• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Homeschooling Eksklusif Rentan Terpapar Radikalisme

Homeschooling Eksklusif Rentan Terpapar Radikalisme

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 13 December 2019

Oleh: Edi Jatmiko

Kegiatan belajar mengajar pada homeschooling dinilai cukup rentan terpapar radikalisme. Hal ini mencuat pasca terjadinya Bom bunuh diri di Jawa Timur yang melibatkan anak sebagai pelakunya. Diduga, orang tua memberlakukan homeschooling agar sang anak mampu dikendalikan.

Basis Pendidikan anak sebetulnya ada pada orang tua. Semua yang berhubungan dengan buah hati tentunya akan dipilih secara maksimal. Hal ini akan memegang peranan atas tumbuh kembang anak termasuk pola pikir. Rentannya homeschooling yang dipilih orang tua guna mendidik anak kini mulai mencuat, pasca terjadinya bom bunuh diri di Jawa Timur beberapa waktu lalu yang melibatkan anak sebagai pelakunya. Kegiatan indoktrinasi pelaku bom termasuk memilihkan homseschooling untuk akses pendidikan sang anak dinilai rentan radikalisme. Pelaku Seolah tak ingin anaknya terpengaruh dunia luar atau takut tak menuruti perintah orang tua.

Homeschooling sebenarnya hampir sama dengan sekolah-sekolah pada umumnya. Hanya saja, pada program Homeschooling ini kemungkinan orang tua akan lebih mudah memantau serta memberikan pengarahan. Jika Homeschooling pada umumnya mempekerjakan guru dari luar, sementara homeschooling yang dinilai mudah terpapar radikalisme ini seringkali diampu oleh orang tua sendiri. Sehingga potensi untuk memasukkan paham-paham yang menyimpang menjadi lebih besar.
Coba kita lihat, tumbuh kembang anak yang bersekolah disekolah umum dan homeschooling, tentunya akan sangat berbeda. Bagaimana cara mereka berkomunikasi, cara bergaul hingga menilai suatu masalah termasuk anak pelaku radikalisme ini biasanya cenderung menutup diri dalam bersosialisasi. Parahnya anak-anak pelaku radikalisme ini sengaja dicetak menjadi kloning pelaku paham radikal.

Sebelumnya, Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta menyatakan bahwa proses pembelajaran homeschooling (HS) rentan terhadap penyebaran paham radikalisme. Hal ini didasarkan atas pembelajaran yang fleksibel, penjauhan anak-anak dari nilai-nilai umum, serta longgarnya pengawasan pemerintah menjadi celah guna menyuburkan transfer ilmu agama secara radikal.

Arif Subhan selaku Koordinator Peneliti PPIM UIN Jakarta menuturkan, hasil penelitiannya bukan lantas menggeneralisasi bahwa HS ini radikal, namun tetap berpotensi menyuburkan paham radikalisme. Dari sebanyak 56 sampel HS yang tersebar di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Bandung, Surabaya, Solo , Makassar, dan Padang, terdapat sekitar lima HS yang terindikasi telah terpapar radikalisme. Bahkan, Kelimanya merupakan HS yang memiliki basis ajaran Islam yang bersifat eksklusif (spesial).
Jika dilihat dari Permendikbud 129/2014, praktik HS terbagi menjadi dua. Pertama yaitu, HS yang menempatkan orang tua sebagai guru. Kedua, orang tua mengikutsertakan anaknya di komunitas HS atau mengundang guru ke rumah guna mengajar. HS sendiri biasanya diberikan merujuk pada kebutuhan anak, orang tua, maupun ajaran agama.

Kelompok HS yang mempunyai dasar ajaran Islam memaknai ibu adalah sekolah yang utama. Mereka mempercayai model pendidikan al-salaf al-shalih (kaum salaf) merupakan pendidikan yang ideal bagi muslim. Yakni, Menanamkan tauhid dan baca tulis Alquran seperti yang dipraktikkan pada zaman Nabi Muhammad SAW dan juga para sahabat. Motivasinya ialah dengan memberikan pendidikan agama, khususnya akidah yang benar dan kuat.
Sementara itu, Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, turut mewaspadai keterlibatan anak dalam aksi terorisme sebagai modus baru dengan cara mendoktrin anak secara terus-menerus oleh pelaku. Arist menambahkan bahwa usia anak-anak ini memang dinilai sangat rawan serta mudah untuk dipengaruhi sebab mereka masih memasuki usia yang sangat peka dan sensitif.

Berkenaan dengan anak-anak pelaku teror bom bunuh diri di wilayah Jawa Timur ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengaku sulit untuk memantau penyebaran paham radikalisme yang berpotensi akan menyebar melalui sekolah informal, khususnya sekolah rumahan atau homeschooling tunggal yang diadakan oleh orang tua dalam lingkup satu keluarga.
Harris Iskandar selaku Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud tak memungkiri bahwa homeschooling tunggal mungkin menjadi sarana baru bagi orang tua mengajarkan radikalisme pada anak mereka.

Pendidikan memang sangat berperan penting dalam proses pembentukan karakter seorang anak. Dari pendidikan anak akan terarah untuk memilih jalan yang mereka yakini benar sesuai ajaran atas pendidikan yang mereka dapatkan. Yang dikhawatirkan ialah jika cara mendidik dengan beragam doktrin-doktrin yang salah dan menyimpang tentunya akan membuat anak makin terjerumus kedalam pemikiran yang salah. Maka dari itu pemerintah mewanti-wanti agar dapat selektif dalam memilih sarana pendidikan. Apalagi pemerintah tidak pernah mendapatkan data lengkap terkait homeschooling ini.

