• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Hoax dan Provokasi KST Ganggu Kedamaian di Papua

Hoax dan Provokasi KST Ganggu Kedamaian di Papua

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 27 August 2021

Oleh : Putu Prawira

Kedamaian di Papua hampir terganggu oleh isu hoax dan provokasi yang sengaja disebar oleh Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua. Mereka memang selalu membuat manuver baru untuk menekan psikologis masyarakat, sehingga publik diharapkan tidak terpengaruh dan tetap tenang menyikapi hoaks dan provokasi KST Papua.

Indonesia terdiri dari banyak suku bangsa dan warna kulit, termasuk Papua. Di Indonesia timur, secara fisik memang berbeda jauh dengan warga asli Jawa atau Sunda. Namun kita selalu menyadari bahwa perbedaan itu indah dan tidak usah dipermasalahkan, karena Bhinneka Tunggal Ika dan berkomitmen menjaga persatuan Indonesia.

Akan tetapi belakangan muncul isu rasisme yang berembus di Papua, ketika ada kericuhan di apartemen di Jakarta Selatan, yang diprotes oleh warga Negara Nigeria. Sehingga peristiwa ini dimanfaatkan oleh KST yang mendompleng black lives matter. Penyebabnya karena KST merasa bahwa ini adalah kasus rasisme.

Padahal yang terjadi di sini tidak sama seperti di Amerika. Jika di Amerika ada petugas yang dengan kejam menindih seseorang hingga meninggal dunia, maka di Indonesia lain cerita. Tidak bisa disamaratakan apalagi dihubungkan dengan isu rasisme yang ada di negeri Paman Sam, karena tidak apple to apple.

Kakanwi Kemenkumham Jakarta Ibnu Chuldun menerangkan kronologisnya: petugas imigrasi melakukan pengecekan (yang sudah biasa dilakukan secara berkala) di sebuah apartemen di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Ada warga negara Nigeria yang emosi karena tidak mau menunjukkan kartu identitasnya dan izin tinggal sementara (KITAS) sehingga memicu keributan.

Akhirnya petugas berinisiatif untuk dibawa ke kantor keimigrasian. Namun di dalam kendaraan, WNA tersebut makin emosi dan melawan petugas, lantas ia berteriak, meronta, dan menggigit, sampai petugas memar dan berdarah. Ia bahkan ingin memecahkan kaca mobil dengan vape elektronik. Spontan petugas memeganginya agar ia tidak berulah dan membahayakan seluruh penumpang.

Sampai di kantor imigrasi, sang WNA baru mengaku statusnya sebagai diplomat. Miskomunikasi ini yang membuat pubik terhenyak, karena mengapa ia tak mau bercerita sejak awal? Apa susahnya menunjukkan KITAS? Petugas melakukan pengantaran ke kantor imigrasi karena menjalankan kerjanya, bukan karena rasisme atau penyebab lain.

Isu ini yang dibakar oleh KST dan mereka menggaungkan kembali isu black lives matter. Seolah-olah kekerasan yang terjadi di Amerika dan Indonesia sama saja, sama rasisnya. Padahal tidak sama, karena di Indonesia terjadi karena WNA yang tidak kooperatif, dan pemerintah kita tidak pernah memakai isu SARA saat menegakkan peraturan.

Black lives matter tidak pernah ada di Indonesia, dan masyarakat perlu melihat kasus WNA Nigeria secara utuh. Pemerintah tidak pernah berniat untuk memberangus orang negro maupun warga Papua yang ciri fisiknya mirip, karena sama saja dengan melanggar pancasila. Kita adalah bangsa yang majemuk dan Bhinneka tunggal ika, dan tidak ada perbedaan perlakuan ke semua suku di negeri ini.

Jangan sampai nasionalisme warga sipil jadi terambil gara-gara ulah OPM, karena warga terpengaruh oeh hoax. Kenyataannya, tidak mau untuk berpisah dari Indonesia. Mereka paham bahwa hoax dan propaganda yang disebarkan, dibuat untuk menekan warga sipil secara psikologis. Namun masyarakat tahu bahwa KST memang selalu ingin mengacau dan mencari perhatian dengan cara negatif.

Hoax dan propaganda yang disebar oleh KST sangat menyebalkan karena mereka selalu menjungkirbalikkan fakta, padahal kenyataannya tidak benar. Masyarakat diminta untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu di luar sana, yang disebar oleh KST, karena mereka memang sengaja menciptakannya untuk merusak perdamaian di Bumi Cendrawasih.

Penulis adalah Kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

October 26, 2026

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

October 26, 2026

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana Jakarta – Pemerintah…

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi Oleh: Dhita Karuniawati Pemerintah menempatkan Anggaran Pendapatan…

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.