedagang di pasar-pasar tradisional mendapatkan kepastian keterserapan produk yang berkelanjutan. Penataan kembali fokus pangkalan militer ini secara efektif dan efisien berhasil mengubah kawasan di sekitarnya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mengurangi tingkat ketimpangan pembangunan antarwilayah. Keberhasilan dalam mengimplementasikan agenda strategis pemerintah ini juga sangat bertumpu pada kuatnya sinergi antara instrumen militer, pemerintah daerah, dan segenap komponen masyarakat setempat. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa keberadaan Yonif TP ditujukan untuk senantiasa menyatu dengan rakyat, menghadirkan rasa aman secara berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan wilayah. Penempatan pangkalan militer di area-area strategis, seperti kawasan pesisir maupun wilayah batas terluar, ditargetkan untuk melindungi kekayaan sumber daya alam lokal sekaligus mendukung stabilitas kawasan ekonomi dan objek pariwisata daerah. Selain itu, pengalokasian patroli rutin berkala dan pengaktifan kembali Sistem Keamanan Lingkungan bersama warga menjadi langkah nyata dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi masuknya investasi serta keberlangsungan usaha warga. Dukungan penuh yang ditunjukkan oleh jajaran pemerintah daerah turut mempercepat pencapaian target penyiapan satuan teritorial ini secara optimal. Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan bahwa keberadaan Yonif TP di wilayahnya memberikan dampak positif yang nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memberdayakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah setempat. Apresiasi senada juga diutarakan oleh Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, yang menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerah untuk menyinergikan berbagai program pembangunan daerah, khususnya pada sektor pertanian, peternakan, dan pelayanan kesehatan masyarakat, dengan fungsi teritorial militer. Kolaborasi lintas sektor yang terstruktur ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi yang terarah sanggup mempercepat pencapaian target-target pembangunan nasional secara inklusif. Dampak positif dari integrasi fungsi pertahanan dan pembangunan ini juga menjangkau hingga ke wilayah Indonesia bagian timur. Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko menjelaskan bahwa penempatan satuan berkapasitas lebih dari seribu personel di wilayah Maluku secara langsung menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal. Kebutuhan harian para prajurit dan keluarganya terbukti mendorong peningkatan daya beli, memperbaiki kualitas serta aksesibilitas layanan pendidikan, serta memperkuat program ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi lahan-lahan pertanian yang dikelola bersama. Pendekatan terpadu ini menciptakan kemandirian pangan di tingkat lokal sekaligus mempererat hubungan kemanunggalan antara tentara dan rakyat dalam bingkai pembangunan wilayah secara berkelanjutan. Kehadiran dan penyebaran Yonif TP di berbagai daerah membuktikan secara nyata bahwa stabilitas keamanan nasional dan pertumbuhan ekonomi daerah merupakan dua pilar utama yang saling melengkapi dan menguatkan satu sama lain. Dengan terus menjaga keharmonisan sinergi antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat, agenda strategis ini akan menjadi fondasi yang kokoh dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan sejahtera di masa depan.…

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Apresiasi Penguatan Pertahanan, Selamat HUT ke-81 TNI

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Apresiasi Penguatan Pertahanan, Selamat HUT ke-81 TNI Oleh: Indah Prameswari Memasuki dua…

Pemerintah Dorong BPJS Kesehatan Melayani Rakyat dengan Bermartabat

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Pemerintah Dorong BPJS Kesehatan Melayani Rakyat dengan Bermartabat Oleh : Aditya Anggara Pelayanan kesehatan merupakan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.