Danantara Perkuat Investasi untuk Pembangunan Nasional

August 22, 2026

Danantara Perkuat Investasi Strategis untuk Pembangunan Nasional

August 22, 2026

Danantara Perkuat Investasi untuk Pembangunan Nasional

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Danantara Perkuat Investasi untuk Pembangunan Nasional  Oleh: Ricky Rinaldi Pemerintah terus memperkuat transformasi ekonomi nasional dengan menempatkan investasi sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan jangka panjang. Dalam arah kebijakan menuju 2027, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memperoleh peran strategis sebagai instrumen untuk mengoptimalkan aset negara, memperkuat investasi, dan mendorong pembangunan sektor-sektor strategis. Kehadiran Danantara menunjukkan upaya pemerintah membangun sumber pertumbuhan baru yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi tersebut dalam penyampaian Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2027 beserta Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada 14 Agustus 2026 lalu. Presiden menyebut Danantara sebagai dana kedaulatan yang harus menjadi instrumen untuk membangun kapasitas bangsa dalam jangka panjang. Danantara karena itu diarahkan bukan sekadar sebagai pengelola aset negara, melainkan sebagai bagian dari strategi investasi dan pembangunan sektor strategis yang memberikan manfaat berkelanjutan. Arah tersebut memperlihatkan perubahan pendekatan dalam mengelola kekuatan ekonomi nasional. Aset negara perlu ditempatkan pada kegiatan produktif yang mampu meningkatkan kapasitas industri, mempercepat hilirisasi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan nasional. Melalui pengelolaan yang terintegrasi, Danantara diharapkan mampu menghubungkan kekayaan negara dengan kebutuhan investasi serta proyek pembangunan yang memiliki nilai strategis dan manfaat jangka panjang. Peran Danantara semakin penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa konsolidasi aset Danantara dapat menjadi katalis peningkatan investasi. Danantara dapat memaksimalkan aset dan proyek untuk menarik partisipasi sektor swasta dan pelaku ekonomi nonpemerintah. Dengan demikian, investasi negara dapat menciptakan efek crowd-in, yakni mendorong dunia usaha meningkatkan ekspansi, membuka fasilitas produksi baru, dan memperluas kegiatan bisnis. Pendekatan tersebut menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional merupakan tanggung jawab bersama seluruh pelaku ekonomi. Pemerintah tidak hanya berperan sebagai penyedia anggaran, tetapi juga menciptakan kondisi yang memungkinkan sektor swasta berkembang. Investasi Danantara dapat menjadi pemicu awal yang kemudian diikuti modal swasta sehingga kapasitas ekonomi nasional meningkat secara lebih luas. Sinergi tersebut juga berpotensi memperbesar penciptaan lapangan kerja dan memperkuat aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Strategi investasi Danantara diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki nilai strategis dan potensi dampak luas. Delapan sektor utama yang menjadi fokus meliputi energi terbarukan, mineral, infrastruktur digital, infrastruktur dan utilitas, real estat, layanan keuangan, pangan dan pertanian, serta layanan kesehatan. Pemilihan sektor tersebut sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan nasional, dan membangun fondasi pertumbuhan baru yang lebih bernilai tambah.…

Danantara Perkuat Investasi Strategis untuk Pembangunan Nasional

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Danantara Perkuat Investasi Strategis untuk Pembangunan Nasional Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara…

Danantara Kawal Penyederhanaan BUMN agar Aset Negara Lebih Produktif  

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Danantara Kawal Penyederhanaan BUMN agar Aset Negara Lebih Produktif Jakarta – Transformasi dan restrukturisasi Badan…

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi  Oleh: Hanan Alfawazi Ketahanan energi merupakan salah satu fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Tanpa pasokan energi yang cukup, terjangkau, dan dapat diandalkan, pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat akan menghadapi berbagai hambatan. Karena itu, arah kebijakan energi Indonesia pada 2027 memiliki arti strategis, bukan sekadar sebagai agenda sektoral, melainkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian nasional. Kebutuhan energi terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, sementara produksi minyak nasional menghadapi tekanan penurunan alamiah. Pada saat yang sama, dinamika geopolitik global membuat harga dan pasokan energi semakin sulit diprediksi. Kondisi tersebut membuat penguatan sumber energi domestik menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Dalam konteks tersebut, target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari dan lifting gas sekitar 950 ribu barel setara minyak per hari dalam RAPBN 2027 menjadi salah satu instrumen penting. Target tersebut dinilai realistis oleh Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, terutama dengan melihat peluang optimalisasi lapangan produksi yang telah ada serta pengembangan sumur-sumur baru. Namun, peningkatan lifting tidak dapat dicapai hanya dengan menetapkan target. Sektor hulu migas membutuhkan investasi, teknologi, kepastian regulasi, serta proses pengembangan lapangan yang efisien. Tantangan natural decline juga harus dihadapi secara serius karena sebagian lapangan migas nasional telah memasuki fase produksi yang matang. Anggota Dewan Energi Nasional Saleh Abdurrahman melihat masih terdapat ruang untuk menahan laju penurunan alamiah tersebut melalui optimalisasi sumur eksisting dan pengembangan sumur baru. Pengembangan wilayah frontier serta penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) juga menjadi bagian dari pilihan strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi nasional. Artinya, kebijakan peningkatan lifting harus ditempatkan sebagai agenda jangka panjang. Pemerintah tidak cukup hanya mengejar angka produksi dalam satu tahun anggaran, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan investasi dan penemuan cadangan baru. Jika investasi hulu berjalan konsisten, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat ekosistem industri migas nasional.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.